"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Odong-odong Kembali Alami Kecelakaan, Kali Ini Kecelakaan Beruntun di Pantura, Tabrak Konter HP

Kecelakaan Beruntun yang Melibatkan Odong-odong di Brebes

Kecelakaan beruntun yang melibatkan odong-odong terjadi di ruas Jalan Pantura Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di barat Polsek Bulakamba, Senin (1/12/2025). Kejadian ini tidak hanya melibatkan kendaraan odong-odong, tetapi juga mobil pick up dan sepeda motor. Sebelumnya, kecelakaan serupa pernah terjadi di Malang dan Jember.

Menurut Kasatlantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zaenurrozaq, kecelakaan bermula saat odong-odong melaju dari arah Cirebon menuju Tegal di lajur kanan dengan kecepatan sedang. Ketika sampai di lokasi kejadian, kendaraan tersebut berpindah ke lajur kiri karena menghindari kendaraan lain yang berbelok di depannya.

“Namun pada saat bersamaan, di lajur kiri ada mobil pick up melaju dari arah yang sama,” ujar Zaenurrozaq dalam laporannya. “Karena jaraknya sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.”

Benturan tersebut membuat pick up mengerem mendadak hingga berhenti. Di waktu yang bersamaan, dari belakang muncul sepeda motor Honda Beat yang juga melaju dari arah yang sama. Motor tersebut tidak mampu menghindar dan menabrak bagian belakang pick up.

“Sedangkan odong-odong terus melaju hingga menabrak sebuah konter HP,” tambahnya.

Tidak Ada Korban Jiwa

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan beruntun itu. Namun, ketiga kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan seluruh kendaraan diamankan sebagai barang bukti. “Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tandas Kasatlantas.

Kecelakaan Odong-odong di Kabupaten Malang

Sebelumnya, kecelakaan odong-odong juga terjadi di Kabupaten Malang. Pada Minggu (24/12/2023) pukul 08.00 WIB, odong-odong diterjang kereta api di perlintasan KA sebidang dengan palang pintu di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Sopir odong-odong, Liswanto (58), warga setempat meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Tupi, warga setempat yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku kaget saat mendengar suara tabrakan tersebut karena rumah Tupi berhadapan langsung dengan rel. “Pas itu saya sedang menjemur kasur, habis itu saya masuk ke dalam rumah. Baru juga duduk sebentar langsung dengar suara bruaaakk,” ujarnya.

Sai (67), warga setempat lainnya, menjelaskan bahwa pada saat kejadian, perlintasan ini gak ada yang jaga. Biasanya ada relawan dan kereta membunyikan klakson. Namun, kata Sai, pada kejadian tersebut, kereta tidak membunyikan klakson. “Ya mungkin karena itu sopirnya gak tahu dan melaju saja,” katanya.

Kecelakaan Odong-odong di Jember

Di Jember, kecelakaan odong-odong juga terjadi. Pada Selasa (10/6/2025), sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Desa/Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kecelakaan ini melibatkan kendaraan kereta odong-odong yang mengangkut murid TK, yang terguling dan menimpa dua sepeda motor.

Kecelakaan terjadi sekira pukul 08.00 WIB, saat kereta odong-odong yang dikemudikan M. Arifin (56) terguling di simpang tiga Jalan Mayang. Kereta tersebut membawa 42 penumpang yang terdiri dari siswa, wali murid, dan guru dari TK Dewi Masyitoh. Mereka dalam perjalanan menuju Kecamatan Jombang untuk kegiatan latihan manasik haji.

Menurut keterangan Kasatlantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmat, insiden ini terjadi ketika sebuah sepeda motor tanpa identitas melintas secara mendadak. “Sehingga pengemudi odong-odong kaget karena jarak yang terlalu dekat, spontan pengemudi kereta kelinci pun membanting setir ke kiri,” jelas Bagas.

Akibatnya, rangka nomor dua kereta odong-odong terguling dan menimpa dua sepeda motor yang terparkir. Sebanyak sembilan penumpang kereta odong-odong mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Dari sembilan korban, satu orang mengalami luka di kepala, dua patah tulang, dan enam lainnya mengalami luka ringan. Semua korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Kaliwates Jember untuk mendapatkan perawatan medis.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *