"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Suyitno, Pelaku Pembunuhan Faradila, Teman Dekat Bripka AS

Penangkapan Tersangka Kedua dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Suyitno alias SY (38), tersangka kedua dalam kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Faradila Amalia Najwa alias FAN, akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib. Penangkapan ini mengejutkan warga sekitar yang mengenal Suyitno sebagai sosok sederhana dan tidak pernah terlibat dalam masalah hukum.

Suyitno merupakan warga Blok Duren, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo. Ia dikenal sebagai teman masa kecil dari pelaku utama, yakni oknum polisi Bripka Agus Saleman alias Bripka AS. Selain itu, Bripka AS juga diketahui sebagai kakak ipar korban Faradila atau suami dari Husna.

Penangkapan Suyitno sontak mengejutkan warga setempat. Mereka tidak menyangka bahwa Suyitno terlibat dalam kasus tersebut. Menurut informasi dari warga, Suyitno selama ini dikenal sebagai orang yang tidak pernah neko-neko dan tidak memiliki catatan hukum. Sejumlah warga menduga bahwa keterlibatan Suyitno mungkin karena bujuk rayu atau iming-iming dari pelaku utama.

“Di sini memang dikenal orang biasa, kemungkinan kalau terlibat ya pasti karena diiming-imingi sama pelaku utama (Bripka AS),” ujar Muhammad Azwar, tetangga dekat Suyitno.

Kehidupan Harian Suyitno

Azwar menjelaskan bahwa Suyitno sehari-hari hanya bekerja serabutan untuk menghidupi keluarganya. Ia pernah melakukan berbagai pekerjaan seperti bertani, berjualan durian, hingga menjadi hansip dan sopir. Perekonomiannya termasuk menengah ke bawah. Azwar menyebut bahwa Suyitno memiliki dua anak, salah satunya masih kecil.

Menurut Azwar, hubungan Suyitno dengan Bripka AS sudah terjalin cukup lama. Informasi dari warga desa menyebut bahwa keduanya akrab karena bisnis pupuk. Hal ini membuat Suyitno lebih mudah terlibat dalam tindakan yang dilakukan Bripka AS.

Hubungan Lama Antara Suyitno dan Bripka AS

Keterlibatan Suyitno dalam pembunuhan ini diduga karena diajak oleh Bripka AS. Hubungan mereka sudah lama terjalin sejak masa kecil. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Suyitno pernah bekerja membantu kedua orangtua Bripka Agus Saleman berjualan durian.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengakui bahwa kedua pelaku memiliki hubungan sebagai teman sejak semasa kecil. Hal ini membuat kemungkinan adanya komplotan antara keduanya dalam menjalankan tindak pidana tersebut.

“Jadi kalau hubungan informasi sementara ini yang didapatkan dari penyidik bahwa mereka sudah berteman sejak kecil,” ujarnya seusai Apel Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Lapangan Mapolda Jatim, pada Jumat (19/12/2025).

Penangkapan di Pamekasan

Sebelumnya, Suyitno (38) ditangkap Anggota Tim Jatanras Polda Jatim di Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (18/12/2025). Setelah ditangkap, ia digelandang ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

Pantauan di lokasi, sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku tampak memakai kemeja lengan pendek bermotif kotak-kotak perpaduan warna merah dan putih, bercelana jeans panjang, dan bersandal jepit. Ekspresi wajahnya datar dan dingin saat digelandang oleh petugas Polisi keluar dari mobil warna putih menyusuri jalanan menuju ke Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, dengan kondisi kedua pergelangan tangan diborgol.

Namun, tatapan matanya, Pelaku Suyitno tampak kebingungan melihat belasan orang jurnalis berjejal menunggu di depannya dan merekam momen tersebut. Sesekali Suyitno menatap tajam ke arah pandang para jurnalis. Setelah itu, ia kembali menatap ke arah bawah tepat pada jalanan permukaan berpaving yang akan dipijaknya.

Proses Penangkapan dan Perburuan

Menurut Kanit III Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim AKP Muhammad Fauzi, pihaknya melakukan pengejaran terhadap Pelaku S mulai dari Probolinggo, kemudian berlanjut ke Lumajang, hingga berakhir di Pamekasan. Ternyata, pelarian Pelaku S berpindah-pindah tempat itu karena diduga dibantu oleh beberapa anggota keluarganya.

Namun, lanjut Fauzi, pihaknya tetap berhasil mengetahui keberadaan tempat persembunyian Pelaku S di Pamekasan, hingga akhirnya dilakukan penangkapan, pada Jumat dini hari.

“Kami, kejar sejak selasa di Tiris (Probolinggo), kemudian kami kejar ke Lumajang, sampai di Pamekasan. Sampai di Pamekasan ada yang membawa kabur dari keluarganya. Dengan nego sangat alot, alhamdulillah tersangka bisa kita amankan,” ujarnya di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, pada Jumat sore.

Kejadian Awal Pembunuhan

Sebelumnya, Faradila Amalia Najwa (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditemukan tewas di sungai pinggir Jalan Raya Malang-Pasuruan, di depan Pabrik PT Satoria pada Selasa (16/12/2025). Jasad Faradila ditemukan dalam kondisi telentang di dasar sungai yang kering dengan posisi lutut kaki tertekuk dan pakaian masih lengkap.

Jaket hoodie, celana panjang, serta helm berwarna pink juga masih menempel di kepalanya. Belakangan terungkap Faradila adalah korban pembunuhan yang diduga dilakukan oknum polisi berinisial Bripka AS, yang diduga kakak iparnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *