Rentetan Kecelakaan Maut di Kotim
Kota Sampit, Kalimantan Tengah, kembali menjadi sorotan setelah rentetan kecelakaan maut terjadi dalam waktu singkat. Dalam rentang waktu kurang dari enam jam, tiga insiden kecelakaan terjadi dan merenggut dua nyawa serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan. Kejadian ini memicu kepanikan dan duka bagi warga setempat.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 17.20 WIB di Jalan HM Arsyad Kilometer 16, Desa Bapeang, Kecamatan MB Ketapang. Insiden tersebut melibatkan lebih dari satu kendaraan dan menimbulkan kerusakan berat.
Beberapa jam kemudian, kecelakaan kedua terjadi di Terowongan Nur Mentaya pada pukul 18.30 WIB. Sementara kejadian ketiga terjadi di depan Stadion 29 November Sampit pada pukul 22.00 WIB.
Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Jumat (16/1/2026) tidak hanya meninggalkan korban jiwa, tetapi juga memberi dampak psikologis pada masyarakat. Jalanan di Kota Sampit tampaknya tidak pernah benar-benar beristirahat, dengan kecelakaan terjadi silih berganti dari sore hingga malam hari.
Kecelakaan Tabrak Lari yang Menewaskan Anak SD

Kurang dari 24 jam setelah rentetan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim), kembali terjadi insiden tabrak lari yang menggegerkan warga. Peristiwa ini terjadi di kawasan Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, pada Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Seorang anak Sekolah Dasar (SD) dilaporkan menjadi korban setelah ditabrak mobil saat sedang berjalan kaki. Bukannya memberikan pertolongan, pengemudi mobil justru kabur dari lokasi kejadian. Korban mengalami luka lecet di sekujur tubuh dan akhirnya meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.
Pelaku Tabrak Lari Akhirnya Diamankan

Setelah melarikan diri selama lebih dari satu jam, mobil yang diduga kuat menabrak korban berhasil diamankan oleh warga bersama aparat kepolisian dan unsur TNI di wilayah Pundu.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Korban yang masih duduk di bangku SD ditabrak saat sedang berjalan kaki. Meskipun korban sempat mendapatkan pertolongan, nyawanya tidak tertolong akibat cedera yang parah.
Penangkapan Pelaku Pencurian Sawit

Areal perkebunan sawit PT Mulia Agro Permai (MAP) Barat, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi tempat aksi pencurian tandan buah segar (TBS). Seorang pria berusia 48 tahun, berinisial JM, berhasil diamankan oleh pihak keamanan perusahaan dan diserahkan ke Polres Kotim.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/1/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku berhasil mencuri 660 kg atau 30 janjang TBS. Satu pelaku lainnya berhasil kabur, sementara barang bukti telah diamankan oleh polisi.
Jalan Penghubung yang Viral sebagai Wisata Dadakan

Jalan penghubung Kecamatan Kota Besi menuju Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), kini menjadi wisata dadakan yang viral di media sosial. Aspal hitam yang membentang mulus seolah menjadi magnet baru, menarik warga untuk datang, berhenti, dan menikmati suasana sore.
Dulunya, jalan tersebut rusak parah dan sering dikeluhkan oleh warga yang melintas. Namun, setelah proses perbaikan rampung, kawasan tersebut kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi, terutama pada sore hari.
Warga memilih memarkirkan sepeda motor mereka di bahu jalan, duduk santai, berbincang, hingga mengabadikan momen matahari terbenam dengan latar jalan yang kini nyaman dilalui.











