Kronologi Kematian Siswa SD Negeri Rj di Ngada
Pemerintah Kabupaten Ngada telah menyusun kronologi lengkap mengenai kematian YBR (10), seorang siswa kelas IV SD Negeri Rj yang berada di Kecamatan Jerebuu. YBR memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026) siang. Kronologi ini menjadi bagian dari laporan hasil asesmen dan pengumpulan informasi kasus bunuh diri anak di bawah umur.
Kronologi tersebut mencakup peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal, serta tindakan yang diambil oleh masyarakat dan pihak berwajib setelah mengetahui kejadian tersebut. Berikut adalah detail kronologisnya:
Rabu (28/1)
Pada hari sebelum kejadian, korban pamit kepada neneknya untuk menginap di rumah ibu kandungnya di Desa N. Hal ini menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang akan terjadi esok harinya.
Kamis (29/1)
Pagi hari, korban mengeluh sakit kepala. Ibu korban meminta korban tetap berangkat ke sekolah. Namun, korban tidak berangkat dan terlihat berada di sekitar pondok kebun neneknya.
Beberapa saksi mata memberikan keterangan dalam asesmen yang dilakukan oleh tim Pemda Ngada. Berikut penjelasan dari empat saksi yang diperiksa:
- Saksi GK
Pada pukul 09.00 Wita, saksi GK melihat YBR sedang duduk sendiri di pintu pondok menghadap ke arah jalan setapak bawah. Saat itu, saksi bertanya apakah korban tidak ke sekolah. Korban menjawab bahwa ia tidak pergi sekolah karena sakit. Selain itu, saksi juga melihat ada kertas di depan korban.
Pada pukul 11.30 Wita, saksi mendengar teriakan dari arah pondok. Setelah mengecek, saksi menemukan korban sudah tergantung di dahan pohon cengkeh, tepat di depan pondok.
-
Saksi RP alias Om Finus
Pada pukul 10.00 Wita, saksi melihat YBR sedang duduk di pintu pondok menghadap ke arah samping kiri jalan setapak bawah. Saat itu, korban menegur saksi dengan pertanyaan “Om Finus dua?” (Om Finus ke kebun?), dan menjawab bahwa ia tidak pergi sekolah karena sakit kepala. -
Saksi KD
Pada pukul 11.00 Wita, saksi melihat dari kejauhan seperti pakaian merah yang digantung di pohon. Setelah mendekat, saksi melihat korban sudah tergantung di pohon cengkeh. Saksi kemudian berlari ke arah jalan utama dan memberitahu orang pertama yang ditemui, yaitu tanta L. Mereka kemudian meminta bantuan YDB alias Yanto untuk memastikan kebenaran penglihatan tersebut. -
Saksi YDB alias Yanto
Setelah mendengar informasi dari saksi KD dan tanta L, Yanto bersama beberapa warga lainnya langsung menuju lokasi kejadian. Yanto kemudian menelpon Kepala Desa N dan Kepala Desa B untuk melaporkan kejadian tersebut.
Petunjuk dari polisi menyatakan bahwa jika korban masih bernyawa, talinya harus segera dipotong. Jika sudah meninggal, maka menunggu kedatangan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Akhirnya, korban dinyatakan meninggal dunia di TKP dan dibawa ke Puskesmas Dona.
Jumat (30/1)
Korban dimakamkan dan keluarga melaksanakan prosesi adat karena peristiwa ini dikategorikan sebagai “mati golo” (kematian tidak wajar dalam adat Ngada).
Tanggapan Pemerintah Kabupaten Ngada
Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan bahwa peristiwa ini menimbulkan keprihatinan dan duka cita yang mendalam bagi pemeratif dan masyarakat. Peristiwa ini menjadi refleksi kritis terhadap berbagai program pelayanan sosial dasar masyarakat dewasa ini.
Pemerintah menunjukkan atensi serius terhadap kejadian ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kesehatan jiwa dan perlindungan anak di wilayah Ngada.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











