Narapidana Lapas Nabire Kembali Kabur, Menambah Daftar Panjang Kejadian Serupa
Narapidana Lapas Kelas IIB Nabire kembali kabur dari tahanan. Kali ini, NT, seorang napi kasus tindak pidana kekerasan seksual, berhasil melarikan diri pada Minggu (7/12/2025) pukul 10.41 WIT. Pelarian ini menambah panjang daftar narapidana yang kabur dari Lapas Nabire sepanjang tahun 2025.
Kepala Lapas Nabire, Dodi Wijaya, menjelaskan bahwa NT melarikan diri melalui blok Cenderawasih. Untuk mempermudah perjalanan, ia menggunakan selimut yang diikat di atas pagar lalu digunakan untuk memanjat. Sebelumnya, NT dan satu rekan lainnya berencana kabur, namun rencana itu gagal. Akhirnya hanya NT yang berhasil kabur.
Sejak awal tahun 2025, tercatat sebanyak 38 narapidana Lapas Nabire yang kabur. Beberapa di antaranya sudah tertangkap, sementara yang lain masih dalam pencarian. Berikut beberapa insiden pelarian yang terjadi:
- Mei 2025: Tiga narapidana kabur.
- 2 Juni 2025: Sembilan belas napi kabur. Kejadian ini terjadi saat jam kunjungan. Dua napi berpura-pura meminta izin kepada petugas untuk ke ruang registrasi. Setelah pintu dibuka, mereka mengeluarkan senjata tajam (parang) dan menyerang petugas pengaman. Saat kabur, mereka menyerang tiga petugas, menyebabkan dua luka serius (tangan, jari hampir putus) dan satu luka ringan. Menurut aparat, pelarian ini bukan spontan namun direncanakan dengan matang. Dari 19 napi, sebagian besar diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
- 29 September 2025: Lima belas napi kabur. Mereka menggunakan balok kayu dan tali net voli yang dirangkai menyerupai tangga untuk memanjat tembok lapas. Sebagian besar napi yang kabur adalah tahanan tindak pidana narkotika.
Berikut identitas 15 narapidana yang kabur dari Lapas Kelas II B Nabire:
– Roy Renhat Paid (35), tahanan tindak pidana narkotika.
– Valentino Elvis Mareku (23), terlibat dalam tindak pidana kekerasan terhadap orang.
– Ayub Eyati Edowai (32), tahanan tindak pidana narkotika.
– Yakobus Waine (30), tahanan kepemilikan senjata api.
– Danus Begal (29), tahanan tindak pidana narkotika.
– Adrian Melkisedek Torobi (22), tahanan tindak pidana narkotika.
– Elister Hasibuan (49), tahanan pidana narkotika.
– Raimondus Goo (27), tahanan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.
– Daniel Essue (21), tindak pidana narkotika.
– Jack Daud Puara (25), tahanan tindak pidana narkotika.
– Meki Morin (29), tahanan tindak pidana pencurian.
– Mellianus Pigome (24), tahanan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
– Dalton Tamaroba (33), tahanan tindak pidana pembunuhan.
– Jhon Mote (26), tahanan tindak pidana pemerasan dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan.
– Refli Bima Langitan (21), tahanan tindak pidana narkotika.
Penyebab Banyaknya Kasus Napi Kabur
Menurut Kepala Lapas Nabire, Edi Saputra, banyaknya kasus napi kabur disebabkan karena standar Lapas Nabire tidak layak. “Pagarnya cuman satu,” kata Edi. Pagarnya juga bersentuhan langsung dengan warga binaan. Untuk mengatasi hal ini, pihak lapas akan mengusulkan penambahan pagar agar standar pengamanan meningkat. “Jadi standar pagarnya itu harus dua,” ujarnya.
Edi juga menyatakan akan segera mengecek semua petugas yang ada dan melakukan evaluasi. Insiden ini telah dilaporkan langsung ke kantor wilayah dan direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Dia memastikan tidak ada korban luka atau jiwa dalam insiden kaburnya napi ini.
Profil Lapas Nabire
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire berlokasi di Jl Pipit, Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Fungsi utama Lapas ini adalah menampung dan membina narapidana serta tahanan dengan pendekatan pembinaan kepribadian dan kemandirian. Kapasitas ideal sekitar 100–150 orang, tergantung konfigurasi ruang tahanan. Namun, Lapas Nabire sering mengalami overkapasitas, dengan jumlah penghuni bisa mencapai dua kali lipat dari kapasitas ideal.
Fasilitasnya terdiri dari blok hunian, ruang kunjungan, ruang pembinaan, dapur, dan area olahraga terbatas. Jumlah petugas di lapas ini terbatas, rasio petugas terhadap napi tergolong rendah, sehingga pengawasan tidak optimal. Lokasi yang cukup terpencil membuat penguatan sistem pengamanan dan logistik menjadi sulit.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











