"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Pertanian Kuningan Melesat 2025: Bantuan Kementan 10 M Buahkan 120 Ribu Ton Beras Surplus

Penguatan Sektor Pertanian Kuningan untuk Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus memacu penguatan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah hingga nasional. Komitmen ini ditunjukkan melalui berbagai inisiatif dan program yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian di wilayah tersebut.

Salah satu langkah penting dalam upaya ini adalah penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan ini diberikan untuk percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan mendorong swasembada pangan 2025. Penyerahan alsintan dilakukan di Halaman Setda KIC Kabupaten Kuningan, Senin (29/12/2025), dan menjadi momentum penting dalam penguatan modernisasi pertanian di daerah.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menekankan bahwa bantuan alsintan bukan hanya sekadar dukungan fisik, tetapi bagian dari strategi besar untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kesejahteraan petani. Ia menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian mampu mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus menekan kehilangan hasil dan menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si. Menurutnya, Diskatan Kuningan berhasil menjaga sektor pertanian tetap berkembang meski menghadapi keterbatasan fiskal, berkat kepemimpinan solid dan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

Capaian Produksi Beras yang Menggembirakan

Bupati juga memaparkan capaian sektor pertanian Kabupaten Kuningan yang dinilai sangat menggembirakan, terutama dari sisi produksi beras. Produksi beras Kuningan tercatat naik dari 224 ribu ton pada 2023, menjadi 225 ribu ton di 2024, lalu melonjak signifikan hingga lebih dari 254 ribu ton pada 2025. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 134 ribu ton per tahun, Kabupaten Kuningan kembali mencatat surplus beras hampir 120 ribu ton.

Capaian ini didukung oleh luas tanam dan panen sekitar 64 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata lebih dari 61 kuintal per hektare, melampaui target yang ditetapkan provinsi. Bupati menyebut keberhasilan ini lahir dari sinergi banyak faktor, mulai dari iklim yang mendukung, peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan, penguatan irigasi, hingga pemanfaatan alsintan secara masif.

Pengadaan Alsintan yang Signifikan

Sementara itu, Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengungkapkan bahwa sepanjang Januari–Desember 2025 pihaknya menerima 337 unit alsintan dari sembilan jenis bantuan pemerintah pusat. Total nilai bantuan tersebut mendekati Rp10 miliar dan seluruhnya bersumber dari Kementerian Pertanian RI untuk mempercepat mekanisasi pertanian di Kuningan.

Wahyu menegaskan mekanisasi menjadi tulang punggung peningkatan indeks pertanaman, efisiensi biaya produksi, serta percepatan proses tanam dan panen di tingkat petani. Alsintan yang diterima meliputi combine harvester, crawler traktor, traktor roda empat dan dua, rice transplanter, hand sprayer, power thresher, pompa air, hingga corn sheller yang disalurkan sesuai kebutuhan wilayah.

Pada penyerahan kali ini, bantuan disalurkan kepada 34 kelompok tani di 34 desa yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Fokus pada Pengembangan Infrastruktur Irigasi

Selain mekanisasi, penguatan irigasi menjadi fokus utama Pemkab Kuningan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan, khususnya di wilayah tadah hujan. Sepanjang 2025, optimalisasi lahan dilakukan di area seluas 2.236 hektare melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan dan perpipaan, dam parit, hingga pembangunan embung.

Program irigasi perpompaan terbukti meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 bahkan IP 230, sehingga petani dapat menanam hingga tiga kali dalam setahun. Diskatan juga mengusulkan pembangunan RJIT kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citanduy, yang seluruhnya mendapat fasilitasi.

Sebanyak 138 titik RJIT berhasil direalisasikan untuk memperkuat jaringan irigasi hingga ke tingkat usaha tani. Wahyu menegaskan kombinasi antara alsintan dan infrastruktur irigasi menjadi kunci agar peningkatan produksi tidak bergantung musim, tetapi berjalan stabil dan berkelanjutan.

Apresiasi dari Kementerian Pertanian

Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Kuningan juga menerima apresiasi dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI atas kontribusinya dalam meningkatkan produksi padi Jawa Barat. Produksi padi Jawa Barat pada 2025 tercatat mencapai 10,2 juta ton Gabah Kering Giling, sementara produksi nasional menembus 60,37 juta ton GKG.

Capaian tersebut menegaskan posisi strategis Kabupaten Kuningan dalam menjaga ketahanan pangan regional hingga nasional. Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan petani, Pemkab Kuningan optimistis sektor pertanian akan terus menjadi penggerak ekonomi daerah menuju Kuningan MELESAT yang mandiri dan berdaulat.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *