Kematian Siswa SD di Ngada yang Menyedihkan
Kabar duka datang dari Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial YBS (10 tahun) ditemukan meninggal dunia diduga karena mengakhiri hidupnya. Kejadian ini menimbulkan rasa prihatin di kalangan keluarga, guru, dan masyarakat sekitar.
YBS ditemukan tewas di dekat pohon cengkeh. Menurut keterangan wali kelasnya, Bonivasius Snae, kejadian tersebut terjadi pada hari Kamis (29/1/2026). Sebelumnya, YBS sempat meminta uang Rp10 ribu kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Namun, sang ibu tidak dapat memenuhi permintaan itu karena tidak memiliki uang. Akibatnya, YBS merasa putus asa hingga akhirnya memilih mengakhiri hidupnya.
Sementara itu, Wali Kelas Boni mengungkapkan bahwa satu hari sebelum kejadian, yaitu pada Rabu (28/1/2026), ia masih melihat keceriaan di wajah YBS. Saat itu, YBS tampak bersemangat sekolah dan bahkan mengerjakan tugas yang diberikannya. “Selama ini, saya melihat YBS memiliki buku dan bolpoin lengkap. Bahkan, pada hari Rabu sebelum kejadian, ia juga mengerjakan tugas,” kata Boni.
Sosok YBS yang Ceria dan Pintar
Menurut penuturan Boni, YBS adalah anak yang ceria dan pintar. Ia selalu bermain bersama teman-temannya di kelas. Selama menjadi wali kelas, Boni menyatakan bahwa YBS tidak pernah curhat soal masalah di rumah. “Anak ini selalu ceria di dalam kelas,” ujar Boni.
Perihal pergaulan korban di sekolah, Boni menyebut tidak ada masalah apapun. Terlebih YBS dikenal sebagai anak yang periang. “Tidak ada bullyan bersama teman-teman di kelas,” tambahnya.
Perasaan Pilu Sang Ibu
Ibunda korban, Maria Goreti Te’a, diliputi perasaan pilu setelah mengetahui kematian anak bungsunya. Diungkapkan Maria, YBS sempat mengeluh sakit kepala kepadanya di hari kejadian. Saat itu, Maria menyewa ojek untuk membawa YBS ke sekolah. Namun, ternyata ojek tersebut tidak benar-benar membawa YBS ke sekolah. YBS memilih mengakhiri hidupnya di pohon depan pondok tempat tinggalnya bersama neneknya.
Sebelum meninggal, YBS menulis surat untuk sang mama. Di dalam surat tersebut, YBS meminta agar sang mama mengikhlaskan kepergiannya. Isi surat itu antara lain:
- Mama galo zee (Mama, saya pergi dulu)
- Mama molo ja’o (mama, relakan saya pergi)
- Galo mata mae Rita ee mama (jangan menangis, mama)
- Mama jao galo mata (mama, saya pergi)
- Mama woe rita ne’e gae ngao ee (tidak perlu mama menangis dan mencari atau merindukan saya)
- Molo mama (selamat tinggal, mama)
Pentingnya Kesehatan Jiwa
Artikel ini ditayangkan bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Kendati demikian, depresi bukanlah persoalan sepele. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh. Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
LSM Jangan Bunuh Diri adalah Lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bahwa bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa.
Jika kalian mempunyai tendensi untuk bunuh diri atau butuh teman curhat, kalian dapat menghubungi kontak di bawah ini:
– LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293)
– Atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.











