"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Kepala FKIP Unika Santu Paulus Ruteng: Tantangan Guru Profesional di Era 5.0

Dekan FKIP Unika St Paulus Ruteng Beri Pesan Penting untuk Guru Profesional Era 5.0

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng, Yohanes Mariano Dangku, S. Fil., M.Pd, memberikan pesan penting kepada 831 orang guru profesional yang baru saja dikukuhkan. Pesan ini disampaikan dalam upacara pengukuhan guru profesional Program PPG Guru Tertentu Tahap III Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Gedung Lantai 5 Unika St Paulus Ruteng, Sabtu 31 Januari 2026.

Yohanes menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para lulusan PPG Guru Tertentu Gelombang III 2025. Menurutnya, para guru telah melewati berbagai proses belajar mandiri, menghadapi tantangan dengan menggunakan Learning Management System (LMS), serta bekerja sama dengan rekan-rekan seperjuangan. Selain itu, mereka juga berkonsultasi dengan dosen pendamping dan guru pamong, hingga akhirnya lulus uji kompetensi dan resmi dikukuhkan sebagai guru profesional.

Momentum ini bukan hanya sekadar seremoni atau perayaan formal. Bagi Yohanes, momen ini menjadi kesempatan untuk membangkitkan energi baru dan meningkatkan rasa percaya diri para guru. Ia menyinggung tentang tantangan bagaimana menjadi guru profesional pada era 5.0.

Menurutnya, pada era ini, kesadaran akan kompetensi yang dibutuhkan oleh guru profesional semakin penting. Beberapa kompetensi utama yang harus dimiliki antara lain kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemahiran dalam memanfaatkan sarana digital.

Kemampuan komunikasi sangat penting dalam membelajarkan peserta didik. Bagaimana teori-teori yang rumit dapat disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Bagaimana praktikum yang asing dan baru bisa dilaksanakan dengan lebih mudah oleh siswa-siswi. Lebih dari itu, kemampuan komunikasi pada era 5.0 juga mencakup penguasaan bahasa asing.

“Persis inilah tantangan bagi bapa-ibu, bagaimana menjinakkan rasa takut bahasa Inggris? Guru profesional seharusnya memiliki kemampuan membaca pemahaman teks bahasa Inggris agar dapat memperkuat kapasitas sebagai pendidik dan memperluas wawasan,” ujarnya.

Menurut Yohanes, kemampuan berpikir kritis sangat berguna dalam mengolah materi dan menyeleksi bahan pembelajaran. Kemampuan ini juga membantu mendampingi peserta didik dalam berpikir, bersikap, dan bertindak kritis. Lebih dari itu, guru profesional menjadi model, panutan, dan teladan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak kritis.

Penyediaan dan ketersediaan sarana digital sudah menjadi bagian dari era 5.0. PPG yang telah dilalui seyogyanya semakin menyadarkan para guru bahwa betapa pentingnya kemampuan berdigital. Sebab, sertifikat Pendidik yang diraih melalui PPG bukan semata-mata syarat mendapatkan tunjangan, tetapi amanat untuk membuktikan profesionalisme di sekolah masing-masing.

“Tiga kemampuan tersebut sekadar pemantik untuk terus bergumul mematangkan dan meningkatkan profesionalisme bapa ibu. Sertifikat Pendidik yang diraih melalui PPG ini bukan semata-mata syarat mendapatkan tunjangan, tetapi amanat untuk membuktikan profesionalisme di sekolah masing-masing,” ujar Yohanes.

Yohanes juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua YASPAR, Rektor, dan para Warek yang telah mendukung pihaknya sebagai UPPS bersama sehingga akhirnya sebanyak 831 orang guru profesional berhasil dikukuhkan.

Kompetensi Utama yang Dikuatkan dalam PPG Guru Tertentu

Ketua Program Studi PPG Unika St Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd, dalam laporannya menjelaskan bahwa kelulusan sebanyak 831 orang atau 99,52 persen. Rincian berdasarkan bidang studi adalah sebagai berikut:

  • Bidang studi PGSD: 445 orang (99,33 %)
  • Bidang studi Pendidikan Bahasa Inggris: 215 orang (99,54 %)
  • Bidang studi Pendidikan Matematika: 171 orang (100 %)

Eliterius menjelaskan bahwa PPG Guru Tertentu dirancang untuk memperkuat empat kompetensi utama guru yakni pedagogic, professional, sosial, dan kepribadian. Tujuannya adalah agar para lulusan tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga mampu menjadi teladan, pembimbing, dan penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing.

Di tengah dinamika transformasi pendidikan, kemajuan teknologi, serta keberagaman karakter peserta didik, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Oleh karena itu, ia berharap para lulusan PPG Guru Tertentu Periode 3 Tahun 2025, sebanyak 831 orang ini, senantiasa menjaga semangat sebagai pembelajar sepanjang hayat, menjunjung tinggi kode etik guru, serta menghidupi sumpah profesi yang hari ini diikrarkan.

Sesuai tema kegiatan pengukuhan hari ini, jadilah guru profesional; “mengabdi dengan Ilmu dan mendidik dengan hati”.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *