"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Siswi SD Bunuh Ibu di Medan, Tetangga Ungkap Korban Tidak Pernah Bergaul

Fakta Baru Terungkap dari Pengakuan Tetangga dalam Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anaknya di Medan

Kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya di Medan kini semakin memicu perhatian publik. Peristiwa tragis ini mengejutkan warga setempat, terutama karena pelaku adalah seorang siswi SD yang dikenal sebagai anak yang baik dan ramah.

Sosok Korban yang Tertutup

Para tetangga korban menyebut bahwa korban, FS (42), dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mereka juga mengatakan bahwa korban tidak pernah bergaul dengan tetangga dan jarang keluar rumah. Hal ini membuat warga tidak tahu persis tentang kehidupan keluarga korban.

“Kami tidak menyangka anaknya bisa melakukan itu. Ia adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang. Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya,” ujar salah seorang warga.

Keluarga yang Tertutup

Selain korban, keluarga korban juga dikenal sebagai keluarga yang tertutup. Aktivitas sosial mereka sangat minim, sehingga hubungan dengan tetangga tidak terlalu dekat. Warga mengungkapkan bahwa keluarga tersebut jarang keluar rumah, dan hanya menegur saat berpapasan.

“Mereka itu orangnya tertutup, jadi satu keluarga itu jarang keluar rumah. Hanya saja, ketika berpapasan barulah mereka menegur kami. Korban memang tidak pernah bergaul dengan tetangga dan tidak pernah keluar,” lanjutnya.

Minimnya interaksi sosial ini membuat warga tidak mengetahui persoalan yang mungkin terjadi di dalam rumah tangga korban. Hingga akhirnya, lingkungan sekitar dikejutkan oleh kabar pembunuhan yang terjadi di dalam rumah tersebut.

“Kita tidak tahu permasalahan keluarganya. Yang kami tahu itu saat kejadian lah ada pembunuhan,” ucap warga tersebut.

Meski demikian, warga menduga ada persoalan internal dalam keluarga yang menjadi pemicu tragedi tersebut. Dugaan itu muncul berdasarkan pengamatan mereka selama ini terhadap kehidupan keluarga korban.

“Mungkin karena emaknya itu cerewet, jadi mungkin sakit hati. Padahal, sudah mau tamat sekolah pelaku ini. Dalam agama, keluarga mereka kuat,” katanya.

Kronologi Kejadian

Polrestabes Medan sedang mendalami kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Peristiwa tragis terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Terduga pelaku yang diamankan saat ini berinisial A (12), perempuan berstatus pelajar SD menuju SMP. A diduga menikam ibunya, FS (42), hingga tewas di tempat tidur.

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan,” ucapnya.

Bayu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap A dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. “Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami,” lanjutnya.

Pengakuan Kepala Lingkungan

Menurut Kepala Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Rejo, Tono, kejadian bermula dari cekcok keluarga yang berujung tragis. “Saya menerima laporan dari warga sekitar yang mendengar keributan di dalam rumah,” ujarnya.

Dari keterangan keluarga, A diduga kesal karena ibunya memarahi kakaknya. Saat kejadian, suami korban tidur di lantai dua, sementara korban dan kedua anaknya berada di kamar lantai satu.

Warga sekitar yang mendengar keributan segera melapor dan datang ke lokasi. Petugas kepolisian dan tim Inafis Polrestabes Medan pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi. Sementara itu, A yang masih di bawah umur diperiksa dengan pendampingan sang ayah.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *