Daftar Kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang Masih Jadi Lokasi Peredaran Narkoba
Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) di Kalimantan Selatan masih menjadi wilayah dengan tingkat peredaran narkoba yang cukup tinggi. Dalam paparan tahunan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres HSS, disebutkan bahwa beberapa kecamatan masih menjadi lokasi utama peredaran narkoba.
Posisi teratas berada di Kecamatan Kandangan. Diikuti oleh Kecamatan Daha Selatan, Sungai Raya, Padang Batung, Daha Utara, Angkinang, Loksado, Telaga Langsat, Simpur, dan Kalumpang. Hal ini disampaikan oleh Kapolres HSS AKBP Muhammad Yakin Rusdi dalam Konferensi Pers pengungkapan perkara Narkoba tahun 2025 di Aula Amandit, Mapolres HSS, Jumat (26/12/2025).
Menurut Kapolres, sebagian besar tersangka dalam kasus narkoba berasal dari luar Kabupaten HSS atau daerah tetangga. Dalam tahun 2024, jumlah pengedar mencapai 108 orang, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 114 orang. Meskipun ada kenaikan jumlah tersangka, jumlah barang bukti yang diamankan relatif sedikit, sehingga diperkirakan para pengedar hanya mengedarkan narkoba untuk kebutuhan pribadi.
Secara keseluruhan, dalam kurun waktu satu tahun, Satresnarkoba HSS menangani 99 kasus narkoba dengan total 121 tersangka. Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya adalah perempuan dan 115 lainnya laki-laki. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sabu-sabu seberat 361 gram, Dextro sebanyak 100 butir, serta daftar G sebanyak 180 butir.
Kapolres HSS juga menyebutkan bahwa mayoritas tersangka berusia antara 15 hingga 30 tahun, dengan dominasi dari kalangan wiraswasta. Jumlah perkara yang ditangani pada tahun 2025 sama dengan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 99 kasus.
Kapolres berharap keberhasilan penanganan perkara narkoba ini dapat membantu mengurangi dan memutus mata rantai peredaran narkoba di HSS. Dalam konferensi pers tersebut, hadir pula para tersangka dari kasus narkotika yang telah ditangani oleh Satresnarkoba.
Salah satu tersangka, R, warga Hamayung, Kecamatan Daha Utara, mengaku menyesal atas tindakannya. Ia menyatakan rasa penyesalan karena usianya yang masih muda.
12 Tips Mencegah Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba memiliki dampak negatif yang sangat serius bagi jiwa dan raga seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegah penyalahgunaan narkoba. Berikut 12 tips yang dapat dilakukan:
- Melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan stakeholder seperti pemerintahan, aparat hukum, dinas kesehatan, dan pendidikan.
- Melakukan razia secara berkala dan mendadak di tempat-tempat yang dianggap berpotensi melakukan penyalahgunaan narkoba.
- Mendampingi dan merangkul individu yang berpotensi menyalahgunakan narkoba dengan memberi perhatian dan kasih sayang.
- Memperkuat pendidikan agama dan moral agar masyarakat paham efek negatif dan dosa dari penyalahgunaan narkoba.
- Mengadakan kegiatan kreatif, produktif, dan konstruktif untuk remaja dan pemuda sebagai bentuk edukasi lingkungan hidup.
- Mewaspadai tempat-tempat yang rawan peredaran dan penggunaan narkoba.
- Menyatakan perang terhadap narkoba melalui slogan-slogan antinarkoba di tempat-tempat yang erat hubungannya dengan peredaran narkoba.
- Aparat hukum bersama masyarakat mengungkap motif atau latar belakang kejahatan narkoba, kemudian menindak pelaku secara hukum.
- Melakukan penyelidikan dan penindakan dengan melibatkan instansi terkait serta partisipasi masyarakat.
- Melakukan proses hukum secara obyektif, transparan, cepat, dan adil terhadap pencandu dan pengedar narkoba.
- Melakukan kampanye dan penyebaran pengetahuan tentang bahaya narkoba melalui berbagai media, termasuk keluarga, sekolah, organisasi, dan tempat umum.
- Melakukan pemeriksaan fisik dan mental, tahap detoxifikasi, serta terapi medik untuk mengurangi ketergantungan bahan adiktif secara bertahap.
Dilansir dari buku Asuhan Kebidanan Kesehatan Reproduksi Remaja (2023), berikut solusi mengatasi penyalahgunaan narkoba:
- Membawa pengguna narkoba ke pusat rehabilitasi untuk mendapatkan penanganan medis.
- Memperkuat hubungan dengan Tuhan melalui ibadah dan spiritualitas.
- Melakukan komunikasi terapeutik dengan penderita pencandu narkoba.
- Mengajak untuk melakukan aktivitas fisik dan berperilaku positif sesuai minat mereka.
- Membantu mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.
- Mengajarkan gaya hidup sehat dan rutin berolahraga.
- Mengajarkan cara menyelesaikan masalah secara efektif dan sehat.
Itulah beberapa tips dan solusi untuk mencegah serta mengatasi penyalahgunaan narkoba. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, kita dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











