"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Kisah Rusli Nyaris Tewas Dihempas Buaya saat Perahu Terguling

Profesi Berisiko: Kisah Pemburu Buaya yang Nyaris Tewas

Rusli (42) adalah seorang pemburu buaya berpengalaman selama 20 tahun. Ia tinggal di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, dan dikenal sebagai sosok yang berani menghadapi satwa liar. Wilayah ini memiliki banyak sungai, rawa, dan perbukitan yang menjadi habitat bagi buaya. Rusli lahir pada tahun 1982 di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, dan kini tinggal di Jl. Baru, Dusun Babana Utara.

Selain menjalani profesi penuh risiko, Rusli juga dikenal sebagai pecinta satwa. Ia bercita-cita menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Ketertarikannya pada dunia hewan dimulai dari kecil ketika ia mengikuti ayah dan pamannya. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia mulai menangkap buaya secara mandiri.

Momen Nyaris Tewas

Dari sekian banyak pengalamannya, momen paling berkesan dan berbahaya terjadi di daerah Bambaloka, Sungai Maje’ne. Sekitar 20 tahun lalu, pada pukul 23.00 Wita, sebuah insiden nyaris merenggut nyawanya. Saat itu, buaya mengibaskan ekornya ke perahu yang ia tumpangi bersama seorang penduduk. Perahu mereka terbalik, dan Rusli terlempar ke atas punggung buaya, sementara rekannya berusaha menyelamatkan diri dengan memegang lunas perahu yang terbalik.

Setelah perjuangan keras di tengah kegelapan, Rusli dan rekannya akhirnya berhasil mengevakuasi buaya air asin dengan panjang sekitar 4,5 meter. “Kejadian itu nyaris menghilangkan nyawa saya dan teman. Beruntung ada pertolongan Tuhan, kami selamat dan buayanya berhasil diamankan,” ujarnya.

Data Diri

  • Nama : Rusli
  • TTL : Babana, 1982
  • Alamat : Jl Baru, Dusun Babana Utara, Desa Babana, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah
  • Hobi : Pecinta Satwa
  • Cita – cita : Orang Bermanfaat

Riwayat Keluarga

  • Ayah : Pande
  • Ibu : Jauriah
  • Anak : 4 (empat)

Peristiwa Lain: Pria Mengaku Keluarga Buaya

Di Gowa, Sulawesi Selatan, seorang pria diterkam buaya saat berkunjung ke wisata Cimory. Pria tersebut mengaku sebagai keluarga buaya dan viral di media sosial Instagram. Menurut Camat Parangloe, Basir, pria itu membawa seorang pawang untuk melihat buaya yang ditemukan. Sesampainya di Cimory, pria tersebut memberi makan buaya dengan pisang dan langsung digigit di tangan kanannya. Akibat gigitan itu, tangan kanannya hampir putus dengan tiga luka gigitan yang parah.

Kemunculan Buaya di Sungai Bojonegoro



Kendati menjadi lokasi munculnya buaya selama beberapa kali, aliran sungai di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro bukan merupakan daerah endemik buaya. Hal itu ditandaskan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Bojonegoro Achmad Gunawan. Buaya-buaya muncul di Sungai Prudung maupun Bengawan Solo Desa Kebonagung disebut bisa jadi buaya eksodus. “Artinya, buaya-buaya (yang muncul di aliran sungai turut Desa Kebonagung, red) itu bisa jadi merupakan buaya-buaya yang bermigrasi dari daerah lain,” ujarnya.

Buaya sepanjang 2,5 meter berhasil ditangkap Dindamkarmat Bojonegoro di aliran Sungai Prudung, Desa Kebon Agung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (16/2/2024) pagi sekira pukul 10.00. Buaya itu ditangkap dengan jebakan simpul tali dan dalam kondisi hidup. Berikutnya, buaya itu dilimpahkan ke BKSDA Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Berita Viral

Berita tentang kemunculan buaya di berbagai wilayah semakin ramai dibicarakan. Informasi lengkap dan menarik lainnya dapat ditemukan di Google News. Artikel ini telah tayang di Tribunsulbar.com.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *