Ringkasan Berita
Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita menghadapi krisis besar setelah digeruduk oleh para korban yang pernah menjadi kliennya. Diketahui bahwa sebanyak 230 pasangan calon pengantin telah menjadi korban penipuan dari WO ini, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 16 miliar. Kejadian ini memicu kemarahan dan kekecewaan dari para korban yang merasa ditipu.
Awal terbongkarnya kasus ini bermula dari keluhan beberapa pasangan yang membatalkan acara pernikahan mereka. Dari laporan dan investigasi para korban, terungkap bahwa banyak layanan yang tidak terealisasi meskipun sudah dibayar lunas. Kasus ini mulai ramai diperbincangkan setelah beberapa acara pernikahan di Jakarta Barat dan Jakarta Utara gagal berlangsung sesuai rencana. Kondisi di lokasi bahkan sempat kacau karena tamu undangan tidak mendapatkan katering seperti yang dijanjikan.
Seorang tamu undangan, Tamay (26), menyampaikan bahwa beberapa acara pada hari Sabtu mengalami masalah. “Ada beberapa acara hari Sabtu bermasalah,” ujarnya. Hal ini memicu warga untuk membuat grup WhatsApp untuk mendata kerugian dan menyatukan laporan.
Kisruh ini semakin terkuak setelah seorang perias pengantin mengunggah kondisi acara yang berantakan ke TikTok. Videonya viral dalam waktu singkat, dan kolom komentar langsung dipenuhi warganet yang mengaku mengalami peristiwa serupa. Dari sana, para korban berinisiatif membuat grup WhatsApp untuk mendata kerugian serta menyatukan laporan.
Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 15–16 miliar. “Tadi di jam 12.00 WIB kami mutusin hitung. Total kerugian yang udah kami coba buat 15–16 miliar,” kata Tamay. Dari diskusi para korban, terungkap dugaan bahwa WO milik perempuan berinisial AP menawarkan paket serupa dengan harga menggiurkan untuk menarik banyak pelanggan. Namun janji tinggal janji, karena banyak layanan yang tidak terealisasi.
Saat ini, pihak WO telah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara untuk dimintai keterangan. Para korban pun ikut mendatangi kantor polisi demi mendapatkan kejelasan kasus ini. “Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya,” ujar Tamay.
Kondisi Para Korban Penipuan WO
Pada Minggu (7/12/2025), kembali viral kediaman Ayu Puspita di Cipayung, Jakarta Timur digeruduk ratusan warga yang menjadi korban. “Iya tadi siang Ayu Puspita, suami dan rekannya digerebek di wilayah Jakarta Timur,” kata seorang korban penipuan bernama Samuel. Samuel merupakan korban penipuan WO Ayu Puspita yang sudah menggelar resepsi pernikahan Gedung Pelindo, Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025). Ketika acara resepsi berlangsung, tidak ada katering makanan dan minuman yang datang untuk menjamu tamu undangan. Padahal Samuel sudah membayar lunas sebesar Rp82 juta.
Penggerebakan yang viral ini membuat para korbannya bersuara di Threads. Para korban juga menguak kondisi mereka usai menggerebek kediaman sang owner WO, Ayu Puspita. “Ngerasain bgt tadi sedih liat Ibu” korban pada pingsan, dan sekarang gue juga drop. Tadi juga ada beberapa korban masuk rs, yaAllah jahat banget lu Ayu bikin acara orang pada ancur,” mengutip akun Threads jumiyy_.
Jumiyy_ sendiri merupakan korban penipuan WO Ayu Puspita. Ia mengatakan sudah memberikan DP sebesar Rp 50 juta atau 50 persen dari paket yang diambilnya. “Sampe lupa makan gara” seharian ngurusin wo Ayu Puspita???? Heh tanggung jawab lu Ayu nasi tempong gue ampe dingin gue ga nafsu makan gara” udah dp 50 jt!!!,” tulisnya diakhiri emoji menangis.
Sosok Ayu Puspita
Ayu Puspita dikenal sebagai pengelola sebuah wedding organizer yang berpromosi dengan paket lengkap termasuk venue, dekorasi, katering, hingga layanan dokumentasi. Berdasarkan materi promosi yang beredar, usaha tersebut menggunakan kontak 0811-9691-1668 dan akun Instagram @byayupuspitaa. Ia juga mencantumkan alamat operasional di Jl. H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur.
Nama Ayu Puspita menjadi sorotan publik setelah muncul kasus resepsi pernikahan yang viral karena berlangsung tanpa makanan maupun minuman, meski klien mengaku telah membayar penuh. Insiden tersebut memicu kemarahan keluarga mempelai dan menciptakan reaksi luas di media sosial.
Pengakuan Ayu Puspita pemilik Wedding Organizer (WO) yang tipu ratusan calon pengantin di Jakarta, ternyata memakai uang kliennya membeli rumah mewah dan jalan-jalan ke luar negeri. Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan. Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya. Namun, skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.
“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu. Ratusan pasangan yang terdampak tak bisa menahan kekecewaan. Banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun untuk pesta pernikahan kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dana.
Kasus ini memicu sorotan luas dan desakan agar pihak berwenang segera menindaklanjuti demi melindungi hak korban. Skema yang dijalankan Ayu Puspita disebut mirip ponzi, di mana uang dari klien baru digunakan untuk membayar tanggungan sebelumnya. Dana korban dilaporkan digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk berlibur ke luar negeri dan membeli rumah mewah di Jakarta.
Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal turut membenarkan kejadian ini. “Iya Minggu siang, yang bersangkutan dibawa warga ke Polres,” ujarnya. Kala itu Kapolres mencoba menengahi dan menginterogasi owner Wedding Organizer Ayu Puspita. “Saya akan mengusahakan untuk semuanya (korban penipuan) agar bisa dikembalikan hak-haknya,” ujar Kapolres. Kapolres turut meminta seluruh korban penipuan bersabar dan tetap tenang serta tidak terpancing provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Sabar-sabar warga yang jadi korban mohon bersabar kami akan mengusahakan,” ujarnya. Informasi yang beredar di media sosial dan grup korban menyebutkan pemilik WO sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban. Setelah pemeriksaan selama empat jam, pemilik WO dibebaskan dengan alasan telah bernegosiasi dengan korban. “Info dari grup (korban) itu dia langsung dibebaskan karena ngakunya sudah ada negosiasi,” kata korban lainnya, Akmal, dihubungi terpisah.











