Jalan-jalan sekaligus menikmati kulineran di Jakarta Christmas Market atau Pasar Natal yang digelar di kawasan Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi penutup kegiatan akhir tahun 2025 yang menyenangkan bersama Komunitas Traveler KOTEKA.
Sebuah pesan WhatsApp masuk dengan singkat. Terdapat sebuah link artikel dan tulisan, “Ikut Yuk,” dari Mbak Gana. Pengumuman kegiatan KOTEKA berupa jalan-jalan di Pasar Natal Jakarta (Jakarta Christmas Market) dan kulineran di Blok M Hub, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Saya melirik tanggal 27 Desember. Sabtu terakhir di tahun 2025. Waktu yang tepat untuk mengisinya dengan sebuah kegiatan komunitas. Segera menghubungi admin KOTEKA Mbak Palupi, di pagi hari yang sama, pukul 7.04. Let’s go, mari kita berjalan-jalan ke Blok M Hub dan bertemu teman-teman Koteka yang sudah lama tidak berjumpa.
Sejarah dan Fungsi Blok M Hub
Sejak diresmikan 27 Mei 2025 bertepatan dengan perayaan menuju Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke 498, Blok M Hub menjadi tempat bertemu yang asyik. Sebuah pusat aktivitas perkotaan yang terintegrasi.
Blok M Hub merupakan ruang publik, budaya, dan ekonomi yang jadi satu. Mau belanja asyik, mau kulineran juga menyenangkan. Corak warna terang kuning oranye bernuansa Betawi terasa.
Kendaraan menuju lokasi juga sangat mudah. Bisa menggunakan Trans Jakarta yang turun di Terminal Blok M ataupun dengan MRT di Stasiun Blok M BCA. Tinggal jalan sedikit melewati underground atau lorong yang kiri dan kanannya saat ini dipenuhi banyak kios kuliner. Semua titik bertemu.
Keberagaman Peserta dan Lokasi Pertemuan
Dari kami sembilan peserta koteka trip 12, ada yang menggunakan MRT dan ada yang menggunakan Trans Jakarta. Letak Pasar Natal Jakarta alias Jakarta Christmas Market ada di tengah-tengah lorong, sedangkan titik temu di Terminal Blok M Trans Jakarta.
Pasar Natal Jakarta, Berkumpulnya karya 100 UMKM
Buat tempat nongkrong, Blok M Hub saat ini boleh dibilang selalu menarik dan penuh semangat. Tidak pernah sepi. Biasanya, semakin sore juga semakin ramai. Ini bagian dari lifestyle penduduk Jakarta.
Beda dengan kondisi tahun sebelumnya yang terkesan angker dan sepi karena toko-toko sempat tutup, terutama pasca pandemi.
Sabtu pagi itu, belum ramai pengunjung yang datang ke Pasar Natal Jakarta yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Bisa saja, semakin sore akan semakin banyak. Ini Pasar Natal pertama di Blok M Hub yang saya kunjungi. Seluruh pesertanya adalah UMKM lokal.
Jumlahnya sekitar 100 stan Jakpreneur, yang merupakan wadah pengembangan UMKM melalui kewirausahaan. Sebuah dukungan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta kepada para pelaku usaha kecil.
Nuansa Natal dan Beragam Produk UMKM
Saat sampai, nuansa natal terlihat di Blok M Hub. Ada pohon natal. Memasuki ke area Jakarta Christmas Market, kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan momen Natal dan Tahun Baru mulai tanggal 20-30 Desember 2025, dekorasi hiasan warna hijau, merah, dan emas terlihat di setiap kedai UMKM.
Hiasan kertas, yang salah satunya berbentuk pohon natal digantungkan di antara kedai. Suasana musik khas yang biasa terdengar saat Natal mengalun di area Pasar Natal yang buka mulai pukul 10.00 hingga pukul 22.00.
Para pengunjung bisa menjelajahi berbagai stan kuliner, kriya, fesyen ada. Sebuah booth untuk berfoto dengan latar rumah dan perapian pun disediakan. Mulanya, saya pikir hanya yang berkaitan dengan kekhasan natal saja yang terdapat di Jakarta Christmas Market. Namun ternyata terdapat lebih beragam produk UMKM.
Produk-produk Menarik dari UMKM
Buat saya, kegiatan pameran UMKM merupakan kesempatan untuk tahu produk-produk UMKM yang saat ini ada di pasaran. Jika ada pemiliknya langsung, saya senang untuk sekaligus bertanya-tanya seputar usaha kecil yang dijalankannya. Biasanya, saya salut dengan ide dan perjuangan yang dilakukan para UMKM itu.
Sejumlah produk UMKM menarik perhatian saya, salah satunya Keripik Tempe. Namanya unik “Aku Anak Tempe”. Menurut Tiara, yang menjaga stan, terdiri atas tiga varian kripik tempe, yakni original, pedas, dan balado. Tempe merupakan makanan yang disukai banyak orang Indonesia. Keripik tempe ini diproduksi di Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat. Aku suka yang rasa Balado.
Sejumlah teman KOTEKA tampak mencoba baju ataupun pernak-pernik yang ada seperti rajutan. Ada teman yang berkelakar sekalian beli baju baru untuk lebaran, yang akan datang beberapa bulan lagi. Saat pameran seperti ini, terkadang ada diskon bagi pembeli.
Berbagai sambal dalam kemasan dengan merek “Sambal Julied” juga menarik perhatian saya. Menurut pemiliknya, usaha yang dijalankan di Jelambar itu semula fokusnya adalah katering. Namun sekarang mengembangkan beragam jenis sambal karena banyak orang Indonesia menyukai berbagai rasa sambal, seperti sambal pete, ada sambal cumi, sambal rebon, dan sambal bawang.
Soal cemilan sehat, ada Crispy Salad yang diproduksi di Sunter, Jakarta Utara. Menurut Ghya Lee, Business Development Salad, usahanya sudah berjalan sekitar 10 tahunan. Makanan keringan yang dikemasnya berasal dari super food hingga termasuk cemilan sehat. Bukan sekedar tumbuhan yang dijadikan keripik.
Segelas minuman unik dengan bahan arang dari Cha Cho memberikan saya rasa berbeda. Ditambah es batu rasanya lebih enak. Menurut penjaga stannya, jika penyuka rasa asam dan lebih segar dapat mencoba charcoal lemonade.
Kulineran di Bakmie Berkat
Ngobrol di “Bakmi Berkat”
Keliling di Pasar Natal alias Jakarta Christmas Market Blok M tidak terasa sudah lewat dari pukul 11.00. Sudah jamnya kulineran! Setelah berfoto-foto di Pasar Natal, kami lalu menuju Bakmie Berkat yang letaknya berhadapan dengan Pasar Natal. Nuansa natal terlihat di hiasan dalam ruangan.
Namun sayangnya, lokasinya tidak begitu besar. Sehingga kami bersembilan harus terpisah di dua meja. Pendingin udara juga tidak terlalu terasa meski rasa bakmie cukup lezat dengan porsi cukup tak berlebih.
Jika sedang berkumpul seperti ini, asyiknya berbagai percakapan tercipta. Saling bertukar cerita. Mbak Palupi mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan karena terkadang seseorang tampak sehat-sehat saja bisa tiba-tiba sakit.
Obrolan pun mengalir dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Pengalaman saat tinggal di Jerman pun dibagikan Mbak Palupi. Termasuk, harus pandai-pandai menjaga dan meyimpan keuangan untuk masa depan karena sebagian besar dari kami bergerak di pekerjaan swasta.
Pertemuan, jajan dan kulineran yang menyenangkan. Semoga tahun depan semakin banyak dan lebih menarik lagi kegiatan-kegiatan komunitas yang bisa bermanfaat tidak hanya bagi anggotanya, tapi juga menebarkan informasi penyemangat bagi pembacanya.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











