.CO.ID, CIKARANG – President University resmi mengumumkan pembentukan Indonesia–China Partnership Institution-President University (ICPI–PU) di President Executive Center, Kota Jababeka, Cikarang, Kamis (15/1/2026).
ICPI–PU adalah lembaga kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok yang berada di bawah naungan President University. Lembaga ini mencakup beberapa pusat kajian seperti Industry and Talent Development Center (ITDC), Belt and Road Initiative Center (BRIC), serta Sinology Center yang bekerja sama dengan Beijing Language Culture University (BLCU). ICPI–PU bertindak sebagai jembatan strategis dan wadah kerja sama nyata untuk memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok dalam berbagai bidang seperti ekonomi, industri, perdagangan, sosial-budaya, pendidikan, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kantor ICPI–PU berlokasi di lantai 2 Gedung President Executive Center-Cikarang.
Beberapa tokoh penting memberikan apresiasi atas inisiatif pembentukan ICPI–PU. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu’ti menyampaikan rasa apresiasinya kepada President University atas langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dan Tiongkok. Ia menilai bahwa ICPI tidak hanya akan memperkuat kedua bangsa, tetapi juga akan membangun relasi yang strategis dan berdampak global, terutama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Stella Christie, juga memberikan dukungan serupa. Menurutnya, pendirian ICPI merupakan bentuk kerja sama strategis yang diyakini bisa memberi manfaat nyata bagi kedua negara. Dukungan juga datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, HE Djauhari Oratmangun, dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, HE Wang Lutong, yang menekankan bahwa ICPI bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga kepercayaan bersama antara Indonesia dan Tiongkok.
Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Prof. Budi Susilo Soepandji menyampaikan bahwa Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh pendirian ICPI-PU di lingkungan President University. Menurutnya, lembaga ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Selama ini YPUP telah memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa asal Tiongkok yang menjadi bagian dari keluarga besar alumni President University. Mereka tidak hanya belajar di Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya antara kedua negara.
Ke depan, Prof Budi Susilo Soepandji berharap kerja sama antara President University dan Beijing Language and Culture University tidak berhenti pada pendirian Sinology Center semata. Tetapi dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan lintas disiplin, penelitian kolaboratif, pengembangan talenta industri, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Sehingga memperbesar jumlah mahasiswa Tiongkok yang dapat belajar di President University.
Prof Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center & Profesor Beijing Language and Culture University juga menyampaikan dukungan penuh atas lahirnya ICPI. Ia siap berkolaborasi dalam pembangunan dan pengembangan Pusat Sinologi Indonesia, berbagi sumber daya, berkolaborasi dalam penelitian, serta membina sarjana muda. Selain itu, ia siap menyelenggarakan kegiatan akademik agar jembatan pemikiran antara kedua negara semakin kokoh dan lancar.
Ketua ICPI-PU Prof. Chandra Setiawan menyebut bahwa pendirian Indonesia China Partnership Institution merupakan sebuah lompatan besar dalam kerja sama akademik dan budaya Indonesia–Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa ICPI–PU memiliki visi menjadi lembaga kerja sama dan pusat studi Tiongkok yang terpercaya dan berkualitas, dengan misi mengembangkan kerja sama, kajian, dan pengabdian masyarakat lintas disiplin untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi kedua bangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ICPI–PU menjalankan tiga pusat unggulan: Sinology Center yang berfokus pada kajian multidisiplin tentang Tiongkok, menjadi jembatan pemahaman budaya, kebijakan, dan peradaban; BRI Center yang berfokus mengkaji, menganalisis, dan mengembangkan program-program kerja sama ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan antara Indonesia dan Tiongkok; serta ITD Center yang berfokus pada pengembangan talenta dan menjadi penghubung strategis antara mahasiswa, akademisi, dan industri dari kedua negara, menciptakan peluang magang, riset terapan, dan pengembangan karier.
Selain peresmian ICPI-PU, kegiatan juga diisi dengan konferensi akademik internasional. Bertema Indonesia-China High Level Dialogue on Sinology, China Studies, and People-to-People Exchange, konferensi ini dinarasumberi oleh Prof. Xu Baofeng, Prof Harryanto Aryodiguno Ketua Sinology Center, Duta Besar DR, (HC) Al Busyra Basnur ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia-Tiongkok, dan Li Lizhen, MA, Founder dan Director PT Gama Glass Solusindo. Diskusi berlangsung interaktif dengan pertukaran gagasan dan peluang kerja sama yang dapat segera ditindaklanjuti.
Acara peresmian dan konferensi ini dihadiri oleh berbagai tokoh dengan latar belakang beragam, termasuk Adi Harsono dan Dr Charles Saerang Board of Advisors President University, Prof Satyanegara Ketua dan segenap anggota Board of Trustee, Fakultas Kedokteran, President University, Prof Frans Umbu Datta, Rektor Universitas Kristen Maranatha Bandung, Dr Sutrisno selaku Rektor Institut Nalanda, Para Pengurus, Sekretaris umum Indonesia Council of Sinologists (ICS), Ivonne Anggraini President Director PT Graha Buana Cikarang, perwakilan pemerintah, mitra akademik dari dalam dan luar negeri, serta pemangku kepentingan terkait terutama tenant Kawasan Industri Jababeka yang berasal dari Tiongkok.











