Pemkab Sleman Tetapkan Syarat Khusus untuk Study Tour
Pemeraitan Kabupaten (Pemkab) Sleman telah menetapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah sebelum menggelar kegiatan study tour atau outing class. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan perlindungan terhadap keselamatan peserta didik serta guru.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman menyatakan sikap tegas dalam pelaksanaan kegiatan study tour. Disdik akan menolak permohonan izin penyelenggaraan kegiatan jika lokasi tujuan dinilai tidak aman atau berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik dan guru.
Menurut Sekretaris Disdik Sleman, Sri Adi Marsanto, setiap sekolah jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Sleman yang akan mengadakan pembelajaran luar kelas wajib mengajukan izin ke Dinas Pendidikan. Dalam izin tersebut mencantumkan jumlah peserta, lokasi tujuan hingga armada yang digunakan.
Di tengah cuaca ekstrem belakangan ini, Dinas mengaku cukup selektif dalam memberikan izin. “Kami pernah menolak, dengan catatan karena lokasi tujuan (outing class) dinilai tidak aman,” kata Adi.
Belasan Sekolah Ajukan Izin
Menurut data dalam sebulan ini, menjelang libur akhir tahun, sudah ada belasan sekolah di Kabupaten Sleman yang mengajukan izin pembelajaran luar kelas. Jumlah pastinya ia tidak begitu hafal namun sependek ingatannya dikisaran 15-20an sekolah.
Jumlah tersebut dinilai sedikit bila dibandingkan total sekolah yang ada di Kabupaten Sleman, yang untuk PAUD/TK lebih dari 500 sekolah, SD swasta dan negeri 512 sekolah dan 122 SMP negeri dan swasta. Ia menduga, permohonan izin pembelajaran luar kelas relatif sedikit karena faktor anggaran dan cuaca.
Sekolah yang mengajukan izin outing class juga rata-rata lokasi tujuannya tidak terlalu jauh. “Dengan kondisi cuaca seperti ini, memang kebanyakan tidak terlalu jauh. Jika sekolah mengajukan satu tujuan dan tidak begitu aman, kami disarankan pindah. Rata-rata sekolah mau (mengikuti),” kata Adi.
Lokasi Tujuan Aman
Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, sebelum mengajukan izin ke Dinas mayoritas sekolah sudah memikirkan secara matang lokasi tujuan. Rata-rata lokasinya pun sudah aman. Misalnya, berkunjung ke museum. Lokasi tujuannya juga ada yang luar provinsi dan dalam provinsi.
Menurut Adi, permohonan izin ini penting agar kepergian peserta didik dan guru dapat terkontrol. Apalagi, dalam mekanisme pemberian izin pembelajaran luar kelas, ada poin tersendiri yang mengharuskan ada pengecekan armada kendaraan yang akan digunakan.
Pengecekan kendaraan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman. “Pengecekan kendaraan itu wajib. Bukan hanya tersirat tapi tersurat di dalam pemberian untuk pembelajaran luar kelas. Jadi ada poin tersendiri dan itu dilakukan Dinas Perhubungan,”ujar dia.
Memastikan Kelayakan Bus
Bus untuk kegiatan outing class diharuskan dicek kelayakannya untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan semua penumpang. Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Marjana mengatakan, kegiatan pemeriksaan kondisi fisik angkutan umum ini rutin dilakukan, terutama bagi sekolah yang hendak melaksanakan outing class.
Dalam melakukan pemeriksaan, ada banyak aspek yang diperhitungkan. Bukan hanya teknis, tetapi administrasi kelengkapan dokumen juga harus komplit. Ia mencotohkan hal sederhana yaitu kaca bagian depan angkutan diharuskan tidak boleh retak. “Kelengkapa pemukul kaca juga itu penting. Karena kejadian-kejadian beberapa waktu yang lalu, orang tidak bisa keluar karena tidak bisa memecah kaca.”
Empat Tragedi Kecelakaan Bus Study Tour
Dari catatan, sejumlah kecelakaan bus study tour di beberapa tempat berbeda tahun lalu. Berikut empat kecelakaan bus study tour yang terjadi di luar kota:
-
Kecelakaan bus perpisahan SMK Lingga Kencana di Ciater, Subang
Kasus pertama kecelakaan bus study tour yang terjadi di bulan Mei 2024 adalah bus yang membawa rombongan siswa dan guru SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat. Satu dari tiga bus rombongan itu mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024). Kecelakaan itu menyebabkan 11 orang tewas, 9 adalah siswa, 1 orang guru dan 1 warga lokal. -
Kecelakaan bus study tour SMP Negeri 3 Depok di Bali
Salah satu bus rombongan outing class SMP Negeri 3 Depok Sleman tertimpa tiang listrik di Bali. Hal itu dibenarkan oleh Kepala SMPN 3 Depok, Darto. Pihaknya memberangkatkan 117 siswa untuk mengikuti outing class ke Bali. -
Kecelakaan bus study tour SMP PGRI 1 Wonosari di Tol Jombang-Mojokerto
Bus pariwisata Bimario dengan nomor polisi W-7422-UP menabrak truk di Km 695+400A Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Selasa (21/5/2024). Bus ini mengangkut rombongan study tour dari SMP PGRI 1 Wonosari, Malang yang usai menyelenggarakan perjalanan dari Yogyakarta. -
Kecelakaan bus study tour MIN 1 Pesisir Barat di Lampung
Bus pariwisata yang membawa rombongan peserta study tour dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pesisir Barat mengalami kecelakaan tunggal di jalan lintas barat Sumatera, tepatnya di Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Rabu (22/5/2024).
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











