"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Siapa Wanita yang Tertangkap OTT KPK Bersama Wali Kota Madiun? Kasus Naik Penyidikan

Kasus OTT Wali Kota Madiun Maidi Masuk Tahap Penyidikan

Kasus dugaan korupsi yang menimpa Wali Kota Madiun, Maidi, kini telah naik ke tahap penyidikan. Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo. Menurutnya, dalam perkara ini telah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa penyelidikan ini naik ke tahap penyidikan.

Budi menjelaskan bahwa Maidi saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif bersama delapan orang lainnya yang terjaring OTT KPK. Sampai saat ini, KPK belum mengumumkan kapan status hukum Maidi dan yang lainnya akan diumumkan.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Senin (19/1/2026), KPK menangkap Wali Kota Madiun, Maidi, beserta sejumlah pihak terkait. Dari OTT ini, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Setelahnya, sembilan dari 15 orang yang terjaring OTT KPK, termasuk Maidi, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sosok Perempuan yang Terjaring OTT Masih Misterius

Sosok perempuan yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi bersama Wali Kota Madiun Maidi hingga kini masih misterius. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dari 15 orang yang diperiksa, ada sembilan orang yang akhirnya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

Dari sembilan orang ini, Budi menyebut tiga orang di antaranya, yakni Wali Kota Madiun periode 2025-2030, Maidi; Kepala Dinas PUPR, Thariq Megah; dan seorang perempuan. “Seorang perempuan (belum disebutkan namanya) turut dibawa dalam rombongan delegasi KPK,” kata Budi Prasetyo, Senin.

Sementara enam lainnya adalah ajudan wali kota Madiun, staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), staf Satpol PP Kota Madiun, perwakilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), serta pihak swasta/kontraktor yang diduga sebagai pemberi suap.

Status Hukum Para Terduga Masih Dalam Proses

Informasi lain menyebut, sosok perempuan ini adalah salah satu pegawai di Disparpora. Namun, hingga berita ini ditulis, identitas lengkap perempuan tersebut masih belum diketahui.

Sementara itu, menurut dia, seorang pejabat dan mantan pejabat tidak dibawa ke Jakarta kendati sebelumnya sudah diperiksa di Mapolres Madiun. “Seorang pejabat yang tidak dibawa ke Jakarta, yakni Soeko Dwi Handiarto selaku Sekda Kota Madiun dan Suwarno selaku Mantan Kepala Bappeda yang juga pernah menjabat Kepala Dinas PUPR,” ujar Budi.

Hingga berita diunggah, wartawan di Madiun masih mengonfirmasi identitas lengkap, pihak-pihak yang dibawa ke Jakarta. Empat diantaranya diketahui berinisial KPH (pejabat di Disparpora), NW (ASN di BKAD), R (pemborong) dan EB dari Stikes. Sementara sosok perempuan yang disebutkan jubir KPK hingga kini belum diketahui.

Wali Kota Maidi Tetap Tenang Meski Hadapi Proses Hukum

Wali Kota Madiun, Maidi, akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Senin (19/1/2026) malam. Maidi digelandang ke markas lembaga antirasuah tersebut usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Timur.

Meski tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan korupsi, Maidi tetap menunjukkan sikap tenang, bahkan sempat melontarkan pernyataan mengenai dedikasinya terhadap Kota Madiun saat dicecar pertanyaan oleh awak media di lobi gedung KPK.

“Saya tidak pernah lelah membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saja,” ucap Maidi singkat sebelum memasuki gedung KPK.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *