"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Institut Terkemuka Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Capai 5,3—5,6 Persen



JAKARTA – Lembaga think tank Global Research on Economics, Advance Technology, dan Politics (Great) Institute memberikan proyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan berada di atas 5 persen. Meskipun tantangan dari ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, Great Institute menilai bahwa kekuatan ekonomi domestik cukup resilien.

“Great Institute memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berkisar antara 5,3 hingga 5,6 persen,” ujar Adrian Nalendra Perwira, peneliti Great Institute, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Great Institute, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2026). Proyeksi ini bisa tercapai jika tiga syarat utama terpenuhi.

Tiga Syarat Utama untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Pertama, adanya dorongan terhadap konsumsi rumah tangga. Menurut Adrian, proporsi konsumsi rumah tangga mencakup sekitar separuh pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga konsumsi rumah tangga, khususnya dari kelas menengah.

Adrian menjelaskan bahwa pertumbuhan tahunan konsumsi rumah tangga relatif stabil di kisaran 4,87—4,97 persen sepanjang tahun 2025. Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB diperkirakan sekitar 2,54—2,64 poin persentase (pp).

Tantangan bagi 2026 adalah mengubah konsumsi rumah tangga dari sekadar penyangga menjadi salah satu mesin akselerasi pertumbuhan tanpa mengobarkan stabilitas harga. Untuk itu, pemerintah perlu mendorong konsumsi kelas menengah, terutama yang bergerak ke kelompok rentan. Kelas menengah merupakan pondasi utama dari konsumsi rumah tangga di Indonesia.

Kedua, pengeluaran pemerintah harus dimanajemen dengan optimal. Meskipun proporsinya kecil terhadap pertumbuhan ekonomi, multiplier effect-nya untuk meningkatkan konsumsi sangat besar. Pengelolaan pengeluaran pemerintah yang optimal dapat mendorong konsumsi dan investasi.

Adrian menyebutkan bahwa ada langkah transisi dalam pengelolaan pengeluaran pemerintah. Dari yang biasanya dilakukan secara gencar di akhir tahun (backloading) menjadi lebih cenderung dilakukan di awal tahun (frontloading) pada 2026. Selain itu, kualitas belanja juga harus produktif dan memiliki multiplier effect untuk kelas menengah.

Empat Paket Transformasi yang Perlu Dilakukan

Selanjutnya, pemerintah perlu menjalankan empat paket transformasi agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target 5,3—5,6 persen.

Pertama, transformasi ketenagakerjaan. Adrian menilai ini sebagai salah satu transformasi yang paling penting. Transformasi ini melibatkan demand, supply, matching, serta regulasi tenaga kerja.

Kedua, transformasi struktural usaha. Hal ini berkaitan dengan iklim usaha sektor riil yang sering mengalami bottlenecking. Adrian menyarankan upaya untuk mengurai kekusutan yang terjadi di sektor riil Indonesia.

Ketiga, transformasi manajemen utang. Dalam pembiayaan utang, akan diterbitkan surat utang dengan tenor pendek. Hal ini dinilai akan lebih cepat dalam upaya switching utang.

Keempat, transformasi program prioritas. Adrian menekankan pentingnya integrasi dalam menjembatani program-program prioritas seperti makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi merah putih (KMP) agar pelaksanaannya bisa lebih maksimal.

Dengan adanya tiga syarat utama dan empat paket transformasi tersebut, Great Institute optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 bisa mencapai target yang ditetapkan.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *