"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Sepatu Hadiah Istri Jadi Teror, Warga Pekanbaru Tertipu Modus Baru

Modus Penipuan Baru dengan Nama Bea Cukai

Beberapa waktu lalu, seorang warga Pekanbaru mengalami pengalaman menakutkan setelah menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai. Awalnya, ia hanya merasa kaget karena panggilan dari nomor tak dikenal. Namun, kejadian itu berubah menjadi teror ketika penelepon langsung menyebutkan nama dan alamatnya, serta menuduhnya melanggar aturan kepabeanan.

Pengalaman Mengerikan

Pria tersebut mengatakan bahwa pelaku mengaku sebagai pejabat Bea Cukai Riau dan menuduhnya telah membeli barang ilegal dari Batam. Dengan nada ancaman, pelaku membacakan beberapa pasal hukum yang tidak ia pahami. Ia juga disuruh membayar denda sebesar Rp20 juta agar masalahnya segera selesai. Jika tidak, kata pelaku, polisi akan datang ke rumahnya dan menahan dirinya.

“Pelaku bahkan menyebutkan detail identitas saya. Kami sudah punya alamat Bapak,” tambah si penelepon. Keakuratan informasi tersebut membuat tubuhnya merinding. Bagaimana mereka bisa tahu semua itu?

Dalam kepanikan, ia ingat bahwa dua minggu sebelumnya, istrinya membeli sepasang sepatu sport untuknya melalui Instagram. Harganya murah dan toko terlihat meyakinkan. Ia mentransfer uang dan menunggu paket tanpa curiga. Tapi, telepon ancaman itu justru membuat kekhawatiran muncul.

Teror Berlanjut

Setelah menghubungi istrinya, keduanya mulai panik. Mereka mencoba menghubungi nomor di akun Instagram penjual, tetapi nomor itu tidak aktif lagi. Kecurigaan mulai muncul, namun ancaman di telepon masih terus menggema dalam pikiran mereka.

Ketakutan mereka meningkat ketika pelaku kembali menghubungi dan mengirimkan foto ID card seorang pejabat tinggi Bea Cukai. Selain itu, pelaku juga melampirkan potongan pasal undang-undang kepabeanan yang ditulis rapi dan meyakinkan. Mereka sempat percaya bahwa hidup mereka bisa berubah dalam sekejap.

Malam itu, mereka hampir tidak tidur. Setiap suara kendaraan di luar rumah membuat mereka tersentak. Takut polisi benar-benar datang.

Klarifikasi dari Bea Cukai

Di tengah kebingungan, istrinya mengajak mencari kebenaran langsung ke Kantor Bea Cukai Pekanbaru. Keesokan paginya, mereka datang ke sana dengan perasaan campur aduk. Seorang petugas mendengarkan cerita mereka dengan tenang. Jawaban sang petugas hampir membuat lutut Marwin lemas.

“Itu 1000 persen penipuan, Pak. Modus baru. Sudah banyak korban di Pekanbaru,” ujar petugas tersebut.

Petugas menjelaskan bahwa para pelaku membuat akun Instagram yang menjual barang branded murah. Setelah pembeli melakukan transaksi dan memberikan data diri, mereka menyimpannya dan kemudian beraksi mengaku sebagai pihak Bea Cukai.

Imbauan dari Bea Cukai Riau

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, terutama terkait barang kiriman dari luar negeri. Imbauan ini disampaikan karena meningkatnya laporan masyarakat yang diminta mentransfer uang untuk penyelesaian administrasi paket.

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Riau, Anton Mawardi, menegaskan bahwa Bea Cukai tidak pernah menghubungi masyarakat melalui nomor pribadi, apalagi meminta transfer ke rekening perorangan. Semua pungutan dilakukan secara resmi melalui mekanisme pemerintah.

Menurut Anton, pelaku biasanya mengirim foto paket, chat palsu, hingga dokumen editan untuk meyakinkan korban. Salah satu modus paling umum adalah meminta uang dengan alasan “denda”, “penahanan paket”, atau “bea masuk tambahan”.

Tips Menghindari Penipuan

Bea Cukai Riau menekankan agar masyarakat tidak panik bila menerima chat atau telepon dari pihak yang mengaku petugas. Setiap pungutan resmi selalu muncul dalam sistem dan tidak dilakukan secara informal.

Ciri-ciri penipuan lain yang harus diwaspadai antara lain penggunaan nomor pribadi, desakan transfer segera, dokumen tidak resmi, dan ancaman proses hukum cepat. Masyarakat diingatkan untuk selalu memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan transfer uang.

Kanwil Bea Cukai Riau juga berkomitmen memperkuat kampanye pencegahan penipuan melalui sosialisasi, media sosial, dan kerja sama lintas instansi. Mereka terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang semakin canggih.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *