"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Penderitaan anak kandung jadi budak nafsu ayah pejabat Raja Ampat: Mengapa bapa lakukan ini?

Pengungkapan Kekerasan Seksual oleh Ayah Kandung di Raja Ampat

Seorang perempuan berinisial VW (35) mengungkap dugaan tindak pidana asusila yang dilakukan ayah kandungnya, FW (58), melalui siaran langsung Facebook. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan menimbulkan reaksi keras dari warganet. Hal ini semakin memperkuat kecaman terhadap perilaku pelaku, terlebih karena statusnya sebagai pejabat eselon II di Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

VW menceritakan bahwa kekerasan yang dialaminya bukanlah sekali atau dua kali. Aksi tersebut dimulai sejak usia lima tahun hingga akhirnya mencapai puncaknya pada saat ia melakukan live Facebook. Dalam program Saksi Kata, VW menyampaikan pengalamannya dengan rasa sedih dan kesedihan mendalam.

“Kekerasan yang saya alami bukan satu dua kali. Ini sejak usia lima tahun sampai puncaknya kemarin (live FB),” ujarnya. Ia mengatakan bahwa aksi membongkar tabiat ayahnya adalah puncak dari nestapa yang dialaminya selama hampir sepanjang hidupnya.

Upaya yang Tidak Berhasil

Sulung dari empat bersaudara ini mengaku nekat membongkar perilaku ayah karena tidak kuat lagi menahan beban penderitaan. Ia mencoba memberi tahu keluarga agar menegur atau memperingatkan ayahnya, tetapi upaya tersebut tidak berhasil. Pihak keluarga lebih memilih menjaga nama baik keluarga serta ayahnya yang berstatus sebagai pejabat tinggi daerah.

“Saya akhirnya mencoba tenang, tenang, tetapi kemarin itu tidak bisa lagi ditahan, akhirnya saya live,” ujar VW. Ia berharap dengan cara itu bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dari orang-orang sekitar.

VW juga menyebut bahwa terus berulangnya pelecehan ini disebabkan oleh fakta bahwa dirinya menjadi tameng atau jaminan bagi ibu dan adik-adiknya. Adik nomor dua sudah berkeluarga, nomor tiga masih kuliah, dan paling kecil memiliki kondisi autis. Sang ayah akan melakukan KDRT terhadap ibu dan adik jika keinginan tidak dituruti.

Pengalaman Masa Lalu

VW mengaku keperawanannya direnggut saat duduk di kelas XI SMA di bawah ancaman dipukuli hingga akan setrum. Setelah ibunda berpulang pada September 2025 lalu, VW memutuskan untuk mengekos guna menghindari bertemu secara intens dengan ayah.

Lantaran keadaan harus merawat si bungsu dan juga keponakan yang masih kecil, VW tetap datang ke rumah setiap hari, memasak hingga menyiapkan kebutuhan lainnya. Pada Rabu (11/12/2025) malam, ia datang seperti biasa buat memasak untuk bungsu, namun lantaran kelelahan akhirnya tertidur, sekitar pukul 23.30 WIT.

Tiba-tiba ayahnya yang dalam kondisi mabuk masuk ke kamar mencoba memaksa berhubungan intim. “Pintu kamar itu pernah didobrak, tidak bisa tertutup rapat, sehingga bapa mudah masuk,” kata VW. “Beliu minum (mabuk) di kamar, terus datang ke sebelah kamar saya, lalu pegang paha. Saya kaget lari keluar, tetapi malah diancam dilapor ke polisi.”

Kekecewaan Terhadap Proses Hukum

VW sebenarnya tidak tinggal diam terhadap ketidakadilan yang menimpa selama ini. Beberapa kali lapor polisi mengenai tindak kekerasan, namun tidak ada proses lebih lanjut dengan alasan pelaku ini pejabat. “Beliu pernah ditahan, tetapi bisa keluar lagi alasannya ada kegiatan pemerintahan. Jadi istilanya beliu ini memanfaatkan jabatan sebagai tameng,” ucap VW.

Menurutnya, kasus terakhir setelah live FB juga sudah dilaporkan, namun sama seperti sebelum-sebelumnya masih menunggu proses. VW berharap ayahnya mendapat hukuman sesuai aturan yang berlaku atas perbuatannya, karena memang di luar batas.

“Publik pasti menyoroti hal ini, karena beliau (ayah) pasti akan mengatakan lain (mengelak, red), tetapi apa yang saya sampaikan ini hal yang benar, tidak menambah tidak mengurangi. Memang kejadiannya demikian,” bebernya.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *