Beasiswa Berdaya 2025 dari KPC untuk Mahasiswa Kutai Timur Resmi Ditutup
Beasiswa Berdaya 2025 yang diselenggarakan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk mahasiswa Kutai Timur resmi ditutup hari ini, Sabtu, 11 Januari 2026. Program ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di wilayah operasional perusahaan.
Program ini khususnya ditujukan bagi mahasiswa D3, D4, dan S1 yang berasal dari keluarga kurang mampu di sekitar area operasional KPC. Dengan fokus pada daerah-daerah seperti Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon, Beasiswa Berdaya 2025 bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata dan memastikan generasi muda dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.
Tujuan dan Manfaat Beasiswa Berdaya
Beasiswa Berdaya 2025 merupakan bentuk komitmen KPC dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui program ini, KPC ingin membantu mengurangi beban biaya pendidikan bagi mahasiswa yang kurang mampu, sekaligus mendorong keberlanjutan studi hingga lulus. Dengan tema keberlanjutan, program ini juga menekankan pentingnya melahirkan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki rasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia lokal yang berdaya saing dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke daerah asalnya sebagai tenaga berkualitas.
Persyaratan Pendaftaran
Untuk memastikan beasiswa tepat sasaran, KPC menetapkan beberapa persyaratan administratif dan akademik. Calon pendaftar wajib merupakan warga Kabupaten Kutai Timur yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, pendaftar harus membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak sedang menerima beasiswa lain, yang ditandatangani di atas materai.
Dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan antara lain:
- Surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan
- Surat keterangan aktif kuliah dari perguruan tinggi
- Kartu Mahasiswa atau Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
- Akta kelahiran
- Ijazah SMA/SMK bagi mahasiswa baru
- Kartu Hasil Studi (KHS) semester terakhir bagi mahasiswa yang sudah menempuh perkuliahan
- Foto kondisi rumah tampak luar dan dalam
Proses Pendaftaran dan Jadwal
Pendaftaran Beasiswa Berdaya 2025 telah dibuka sejak 22 Desember 2025 dan ditutup pada 11 Januari 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring atau online. Calon pendaftar dapat mengisi formulir pendaftaran melalui tautan resmi yang disediakan KPC, yakni:
https://bit.ly/BeasiswaBerdayaKPC2025_D3D4S1
Selain melalui tautan, pendaftaran juga dapat dilakukan dengan memindai QR Code yang tertera pada poster resmi Beasiswa Berdaya 2025 dari KPC. Metode ini memudahkan calon pendaftar, khususnya mahasiswa yang mengakses informasi melalui perangkat ponsel.
Untuk informasi lebih lanjut, KPC menyediakan kontak narahubung yang dapat dihubungi, yaitu Rosna (0812-5526-3317) dan Susi Apriatin (0813-4622-3758). Kehadiran kontak resmi ini diharapkan dapat membantu calon pendaftar yang membutuhkan penjelasan teknis terkait proses seleksi maupun kelengkapan dokumen.
Kuota dan Wilayah Sasaran
Pada tahun 2025, KPC menyiapkan kuota penerima beasiswa sebanyak 30 orang mahasiswa. Para penerima berasal dari empat kecamatan di Kutai Timur, yakni Kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Selatan, Kecamatan Rantau Pulung, dan Kecamatan Bengalon. Keempat wilayah ini dikenal sebagai daerah yang paling dekat dengan aktivitas operasional perusahaan.
Harapan dan Tantangan
Beasiswa Berdaya 2025 diharapkan tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Kutai Timur untuk terus berprestasi. Dukungan berkelanjutan dari dunia industri dinilai penting dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah yang memiliki tantangan ekonomi.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pembangunan daerah secara inklusif. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke daerahnya sebagai sumber daya manusia yang berkualitas.











