"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Kemampuan Polisi Ungkap Kematian Bella di Batam, Kunci Pintu Jadi Petunjuk Awal

Penyelidikan Kasus Kematian Bella

Kasus kematian Bella (21) akhirnya selesai di selidiki oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja. Polisi telah menetapkan Muhammad Tegar Aditama (19) sebagai tersangka. Awalnya, polisi sempat meragukan bahwa korban tewas dibunuh karena kondisi korban sudah membusuk dan tanda-tanda pembunuhan tidak terlalu terlihat di TKP.

Dalam konferensi pers di Polsek Lubuk Baja, Rabu (31/12/2025), Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja Iptu Noval Adimas menjelaskan awalnya pihaknya hanya mendapat informasi penemuan mayat. Mereka mengira korban meninggal karena sakit atau bunuh diri. Namun, saat ditemukan, kondisi korban sudah membengkak.

Kejelian penyidik diuji. Mereka menelusuri semua TKP dan merinci barang-barang yang ada di sana. Akhirnya, polisi menemukan petunjuk awal yang mencurigakan. Saat tiba di TKP, polisi melihat pintu kamar kos Bella terkunci dari luar. Artinya, ada orang yang mengunci. Jika korban bunuh diri, korban pasti menutup pintu dari dalam bukan dari luar.

“Kita curiga disana, gak mungkin dia dikunci dari luar terus bunuh diri. Pastinya dia dibunuh dan pintu dikunci dari luar. Karena ada yang aneh, kami melakukan penyelidikan. Memantau sejumlah CCTV yang ada di lokasi,” ujar Noval.

Setelah menyisir TKP, Noval dan tim mengamankan sejumlah CCTV. Mereka mempelajari rekaman CCTV tersebut. Di sini mereka mendapat petunjuk baru. Dalam CCTV terlihat pelaku dan korban berjalan menuju kos berdua. Posisinya waktu itu, korban baru pulang dari tempat kerja.

Rekaman berikutnya menunjukkan pelaku Tegar Aditama berjalan sendiri tanpa adanya Bella. “Saya bilang sama anggota, langsung amankan si Tegar ini. Walaupun kami belum tahu dia bersalah apa tidak. Yang jelas diamankan itu, takutnya dia sudah jauh dan meninggalkan Batam,” sebut Noval.

Alasan polisi tepat dalam penanganan kasus ini. Tegar dikejar oleh polisi dan akhirnya ditangkap di kawasan Nagoya ketika sedang berada di kos temannya.

Selama di periksa, korban kooperatif. Dia menceritakan segala yang terjadi malam itu hingga singkron dengan temuan-temuan kita di lapangan.

Perilaku Pelaku Setelah Pembunuhan

Pelaku Cium Kening Korban Usai Dibunuh

Muhammad Tegar Aditama menceritakan semua kejadian malam itu hingga dia nekat menghabisi Bella yang selama ini menjadi kekasihnya. Walaupun sudah menghabisi Bella, Tegar ternyata masih menyimpan rasa sayang kepada korban. Hal itu terucap dari mulut pelaku ketika menjalani interogasi oleh penyidik di Polsek Lubuk Baja.

Usai menghabisi korban, pelaku sempat mencium kening korban sebelum ditinggalkan dan dikunci di kamar tempat mereka tinggal. “Dia bilang sempat mencium kening korban usai membunuh. Kemudian dia pergi meninggalkan mayat Bella dalam kondisi tidak bernyawa. Dia juga membenarkan kalau sudah mengunci pintu dari luar usai menghabisi Bella,” tegasnya.

Detik-Detik Pembunuhan

Polisi mengungkap detik-detik sebelum wanita kelahiran Sumatera Selatan itu ditemukan dalam kondisi membusuk di kamar indekos Blok VI Batu Selicin, Lubukbaja, Kota Batam. Pelaku pembunuhan tak lain adalah sang kekasih, Muhammad Tegar Aditama (19), yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja, Iptu Noval Adimas, mengatakan pembunuhan dilakukan tersangka dengan persiapan untuk menghindari suara terdengar oleh tetangga. “Korban meninggal dunia karena emosi terhadap kata-kata korban. Perbuatan awal tersangka yakni mencekik korban hingga meninggal dunia, lalu korban kemudian ditemukan diselimuti sprei hijau, ditutupi karpet warna hitam dan pink, lalu ditimpa kasur single bed pada (18/12) lalu,” ujar Noval, Rabu (31/12/2025).

Noval melanjutkan aksi kejinya tersebut juga telah dipersiapkan oleh tersangka, dimana tersangka sempat mempersiapkan pakaian kerja korban. Malam pada saat kejadian, tersangka mengunci pintu kamar dari atas dan bawah. “Korban sempat bertanya kenapa pintu dikunci. Setelah itu tersangka mematikan lampu, korban juga menanyakan kenapa lampu dimatikan,” jelasnya.

Tak lama kemudian, tersangka memutar musik DJ dari YouTube dengan volume keras. “Tujuannya agar saat tersangka mencekik korban, tidak terdengar oleh tetangga,” ungkap Noval. Saat musik diputar, tersangka sempat mengajak korban berbicara untuk mengklarifikasi cekcok yang sebelumnya terjadi.

Tersangka meminta korban menjelaskan dan meminta maaf. “Korban sempat meminta maaf, namun dengan nada tinggi. Itu yang menjadi pemicu awal tersangka,” katanya. Tersangka kemudian mencekik leher korban, serta menutup mulut dan hidung korban secara berulang kali hingga korban lemas.

“Mulut korban sempat mengeluarkan darah sampai akhirnya korban tidak bernapas,” ungkapnya. Setelah korban tidak bernyawa, tersangka mengelap darah yang keluar dari mulut korban. Tersangka juga sempat memeriksa denyut nadi dan pernapasan korban, bahkan menekan dada korban.

“Tersangka sempat khawatir dan mengecek kondisi korban. Namun korban sudah meninggal dunia,” jelasnya. Tersangka kemudian merapikan tempat kejadian perkara karena darah yang keluar dari tubuh korban, dan kemudian kamar ditutup dari luar menggunakan hanger. “Sebelum meninggalkan korban di TKP, tersangka sempat mencium dahi korban,” tutup Noval.

Kasus ini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Lubukbaja. Polisi terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *