"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Detik-detik Penemuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 oleh Tim SAR Gabungan

Tim SAR Gabungan Terus Berjuang untuk Menyelamatkan Korban Pesawat ATR 42-500

Tim SAR gabungan masih berjuang keras dalam upaya mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (17/1/2026) siang, saat pesawat milik Indonesia Air Transport dengan 10 penumpang tersebut hilang kontak selama penerbangan dari Bandara Adisoetjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Berdasarkan informasi dari Basarnas, tim SAR gabungan berhasil menemukan potongan tubuh dan bagian mesin pesawat dalam proses pencarian serpihan dan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500. Penemuan ini dilaporkan oleh Tim Puncak pada sekitar pukul 13.43 WITA, dengan lokasi penemuan berada di titik koordinat 04°55’44’’ Lintang Selatan dan 119°44’48’’ Bujur Timur. Sebanyak tujuh personel Tim Aju kemudian mulai melakukan evakuasi korban dari bawah tebing di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Selanjutnya, pada pukul 13.57 WITA, SRU 3 melaporkan penemuan kepingan pesawat, tangga, dan kursi penumpang di sekitar lokasi pencarian. Pada pukul 14.23 WITA, SRU 3 kembali menemukan bagian mesin pesawat di area jatuhnya ATR 42-500. Proses pencarian dan evakuasi terus berlangsung intensif dengan melibatkan berbagai unit SAR yang bekerja sama di lapangan.

Data Penerbangan dan Rute Pesawat

Pesawat ATR 42-500 yang jatuh ini sebelumnya terbang dari Jogja pada pukul 08.08 WIB, sesuai data dari situs monitoring penerbangan Flightradar24.com. Dari Flightaware.com, pesawat terakhir terlihat pada pukul 12.22 WITA. Sementara itu, Basarnas menyatakan bahwa pesawat hilang kontak pada pukul 13.17 WITA, berdasarkan data dari AirNav.

Sebelumnya, pesawat ini terbang dari Bandung, Jawa Barat melalui Bandara Internasional Husein Sastranegara ke Semarang, Jawa Tengah melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, lalu ke Jogja. Pesawat ini disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan dalam pesawat tersebut terdapat 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.

Kecurigaan Awal dan Konferensi Pers

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengatakan bahwa pesawat ATR 42-500 kemungkinan menabrak tebing atau lereng di Pegunungan Bulusaraung. Ia menjelaskan bahwa pesawat masih dalam kontrol pilot saat kejadian. KNKT adalah lembaga independen di Indonesia yang bertugas menyelidiki penyebab kecelakaan transportasi secara objektif untuk memberikan rekomendasi perbaikan demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh pemimpin stakeholders terkait, belum ada kabar penemuan korban. Namun, dua pendaki bernama Reski (20) dan Muslimin (18) mengaku melihat pesawat melintas rendah di dekat mereka pada pukul 13.00 WITA. Sekitar beberapa detik setelahnya, pesawat menghantam lereng gunung dan meledak, dengan ledakan tersebut membuat mereka terpaku ketakutan.

Pencarian dan Evakuasi di Medan Ekstrem

Jejak pergerakan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung mulai terpetakan. Berdasarkan data posko pencarian, temuan puing pesawat tersebar di sejumlah titik lereng gunung, menjadi acuan utama bagi tim SAR gabungan dalam mempersempit area pencarian. Operasi pencarian dan evakuasi berlangsung intensif dengan menyisir medan pegunungan yang dikenal ekstrem.

Lereng curam, vegetasi lebat, serta kabut tebal menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Meski demikian, tim SAR gabungan tetap bergerak dengan mengutamakan keselamatan dan ketelitian dalam setiap tahapan operasi. Pada pukul 07.46 WITA, tim menemukan serpihan awal berupa bagian jendela pesawat di koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur. Selang beberapa menit kemudian, bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan dalam kondisi terbuka.

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Kabut tebal dan hujan membatasi jarak pandang hingga 5–10 meter. Sementara medan curam memaksa tim menggunakan peralatan mountaineering dan vertical rescue. BPBD Kota Makassar turut terlibat aktif dalam operasi SAR nasional ini, termasuk dalam pendirian dan pengelolaan Posko Pencarian, pemetaan lokasi temuan, hingga koordinasi lintas instansi.

Hingga siang hari, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Sejumlah serpihan tambahan, potongan badan pesawat, serta barang-barang milik penumpang turut ditemukan di area sekitar. Operasi pencarian dan evakuasi dipastikan akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, menyatakan bahwa pihaknya akan menambah personel khusus vertical rescue untuk memperkuat operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung. Penambahan tim tersebut dilakukan menyusul kondisi medan yang sangat terjal dan berkabut. Ia memastikan seluruh personel yang diterjunkan telah dilengkapi peralatan keselamatan dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan di Posko Pencarian.

Hingga saat ini, operasi SAR nasional di Gunung Bulusaraung masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan unsur kehutanan.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *