"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Mau Dipanggil “Prince”, Fakta Menarik Agus Saputra, Guru yang Dikeroyok Siswa SMK di Jambi

Peristiwa Pengeroyokan Guru di SMK Negeri 3 Berbak Tanjung Jabung Timur

Seorang guru Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Berbak Tanjung Jabung Timur, Jambi, Agus Saputra, mengalami pengeroyokan oleh siswanya. Kejadian ini terjadi setelah guru tersebut merasa tersinggung dengan ucapan yang dianggap tidak sopan dari seorang siswa.

Permintaan Sapaan “Prince”

Agus Saputra meminta para siswanya untuk memanggilnya dengan sapaan “Prince” alias pangeran. Menurutnya, jika tidak dipanggil dengan sapaan tersebut, ia akan merasa tidak nyaman dan marah. Hal ini berbeda dengan kebiasaan umum di sekolah-sekolah lain, di mana guru biasanya disapa dengan sebutan “Pak”, “Mr.”, atau “Sir”.

Awal Mula Konflik

Dalam kesempatan wawancara, salah satu siswa yang terlibat dalam pengeroyokan, MLP, menceritakan awal mula konflik. Saat itu, ia sedang belajar di kelas dan siswa lainnya membuat keributan. Ia meminta para siswa diam, namun Agus Saputra yang berada di depan kelas merasa tersinggung dan langsung masuk ke dalam kelas tanpa izin.

Setelah menanyakan siapa yang mengucapkan kata-kata kasar, MLP menjawab bahwa dirinya menyebut dirinya sebagai “Prince”. Tidak lama kemudian, Agus Saputra langsung menamparnya.

Awal Mula Pengeroyokan

Menurut MLP, pengeroyokan terjadi karena para siswa meminta Agus Saputra untuk meminta maaf atas penghinaan yang dianggapnya terhadap orang tua siswa. Namun, Agus tidak mau mengakui kesalahannya. Bahkan, ia mengejek siswa dan meninju MLP.

Melihat aksi Agus yang meninju, para siswa menjadi marah dan langsung mengeroyoknya. MLP mengaku bahwa awalnya para siswa tidak berniat melakukan pengeroyokan, tetapi tindakan Agus yang menampar dan meninju membuat mereka bertindak keras.

Laporan ke Polda

Setelah mediasi, Agus Saputra melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jambi. Ia didampingi oleh kakaknya, Nasir, dan membuat laporan polisi selama hampir empat jam. Nasir menyatakan bahwa adiknya merasa dirugikan secara mental akibat kasus ini, terutama setelah video pengeroyokan viral di media sosial.

Agus juga telah menjalani visum, dan ada beberapa luka lebam di tubuhnya yang akan menjadi bukti bagi pihak kepolisian.

Pengakuan Agus tentang Kekerasan

Agus Saputra mengakui bahwa ia sempat melakukan kekerasan terhadap siswa, tetapi hanya sebagai bentuk pembinaan spontan. Ia mengatakan bahwa ia tidak bermaksud menganiaya siswa, tetapi hanya membela diri saat ditegur dengan nada tidak sopan.

Alasan Bawa Celurit

Dalam salah satu potongan video, Agus terlihat membawa celurit. Menurutnya, celurit tersebut merupakan alat pertanian yang tersedia di sekolah karena SMKN 3 Tanjab Timur adalah SMK Pertanian. Ia hanya menggertak agar siswa bubar, tanpa niat menyakiti.

Penyebab Keroyokan

Agus mengakui bahwa ia melontarkan kata-kata yang diduga menyinggung perasaan siswa. Kata-kata tersebut berkaitan dengan ekonomi siswa yang kurang mampu. Ia berharap ada pihak yang dapat memediasi kasus ini agar tidak berlarut-larut.

Permintaan Maaf dari Siswa

Lewat akun Instagram @cicitvjambi, Ketua OSIS SMK 3 Tanjung Jabung Timur menyampaikan permintaan maaf terhadap instansi yang terlibat. Ia meminta Agus Saputra dipindahkan dari sekolah tersebut karena menurutnya guru tersebut sering menindas siswa.

Video Viral dan Dampaknya

Aksi pengeroyokan itu viral di media sosial hingga Agus Saputra mengalami cidera. Adapun penyebab Agus Saputra dikeroyok siswa hingga alami cidera karena bernada tidak sopan dan tidak beretika hingga menyinggung siswa.




Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *