"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Nasib Kepsek SD Nunukan Didugaaniaya Guru, Bupati Usulkan Pemberhentian

Kasus Penganiayaan Guru oleh Kepala Sekolah di Nunukan

Kasus penganiayaan seorang guru agama di SD Negeri 001 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, telah menarik perhatian publik. Sitti Halimah, guru agama yang menjadi korban dugaan tindakan kekerasan oleh kepala sekolah, kini mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami tekanan mental dan fisik yang berat.

Viralnya kasus ini bermula dari curahan hati anak korban, Nur Sakinah, melalui unggahan di media sosial. Dalam narasinya, ia menceritakan ketegaran ibunya selama menghadapi tekanan di lingkungan sekolah. Meski pulang dengan senyum manis, Ibu Halimah diduga harus menanggung penderitaan akibat intimidasi yang dialaminya di tempat kerja.

Tindakan yang Dilakukan Kepala Sekolah

Menurut laporan, Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah dilaporkan melarang Ibu Halimah masuk ke ruang kantor guru dan memaksanya bekerja di perpustakaan dengan fasilitas minim. Selain itu, korban juga diduga mengalami tindakan kekerasan fisik, seperti dilempar kursi dan sekop sampah. Tindakan-tindakan tersebut diduga menghancurkan kondisi mental korban hingga jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis.

Selain itu, ada dugaan bahwa Kepala Sekolah secara sengaja menahan tanda tangan untuk kelengkapan administrasi, sehingga Ibu Halimah gagal mencairkan tunjangan sertifikasi selama setahun dengan nilai mencapai Rp 45 juta.

Rekomendasi Bupati Nunukan

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, merekomendasikan pemberhentian oknum Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah. Pemberhentian jabatan tersebut telah tercatat dalam Surat Nomor R/101/MPEKASN.800.1.3.3 yang dikirim ke BKN. Irwan menjelaskan bahwa rekomendasi ini merupakan tindak lanjut atas kasus yang sedang menjadi sorotan tajam masyarakat.

Pernyataan Bupati didasari oleh keterangan Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, yang menyebutkan bahwa oknum Kepala Sekolah memiliki catatan kinerja yang sedang dalam tahap evaluasi. Selain itu, upaya investigasi tim Disdik masih terkendala karena tidak kooperatifnya kepala sekolah.

Penyelidikan dan Investigasi

Dalam penyelidikan, terdapat rekaman suara Kepala Sekolah yang sedang memarahi Sitti Halimah. Meskipun isi rekaman tersebut tidak dijelaskan secara rinci, Akhmad mengakui bahwa sikap Kepala Sekolah terkesan tidak mencerminkan pimpinan lembaga pendidikan yang baik.

Beberapa catatan yang butuh konfirmasi antara lain adalah inti masalah yang berujung dugaan penganiayaan, larangan guru tidak boleh masuk ruang guru, serta adanya dugaan pelemparan kursi dan sekop/serok sampah.

Dinas Pendidikan juga melibatkan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) dan Inspektorat untuk memastikan inti masalah dan menindaklanjuti rekomendasi Bupati.

Tanggapan dari Ikatan Alumni

Kekecewaan juga datang dari teman kuliah seangkatan korban yang tergabung dalam Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Ibnu Khaldun Nunukan (IKA STIT IKN). Ketua IKA STIT IKN, Bakhrul Ulum, menyatakan bahwa pihaknya mengecam keras serangkaian tindakan yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah.

Perbuatan Kepsek tersebut dinilai melampaui batas kewenangan, mencederai martabat guru, dan melanggar kode etik pendidik. IKA STIT IKN secara tegas menolak setiap kebijakan sepihak yang diambil tanpa melalui mekanisme musyawarah.

Minta Perlindungan Profesi Guru

IKA STIT IKN menuntut adanya perlindungan terhadap profesi guru, khususnya bagi guru yang menjadi korban kesewenang-wenangan. Mereka meminta Dinas Pendidikan Nunukan untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, memberikan sanksi tegas, hingga mencopot jabatan Kepala Sekolah yang bersangkutan demi menyelamatkan marwah institusi pendidikan.

Selain itu, IKA STIT IKN juga mengajak seluruh elemen, mulai dari orang tua siswa, alumni, hingga masyarakat, untuk bersolidaritas. Menurut Bakhrul, pendidikan yang berkualitas tidak akan pernah lahir dari kepemimpinan yang otoriter dan dzalim.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *