Insiden Kejar-kejaran di Tanah Grogot: Pengemudi Terpengaruh Alkohol Tabrak Mobil Patroli
Sebuah kejadian menegangkan terjadi di kawasan Tugu Jam Telaga Ungu Kilometer 5, Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Insiden ini melibatkan seorang pengemudi mobil yang diduga dalam pengaruh alkohol dan petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Paser.
Awal Mula Insiden
Pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.00 WITA, petugas Satlantas sedang melakukan patroli rutin untuk menjaga keamanan dan keselamatan lalu lintas. Saat itu, mereka mendapati sekelompok remaja berkumpul di kawasan tersebut. Dari pengamatan awal, petugas mencurigai adanya aktivitas konsumsi minuman keras (miras).
Ketika petugas mendekat untuk melakukan pemeriksaan, salah satu pengemudi mobil van putih yang berada di lokasi justru menunjukkan reaksi panik. Alih-alih mengikuti arahan petugas, pengemudi tersebut secara tiba-tiba menancap gas dan melarikan diri dari lokasi.
Aksi Kejar-kejaran Berbahaya
Melihat tindakan pengemudi yang membahayakan, petugas segera melakukan pengejaran. Aksi kejar-kejaran berlangsung di jalanan Tanah Grogot yang relatif sepi karena waktu sudah memasuki dini hari. Meski demikian, situasi tetap sangat berisiko.
Mengemudi dalam kondisi mabuk, apalagi dengan kecepatan tinggi, dapat menyebabkan kecelakaan fatal. Puncak dari pengejaran tersebut terjadi ketika pengemudi mobil van putih melakukan manuver berbahaya. Dalam upayanya menghindari mobil patroli, kendaraan yang dikemudikannya menabrak mobil dinas Satlantas Polres Paser.
Tabrakan tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada kendaraan dinas milik negara, tetapi juga secara nyata mengancam keselamatan petugas kepolisian yang sedang menjalankan tugas.
Pelaku Diamankan dan Mengakui Kesalahan
Setelah insiden tabrakan, petugas berhasil mengamankan pengemudi mobil van putih tersebut. Ia diketahui bernama Ahmad Agung. Dari hasil pemeriksaan awal, Agung mengakui bahwa dirinya mengemudi dalam kondisi terpengaruh alkohol.
Mengemudi di bawah pengaruh alkohol merupakan pelanggaran serius karena alkohol dapat menurunkan kemampuan motorik, mempersempit konsentrasi, serta meningkatkan keberanian mengambil risiko, termasuk melawan petugas dan melarikan diri.
Setelah diamankan, Ahmad Agung tidak hanya menjalani proses pemeriksaan, tetapi juga diminta menyampaikan pernyataan terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban. Ia hadir bersama kedua orang tuanya dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada pihak kepolisian.
Permintaan Maaf dan Janji Tidak Mengulangi
Dalam sebuah video pernyataan yang kemudian diunggah oleh pihak kepolisian, Ahmad Agung tampak menyampaikan penyesalan mendalam atas perbuatannya. Dengan suara bergetar, ia mengakui kesalahan yang telah dilakukan.
“Dengan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas Polres Paser, atas perbuatan saya pada hari Minggu, pukul 01.00. Saya sedang dalam kondisi pengaruh alkohol, sehingga membuat saya takut, kemudian saya lari dan menabrak mobil dinas Satlantas Polres Paser,” ucapnya.
Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa dan menyatakan komitmennya untuk mematuhi peraturan lalu lintas serta menjaga keselamatan di jalan raya.
Permintaan maaf tersebut diperkuat oleh pernyataan dari ayah pelaku, Bapak Marliffum, yang turut hadir mendampingi. Ia mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan sebagai orang tua dan berjanji akan lebih ketat mengawasi anaknya di kemudian hari.
Reaksi Publik dan Pengingat Bahaya Miras
Unggahan tersebut pun menuai berbagai reaksi publik di media sosial. Beberapa warganet memberikan komentar yang menunjukkan kepedulian terhadap kejadian ini.
“Amppun min, bajunya aja SARJANA JALANAN,” tulis warganet.
“Kasian banget orang tuanya ga tahu apa apa ih,” tulis warganet.
“Muka emaknya dah kesel bett itu,” tulis warganet.
Insiden ini menjadi cermin nyata betapa berbahayanya mengemudi dalam pengaruh minuman keras. Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, tindakan tersebut juga dapat berujung pada konsekuensi hukum dan kerugian bagi banyak pihak.
Pentingnya Keselamatan Lalu Lintas
Satlantas Polres Paser kembali menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga seluruh pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan, kesadaran untuk tidak mengemudi dalam kondisi tidak layak, serta sikap kooperatif saat berhadapan dengan petugas adalah kunci terciptanya lalu lintas yang aman.
“Untuk semua pengendara, stay safe. Keselamatan untuk kemanusiaan,” tutup keterangan resmi dari Satlantas Polres Paser.











