"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Pesan Terakhir Ferry Irawan, Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros: Untuk Anakku

Kabar Terbaru tentang Ferry Irrawan, Penumpang Pesawat yang Jatuh di Maros

Keluarga Ferry Irrawan, salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih menunggu informasi terkini mengenai kondisi suaminya. Ferry adalah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar ketika pesawat yang ditumpanginya hilang kontak.

Istri Ferry, Meyla Eskaria Putri, tampak sedih saat menceritakan komunikasi terakhir yang mereka lakukan melalui video call. Dalam percakapan singkat itu, Ferry hanya sempat menyampaikan pesan kepada kedua anaknya agar makan lebih banyak karena keduanya susah makan.

“Cuma sempat video call, cuma dia pesan ke anak, ‘makan yang banyak’. Anak kami susah makan. Itu saja sih,” ujar Meyla kepada wartawan di kediamannya di Kota Bekasi, pada Minggu (18/1/2025).

Sementara itu, kakak Ferry, Winda, juga mengungkapkan bahwa ia sempat berkomunikasi dengan adiknya beberapa saat sebelum pesawat hilang kontak. Ia mengatakan bahwa ia masih mengirim foto anak-anak mereka pada pagi hari sebelum kejadian, saat ia dalam perjalanan pulang dari liburan.

“Kita lagi perjalanan dari liburan bawa anak ke Puncak itu aku masih kirim foto anak-anak ke dia, sekitar setengah sembilan (Sabtu pagi),” kata Winda. “Setelah itu, aku kirim video anak-anak main air kan, di jam setengah sebelas, itu sudah nggak ada. Sudah ceklis satu. Mungkin lagi terbangnya saya nggak tahu, gitu.”

Winda mengaku belum menyebarkan informasi tentang hilangnya kontak Ferry karena belum ada kepastian. Ia menjelaskan bahwa mereka belum bisa membagikan kabar tersebut ke keluarga inti karena kebenarannya masih belum jelas.

“Tadi saat apa namanya kita di mobil, ada info teman gitu kan menginfokan kalau misalkan Fery hilang kontak katanya seperti itu. Tapi kita belum bisa share karena belum ada kepastian,” pungkas Winda.

Kronologi Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros

Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto pada pagi hari setelah dinyatakan memenuhi seluruh prosedur keamanan dan operasional penerbangan.

Dalam penerbangan itu, pesawat membawa tujuh kru dan tiga penumpang. Saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat diketahui tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. Petugas pemandu lalu lintas udara sempat memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat. Namun, komunikasi antara ATC dan pesawat tiba-tiba terputus sebelum pesawat berhasil kembali ke jalur pendaratan.

Menindaklanjuti hilangnya kontak tersebut, ATC menetapkan status darurat penerbangan. Berdasarkan data koordinat terakhir, posisi pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan segera dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui jalur darat dan udara.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan, dengan jarak pandang yang masih memungkinkan penerbangan. Dalam proses pencarian, masyarakat setempat melaporkan adanya suara ledakan dan munculnya titik api di kawasan pegunungan. Wilayah yang dimaksud berada di sekitar Gunung Bulusaraung dan Gunung Bawakaraeng.

Medan yang berupa pegunungan karst dengan hutan lebat serta tebing terjal menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Upaya pencarian juga terkendala kabut tebal, hujan, dan angin kencang.

Pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, patroli udara mendeteksi serpihan berwarna putih di lereng Gunung Bulusaraung. Temuan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari pesawat ATR 42-500. Tak lama kemudian, badan utama pesawat ditemukan di sisi puncak gunung. TNI Angkatan Udara menurunkan personel Korps Pasukan Gerak Cepat menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi.

Selain jalur udara, pengiriman pasukan melalui jalur darat juga dilakukan untuk mempercepat penanganan. Meski titik jatuh pesawat telah diketahui, proses evakuasi belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi cuaca ekstrem. Fokus utama operasi saat ini adalah upaya pencarian dan evakuasi seluruh korban dengan tetap mengutamakan keselamatan tim.

Daftar Kru Pesawat:

  • Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  • Farhan Gunawan (Kopilot)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Restu Adi P (Engineer)
  • Dwi Murdiono (Engineer)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Daftar Penumpang:

  • Deden
  • Ferry
  • Yoga
Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *