Penemuan Mayat di Manado, Korban Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
Puluhan anggota polisi ditempatkan di lokasi rumah duka di Kelurahan Teling, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (21/1/2026). Berdasarkan pantauan, saat ibadah penghiburan berlangsung, puluhan anggota polisi terlihat berjaga di depan jalan rumah duka. Ratusan pelayat juga hadir di tempat tersebut, tidak hanya dari warga Manado tetapi juga dari Minut.
Godbless, korban penikaman yang ditemukan meninggal di Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, diketahui bernama Godbless Solang. Ia adalah seorang siswa aktif SMP Negeri 1 Manado. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area tangga dengan posisi tengkurap. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Polisi langsung memasang garis pengaman guna kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Wenang AKP Verry Liwutang membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima informasi, pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian. “Saat mendapat laporan, anggota langsung ke TKP dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi,” ujar AKP Verry Liwutang saat dikonfirmasi.
Laporan awal berasal dari seorang ibu yang melintas di area tersebut dan melihat korban tergeletak. Saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepala lingkungan (pala) setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan ke pihak kepolisian.
Kronologi Kejadian
Godbless saat ditemukan memiliki luka tikam di bagian tubuh. Tim Resmob Bravo Polresta Manado berhasil menangkap terduga pelaku berinisial VP (18) pada Selasa (20/1/2026) pukul 23.30 WITA. Pelaku ditangkap setelah dilakukan penyelidikan dan pengejaran intensif.
Korban mengalami luka tikaman di bagian punggung dan sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi tersebut. Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban bersama beberapa temannya sempat berkumpul di salah satu rumah warga.
Saat hendak pulang menggunakan sepeda motor, terjadi kesalahpahaman antara korban dan terduga pelaku berinisial VP. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengambil sebilah senjata tajam dan menikam korban. “Menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan korban dengan luka tikaman, Tim Resmob Bravo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pengumpulan keterangan saksi,” ujar Elwin dalam rilis yang diterima Tribun Manado, Rabu (21/1/2025).
Pelaku akhirnya ditangkap di Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan, tanpa perlawanan. Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. “Selain terduga pelaku, kami juga mengamankan satu orang lagi yang masih berstatus sebagai saksi dan juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan saat kejadian,” ungkapnya.
Identitas Korban dan Respons Pihak Kepolisian
Kasat Reskrim menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut, sekaligus menegaskan komitmen kepolisian dalam menangani kasus ini secara profesional. “Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban. Pelaku telah berhasil diamankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif. Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan dan dilakukan secara transparan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, agar menjauhi minuman keras dan segala bentuk kekerasan. “Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta menghindari perilaku yang dapat berujung pada tindakan kriminal,” tambahnya.
Saat ini, pelaku telah diserahkan ke Unit IV Reskrim Polresta Manado untuk proses hukum lebih lanjut, sementara penyidik masih melengkapi berkas perkara guna mengungkap secara utuh rangkaian kejadian tersebut.
Pengakuan Orang Terdekat Korban
Seorang ibu menemukan mayat korban di Lingkungan I, Kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, Kota Manado, pada Selasa (20/1/2026) pagi. Mayat ditemukan seorang ibu yang sedang melintas tengah berjalan melewati area anak tangga di pemukiman tersebut. “Laporan awal berasal dari seorang ibu yang melintas di area tersebut dan melihat korban tergeletak,” ujar Kapolsek Wenang, AKP Verry Liwutang.
Setelah laporan diteruskan ke pihak kepolisian, petugas segera mengamankan lokasi. Kapolsek Wenang AKP Verry Liwutang membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima informasi, pihak kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian. “Saat mendapat laporan, anggota langsung ke TKP dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi,” ujar AKP Verry Liwutang saat dikonfirmasi.
Kasie Humas Polresta Manado Iptu Agus Haryono menjelaskan, info awal di tubuh korban ada luka terbuka diduga luka tikaman. “Nanti lihat perkembangan hasil Ver dan otopsi,” kata Iptu Agus. Iptu Agus menjelaskan terkait korban akan di otopsi atau tidak, masih menunggu kesediaan pihak keluarga. Ia pun tak menampik, kalau korban terindikasi dianiaya dan dibunuh.
Profil Godbless Solang
Godbless Solang, remaja laki-laki yang ditemukan meninggal oleh warga Kelurahan Mahakeret, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (20/1/2026), dimata orang terdekatnya. Godbless merupakan salah satu warga Manado yang diketahui saat ini tinggal di salah satu perumahan Matungkas Minut. Godbless seorang remaja yang rajin beribadah.
Abes adalah panggilan akrabnya dalam lingkungan pergaulan di remaja gereja maupun perumahan tempat ia berdomisil. “Di tahun 2025, Abes rajin ibadah remaja,” kata Vero Tahulending salah satu kakak pembina remaja jemaat GMIM Abraham Matungkas kepada Tribun Manado. Ia mengaku kalau Godbless anaknya suka menyapa dan ceria. “Abes pambakusedu (suka bercanda),” bebernya saat wawancarai Tribun Manado, Selasa (20/1/2025).
Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Manado dan dikabarkan akan di otopsi. Rumah duka di perumahan Matungkas Minut saat ini mulai dibersihkan oleh warga sekitar.











