"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Ancaman teror terhadap kreator Sherly Annavita, rumah dilempari telur

Pengalaman Mencekam Sherly Annavita Akibat Intimidasi Terkait Kritiknya terhadap Penanganan Bencana

Sherly Annavita, seorang konten kreator asal Lhokseumawe, dikenal sebagai pendukung setia Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 dan 2019. Namun, pada Pilpres 2024, ia memilih tidak memberikan dukungan karena menolak pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Meski demikian, ia tetap menjaga sikap kritis terhadap berbagai isu yang dianggap penting, termasuk penanganan bencana banjir di beberapa wilayah Sumatra.

Pada akhir-akhir ini, Sherly mengalami pengalaman mencekam yang menunjukkan adanya ancaman terhadap dirinya. Ia melaporkan serangkaian aksi teror yang diduga berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap penanganan banjir besar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Aksi tersebut tidak hanya bersifat digital, tetapi juga menyasar fisik dan lingkungan tempat tinggalnya.

Mobil pribadinya yang terparkir di depan rumah dicoret-coret menggunakan cat semprot (pilox). Selain itu, ia juga menemukan kantong plastik berisi telur busuk yang dilemparkan ke halaman rumahnya, disertai gulungan kertas berisi pesan bernada ancaman. Isi gulungan kertas terdiri dari tiga lembar yang berisi pesan hingga identitas. Salah satu pesan tersebut berbunyi:

“Sherly jangan kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi jangan kamu mengiring opini sesat,”

Teror juga berlanjut ke ruang digital. Sherly mengaku menerima pesan intimidatif melalui WhatsApp dan media sosial, yang secara eksplisit memintanya berhenti mengangkat isu banjir di Sumatra sebagai konten.

Kritik yang Disampaikan oleh Sherly

Sherly selama ini dikenal vokal menyuarakan keprihatinannya terhadap bencana banjir besar yang melanda beberapa wilayah Sumatra. Beberapa poin utama kritik yang ia sampaikan antara lain:

  • Terhambatnya distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terisolasi seperti Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang akibat putusnya jembatan.
  • Kritik terhadap sikap pemerintah yang menolak bantuan dari pihak asing di tengah kondisi darurat kebencanaan.

Berdasarkan data BNPB per 30 Desember 2025, tercatat 1.141 orang meninggal dunia dan 163 lainnya masih dinyatakan hilang.

Meskipun bersikap kritis terhadap pemerintah, Sherly menegaskan bahwa sikapnya sama sekali tidak dilandasi kebencian pribadi, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menulis:

“Untuk siapa pun yang melakukan atau memerintahkan teror-teror ini, mohon disudahi. Sherly dan teman-teman influencer bukan musuh negara, juga sama sekali bukan musuh Pak Prabowo.”

Dukungan Pada Prabowo di Masa Lalu

Sherly bahkan mengungkap rekam jejak dukungannya pada Prabowo di masa lalu. Ia mengaku terlibat sebagai relawan sejak Pilpres 2014 saat masih menjadi mahasiswa tingkat akhir. Pada Pilpres 2014, ia bergabung sebagai penyiar di Radio kantor pusat DPP Gerindra untuk memutarkan rekaman iklan komitmen kebangsaan Pak Prabowo. Pada Pilpres 2019, ia juga aktif menyebarkan gagasan kebangsaan Prabowo melalui media sosial, membantah berbagai tudingan dari kubu lawan, hingga ikut dalam aksi demonstrasi di depan KPU dan Bawaslu terkait dugaan kecurangan pemilu.

Sherly menekankan bahwa perbedaan pandangannya dengan pemerintah saat ini justru lahir dari rasa cinta pada bangsa. Ia menulis:

“Kalaupun sekarang Sherly berbeda pendapat dengan Pemerintah dan Pak Presiden terkait penanganan bencana atau hal lainnya, itu bukan karena kebencian, melainkan karena rasa sayang pada bangsa ini dan keinginan melihat keadilan serta kemakmuran benar-benar terwujud.”

Teror yang Pernah Dialami

Teror yang ia alami saat ini bukan yang pertama. Sherly mengungkap bahwa pada 2019, ia juga pernah mengalami intimidasi serupa usai mengkritik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam acara Indonesia Lawyers Club. Ia menulis:

“Semoga cara-cara seperti ini tidak lagi dilanjutkan, karena hanya merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa. Izin lapor ya Bapak @prabowo.”

Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan kepada ketua RT setempat. Sherly berharap pelaku teror dapat teridentifikasi melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *