"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Tetangga Bongkar Sosok Ferry Irawan, Penumpang Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak

Profil Ferry Irawan, Penumpang Pesawat yang Hilang Kontak

Ferry Irawan, salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026), memiliki latar belakang yang cukup menarik. Dari informasi yang diperoleh, Ferry tinggal di Jalan H. Kunen, RT 04 RW 05, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Meskipun ia pernah tinggal bersama keluarganya di Bogor setelah menikah, selama tiga tahun terakhir ini, Ferry kembali tinggal bersama orangtuanya di Bekasi.

Sementara itu, istrinya masih tinggal di Bogor bersama anak-anaknya. Menurut tetangganya, Ferry adalah sosok yang tidak terlalu banyak berbicara, meski sering berinteraksi dengan warga sekitar. Ia juga dikenal rajin dalam menjalankan ibadah salat di masjid dekat rumahnya.

“Beliau sudah menikah selama 10 tahun dan memiliki dua anak. Dia bekerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak sekitar 15 tahun lalu,” ujar salah satu sumber yang diwawancara pada Minggu (18/1/2026).

Ketika terakhir kali berkomunikasi dengan Ferry, sumber tersebut menyebutkan bahwa mereka bertemu setelah salat subuh di masjid. “Kalau tidak lagi dinas di luar, pasti ketemu kita, terakhir di Kamis pagi setelah salat subuh,” tambahnya.

Di sisi lain, ibu Ferry mengatakan bahwa Ferry sempat berkomunikasi dengan dirinya pada Jumat (16/1/2026) sebelum berpamitan untuk pergi ke Makassar. Menurut informasi dari ibunya, Ferry menyampaikan bahwa pesawat yang ditumpanginya mengalami masalah pada baling-balingnya. Namun, setelah itu tidak ada kabar kembali.

Saat ini, keluarga Ferry masih berharap mukjizat dan berdoa agar Ferry ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka belum memasang bendera kuning karena ingin menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang. “Kita engga mau mendahului kecuali jika ada rilis langsung dari berwenang. Kalau sudah benar dinyatakan meninggal baru kita pasang bendera kuning,” jelas salah satu anggota keluarga.

Latar Belakang Kerja Ferry Irawan

Ferry Irawan merupakan analis kapal pengawas pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) sejak 2024. Saat kejadian, ia bersama dua pegawai KKP lainnya sedang menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara di wilayah pengelolaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain Ferry yang berpangkat Penata Muda Tingkat I, dua pegawai KKP lain di dalam pesawat yakni Deden Mulyana (Penata Muda Tingkat I), pengelola badan milik negara, serta Yoga Noval, operator foto udara. Pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar. Informasi awal menyebutkan pesawat mengangkut 10 orang yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang, dengan pilot in command Capt Andy Dahananto.

Proses Pencarian dan Tantangan yang Dihadapi

Pesawat ATR 42-500 yang sempat dikabarkan hilang pada Sabtu (17/1/2026) mulai ditemukan Minggu (18/1/2026). Titik jatuhnya pesawat tersebut berada di sekitar Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Namun demikian, petugas tim evakuasi masih kesulitan menjangkau lokasi jatuhnya pesawat karena medan yang berat dan cuaca yang buruk.

Jurnalis Tribun-Timur.com, Fahrizal Syam, melaporkan cuaca di sekitar lokasi dugaan jatuhnya pesawat ATR 42-500 sedang mendung dan gerimis, Minggu (18/1/2026), Pukul 09.23 Wita. “Cuaca di lokasi yang awalnya cerah perlahan mulai mendung dan sedikit gerimis,” kata Fahrizal Syam melaporkan langsung dari Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Meskipun pencarian tetap berlangsung, para tim pencari menghadapi berbagai kendala. Salah satu hal yang menyulitkan adalah akses jalan. Jalan menuju lokasi rusak dan licin serta berkelok-kelok. Tim pencari pun memulai berjalan kaki menuju titik jatuhnya Pesawat ATR 42-500.

“Akses jalan susah, jalan beton rusak dan licin, tanjakan berkelok-kelok. Cuma beberapa mobil TNI dan SAR bisa naik, truk berhenti semua di bawah,” tulis Fahrizal lewat pesan Whatsapp grup.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *