Open House Pendidikan ITB 2025: Menjelajahi Kampus dan Program Penerimaan Mahasiswa Baru
Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan acara Open House Pendidikan ITB 2025 pada hari Sabtu hingga Minggu, 13–14 Desember 2025, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Acara ini mengusung tema “Bersama ITB, Menuju Masa Depan Berdampak” yang menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa, orang tua, serta guru dari berbagai daerah di Indonesia.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 23.000 orang. Selama dua hari pelaksanaan, Open House Pendidikan ITB 2025 menjadi ruang interaksi langsung antara masyarakat dengan sivitas akademika ITB untuk memperoleh informasi resmi mengenai program sarjana, jalur masuk, serta arah transformasi pendidikan ITB ke depan.
Pengunjung tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai program studi, tetapi juga pemaparan terkait riset unggulan, ekosistem pembelajaran, peluang karier lulusan, serta strategi ITB dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang berdampak bagi bangsa.

Transformasi Sistem Seleksi Masuk ITB 2026
Agenda utama Open House Pendidikan ITB 2025 adalah pengenalan pembaruan sistem admisi ITB untuk tahun akademik 2026. ITB memperluas jalur penerimaan mahasiswa melalui skema nasional yang mencakup SNBP, SNBT, serta jalur baru Seleksi Siswa Unggul (SSU). Selain itu, ITB juga membuka jalur internasional melalui International Undergraduate Program (IUP).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc., menegaskan bahwa pembaruan sistem seleksi ini merupakan langkah strategis dalam menjaring talenta terbaik bangsa.
“ITB senantiasa berkomitmen menjaring talenta unggul dari berbagai penjuru untuk mencetak pemimpin masa depan yang inovatif dan berkarakter. Penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa tahun 2026 dilakukan agar ITB memperoleh talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberagaman jalur penerimaan membuka peluang yang lebih luas bagi calon mahasiswa dengan latar belakang dan potensi yang beragam.
“Dengan membuka berbagai jalur penerimaan, ITB memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa untuk belajar serta berperan dalam membawa perubahan bagi bangsa,” ujar Prof. Irwan.

Tiga Perubahan Utama Sistem Admisi ITB
Dalam Open House ini, ITB memaparkan tiga perubahan utama dalam sistem admisi tahun 2026.
Penyesuaian Kuota Nasional
Kuota SNBP dan SNBT disesuaikan secara proporsional agar akses pendidikan tinggi tetap adil, inklusif, dan terdistribusi secara merata.
Seleksi Mandiri Bertransformasi Menjadi SSU
Seleksi Mandiri ITB kini bertransformasi menjadi Seleksi Siswa Unggul (SSU). Jalur ini menekankan penjaringan talenta secara lebih inklusif, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga prestasi nonakademik.
Dua Skema SSU: Nontes dan Tes Reguler
SSU Nontes diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik, talenta nasional seperti eksOSN, keunggulan seni, olahraga, budaya, keagamaan, serta afirmasi wilayah 3T. Sementara itu, SSU Tes Reguler menggunakan ITB AQ Test dengan tambahan Tes Gambar bagi peminat Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Arsitektur.
SSU Bukan Jalur Finansial
Direktur Penerimaan Mahasiswa ITB, Achmad Syarief, S.Sn., M.S.D., Ph.D., menegaskan bahwa SSU dirancang sebagai jalur prestasi murni.
“SSU menekankan pada penjaringan siswa dengan potensi dan talenta unggul. Ini jalur prestasi, bukan jalur finansial. Kami ingin memberikan peluang bagi talenta dari seluruh Nusantara agar dapat berkembang melalui pendidikan ITB,” jelasnya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen ITB dalam menjaga prinsip meritokrasi dan keadilan akses pendidikan tinggi.
Perluasan Program Internasional ITB
Dalam rangka memperkuat posisi sebagai World Class University, ITB juga mengumumkan perluasan International Undergraduate Program (IUP). Jumlah program studi internasional akan meningkat signifikan dari 8 menjadi 27 program studi pada tahun 2026.
Mahasiswa IUP akan menjalani proses pembelajaran dengan pengantar bahasa Inggris serta memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa, perkuliahan di luar negeri, hingga skema gelar ganda bersama perguruan tinggi mitra internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ITB dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
Program Integrasi Sarjana–Magister
Selain pembaruan jalur masuk, ITB memperkenalkan Program Integrasi Sarjana–Magister (PISM). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa sarjana berprestasi untuk menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dalam waktu sekitar lima tahun.
Melalui PISM, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kompetensi akademik yang lebih mendalam dengan durasi studi yang lebih efisien.
Selama Open House berlangsung, ribuan pengunjung mengikuti sesi “Mengenal Lebih Dalam Fakultas dan Sekolah” yang diselenggarakan oleh seluruh fakultas dan sekolah di ITB. Sesi ini memberikan gambaran mengenai bidang keilmuan, riset terkini, kurikulum, serta prospek karier lulusan.
Open House Pendidikan ITB 2025 menjadi ruang edukasi publik untuk memperoleh informasi yang akurat dan komprehensif mengenai jalur masuk serta arah pengembangan pendidikan ITB di masa depan, termasuk komitmen terhadap keberlanjutan dan dampak sosial.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











