"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Gaji Debt Collector Bulanan Terungkap, Sering Tarik Kendaraan Kredit

Profesi Mata Elang yang Tidak Sembarangan

Debt collector atau yang dikenal sebagai mata elang sering kali menjadi perbincangan di masyarakat. Mereka terlihat aktif di jalan raya, melakukan penarikan kendaraan kredit yang menunggak pembayaran. Keberadaan mereka sering menimbulkan keresahan dan bahkan keributan. Namun, ternyata profesi ini tidak sepenuhnya ilegal. Justru, para mata elang resmi bekerja di bawah naungan perusahaan berbadan hukum.

Kewajiban yang Harus Dipenuhi

Seorang mata elang harus memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang aktif agar bisa bekerja secara resmi. Selain itu, mereka juga wajib mengikuti sertifikasi profesional yang disebut SPPI (Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia). Sertifikasi ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi di bawah APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Keuangan).

Proses sertifikasi ini tidak mudah. Calon mata elang harus melewati tes online dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Tes tersebut mencakup sistem penagihan yang benar, mulai dari cara menyapa debitur saat diberhentikan di jalan, cara berinteraksi, penyampaian tujuan, hingga sikap dan perilaku selama proses penagihan.

Selain itu, peserta juga harus membayar biaya tes sebesar Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Meski biaya ini cukup besar, banyak mata elang tetap bersaing untuk mendapatkan SPPI karena dianggap penting dalam pekerjaan mereka.

Sistem Kerja yang Berbeda

Meskipun berada di bawah naungan perusahaan berbadan hukum, para mata elang tidak menerima gaji bulanan tetap seperti karyawan biasa. Mereka bekerja secara freelance dan bergantung pada jumlah kendaraan yang berhasil ditelusuri.

PT yang menaungi para mata elang biasanya bekerja sama dengan banyak perusahaan leasing. Hal ini membuat jumlah kendaraan dengan kredit bermasalah cukup banyak setiap harinya. Besaran fee yang diterima mata elang bergantung pada leasing asal kendaraan tersebut, karena setiap leasing memiliki kebijakan yang berbeda.

Biasanya, dari satu unit sepeda motor, mata elang bisa memperoleh fee sekitar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Dalam sebulan, Alex mengaku dapat memperoleh lima hingga 10 kendaraan yang memiliki tunggakan kredit. Namun, pendapatan itu harus dibagi dengan rekan-rekannya karena ia bekerja secara kelompok.

Bukan Lagi Seperti Dulu

Dulunya, pekerjaan mata elang belum berada di bawah perusahaan berbadan hukum. Namun, karena banyaknya kejadian yang tidak diinginkan saat proses penindakan di lapangan, pihak leasing kemudian mewajibkan para mata elang untuk berada di bawah perusahaan resmi.

Alex menjelaskan bahwa PT bermitra dengan leasing melalui MoU, dan PT tersebut sudah berbadan hukum. Dengan adanya kerja sama ini, para mata elang tidak dapat bertindak sembarangan dalam menjalankan profesinya.

Bukti Bahwa Profesi Ini Legal

Alex menegaskan bahwa profesinya tidak ilegal. Salah satu buktinya adalah setiap fee yang diterima akan dipotong sebesar dua persen untuk pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan mereka diatur dan diawasi oleh lembaga yang berwenang.

Dengan adanya SPPI, pihak PT dan leasing menjadi yakin bahwa mata elang yang dipekerjakannya bisa menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, salah satunya tidak dengan melakukan kekerasan saat penagihan.

Kesimpulan

Profesi mata elang tidak lagi seperti dulu. Mereka kini bekerja di bawah naungan perusahaan berbadan hukum dan harus memenuhi berbagai syarat serta standar kerja yang ketat. Meski tidak menerima gaji bulanan tetap, mereka tetap bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar jika berhasil menemukan kendaraan dengan tunggakan kredit. Dengan adanya regulasi dan sertifikasi, profesi ini semakin diakui sebagai bagian dari sistem penagihan yang legal dan terstruktur.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *