Perkembangan Perguruan Tinggi yang Menawarkan Jurusan Sastra Cina di Indonesia
Di tengah pergeseran dominasi ekonomi global yang semakin mengarah ke Timur, posisi Tiongkok sebagai pemegang pasar global semakin kuat. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan penerjemah Mandarin. Penguasaan bahasa Mandarin kini menjadi aset strategis dalam pasar tenaga kerja.
Dengan semakin masifnya kerja sama antara korporasi Indonesia dan Tiongkok, kebutuhan akan tenaga penerjemah Mandarin melonjak tajam. Profesi ini menawarkan jenjang karier yang luas serta standar gaji yang sangat kompetitif. Untuk menjawab tantangan ini, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menyediakan jurusan Sastra Cina yang berkualitas, sehingga mampu mencetak lulusan siap kerja.
Berikut adalah beberapa kampus di Indonesia yang menawarkan program studi Sastra Cina:
-
Universitas Indonesia (UI)
Program studi Sastra Cina di UI merupakan yang tertua di Indonesia dan menjadi pelopor kampus lain. Sastra China UI memiliki reputasi kuat dalam melahirkan ahli di bidang ini. Berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, lulusan Sastra Cina UI diproyeksikan memiliki kemampuan lisan (HSKK 2) dan tulis (HSK 5) dalam bahasa Mandarin. Selain itu, mereka juga mampu menelaah teks bahasa, sejarah, sastra, dan budaya Cina melalui sumber primer maupun sekunder. -
Universitas Brawijaya
Program Studi Sastra Cina di universitas ini telah aktif sejak 2010. Alumni dari jurusan ini tidak hanya menguasai bahasa Mandarin secara lisan maupun tulisan, tetapi juga mempelajari budaya Tiongkok yang memberi nilai tambah dalam menjembatani hubungan Indonesia-Tiongkok dalam berbagai bidang. -
Binus University
Melalui program Global Business Chinese (GBC), Binus menawarkan program sastra Mandarin yang mengutamakan penguasaan bahasa Mandari untuk profesional industri. Program ini menggabungkan ilmu bahasa Mandari, budaya, serta bisnis di Tiongkok untuk menyiapkan lulusannya agar mampu beradaptasi dengan globalisasi. Mahasiswa jurusan ini juga dibekali ilmu tentang bisnis dan perdagangan internasional, terutama lingkup Indonesia-Tiongkok. -
Universitas Kristen Petra Surabaya
Universitas ini menawarkan program studi Sastra Cina yang memberikan perhatian khusus pada sastra, linguistik, budaya, serta bisnis Tiongkok modern. Kampus ini juga bekerja sama dengan beberapa industri untuk meningkatkan kualitas lulusan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. -
Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok milik UNS menawarkan pengajaran unik dengan menggabungkan wawasan budaya Jawa-Bashu. Budaya Bashu (Sichuan, Tiongkok) telah melahirkan banyak penyair hebat di tanah Tiongkok. -
Universitas Sumatera Utara (USU)
Sastra Cina di USU kini bernama Program Studi Bahasa Mandarin dan berada di Fakultas Ilmu Budaya. Prodi ini berfokus pada kajian bahasa Mandarin yang mendalam, termasuk sastra dan budaya Tiongkok. Para lulusannya diproyeksikan menjadi ahli bahasa Mandari yang kompeten. -
Universitas Kristen Maranatha Bandung
Program Sarjana Sastra Cina di kampus ini memiliki kurikulum dengan tiga kompetensi utama: keahlian bahasa Mandarin, pengetahuan bahasa Mandarin, dan pengetahuan budaya Tionghoa. Lulusannya disiapkan memiliki kemampuan Nrew HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) level 5-6. -
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Program studi Bahasa Mandarin di UGM merupakan program sarjana terapan (vokasi) yang difokuskan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan bahasa Mandarin modern. Materi kuliah mengutamakan pada hanzi (huruf Mandarin) dan peningkatan bahasa Mandarin di kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pekerjaan. Prodi ini juga menyelenggarakan Praktik Kerja Lapangan dalam rangka menyiapkan lulusan memasuki dunia kerja.
Rentang Gaji Penerjemah Mandarin
Berdasarkan data JobStreet, rata-rata gaji bulanan penerjemah bahasa Mandarin di Indonesia berkisar antara Rp 8,5 juta hingga Rp 11,5 juta. Besaran gaji ini dipengaruhi oleh kualifikasi penerjemah, seperti level (junior atau senior), kepemilikan sertifikat HSK, pengalaman kerja, dan lokasi perusahaan.
Selain itu, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) mencatat tarif penerjemah tersumpah untuk penerjemahan dokumen dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin sebesar Rp 420 ribu per lembar.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











