"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Unibos Tetapkan Dua Guru Besar, Kepemimpinan Prof Batara Surya Lahirkan 40 Profesor

Pengukuhan Dua Guru Besar di Universitas Bosowa

Universitas Bosowa (Unibos) kembali mencatatkan prestasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) akademik. Pada Kamis (12/2/2026), dua dosen terpilih resmi dikukuhkan sebagai guru besar. Pengukuhan ini dilakukan dalam rangkaian acara yang dipenuhi oleh berbagai tokoh akademik dan undangan penting.

Prof Zulkifli Makkawaru dan Prof Mas’ud Muhammadia Dikukuhkan

Dua orang yang dikukuhkan sebagai guru besar adalah Prof Zulkifli Makkawaru dalam bidang ilmu hukum, dengan keahlian pada hukum adat, serta Prof Mas’ud Muhammadia dalam bidang Ilmu Bahasa Indonesia, dengan fokus pada linguistik terapan dan pendidikan media. Pengukuhan berlangsung di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Rektor Unibos sekaligus Ketua Senat Unibos, Prof Batara Surya, yang ditandai dengan pengetukan palu sidang sekali. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Thaban Samsu Rijal. Selanjutnya, SK pengangkatan guru besar dibacakan oleh Ketua Dewan Profesor Unibos, Prof A Muhibuddin.

Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting

Acara ini turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Pengarah Bosowa Peduli Muslim Salam mewakili Founder Bosowa Corporindo Aksa Mahmud, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sultanbatara) Andi Lukman. Hadir pula Ketua Majelis Wali Amanat Unhas Prof Alimuddin Unde, mantan Wakil Rektor III Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Sukardi Weda, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Prof Marsuki Dea, serta Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Prof Said Karim.

Penjelasan dari Kepala LLDIKTI

Andi Lukman, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, menyampaikan bahwa gelar profesor merupakan pengakuan akademik tertinggi. Untuk mendapatkan gelar ini, diperlukan pengorbanan waktu, tenaga, dan kerja keras tak kenal lelah. Ia menekankan bahwa menjadi seorang profesor membutuhkan ketangguhan dan komitmen yang kuat.

Ia juga mengapresiasi komitmen Yayasan Bosowa dan Rektor Unibos dalam pengembangan SDM. Saat ini, Unibos telah memiliki 40 guru besar, 33 di antaranya lahir dalam empat tahun kepemimpinan Prof Batara Surya sebagai Rektor Unibos.

Visi dan Harapan Rektor Unibos

Rektor Unibos Prof Batara Surya menyampaikan bahwa jumlah guru besar di Unibos masih bisa bertambah. Saat ini, masih ada 67 orang lektor kepala yang memiliki potensi untuk menjadi guru besar. Ia menekankan pentingnya meningkatkan jenjang jabatan fungsional dosen untuk mendukung pengembangan Unibos sesuai target yang ingin dicapai.

Prof Batara Surya juga menyampaikan beberapa poin penting yang perlu direnungkan bersama oleh seluruh sivitas akademika Unibos:

  • Kesuksesan sejati diraih melalui kombinasi kerja keras, konsistensi, dan ketahanan, bukan sekadar keberuntungan.
  • Fokus pada proses: Kunci utamanya adalah fokus pada proses, berani bangkit dari kegagalan, dan terus belajar.
  • Menciptakan kesempatan: Jangan menunggu kesempatan, tetapi ciptakanlah kesempatan tersebut dengan tindakan nyata dan mulailah dari hari ini.
  • Menghadapi tantangan: Hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tapi tentang belajar bagaimana bertahan dalam badai tersebut.
  • Makna kegagalan: Kegagalan bukan akhir dari segalanya, tapi sebuah kesempatan untuk belajar dan mencoba lagi.
  • Visi Unibos: Bersama-sama wujudkan visi Unibos menuju kemajuan, inovasi, dan kolaborasi untuk mencapai reputasi global.

Profil Dua Guru Besar Baru

Prof Zulkifli Makkawaru

Nama: Zulkifli Makkawaru

Tempat lahir: Rappang, Kabupaten Sidrap

Istri: Asmida Syamsuddin Djalawali

Anak: Mega Zasmi Wahidatunnisa dan Mario Zulmi Wahidinsyah

Pendidikan:

– SDN 2 Rappang (1974)

– SMP 305 Rappang (1977)

– SMA 157 Rappang (1981)

– S-1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (1987)

– S-2 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2003)

– S-3 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2018)

Jabatan:

– Dosen Universitas 45 (1988)

– Ketua Bagian Hukum Masyarakat dan Pembangunan Universitas 45

– Dekan Fakultas Hukum Unibos (2004–2008)

– Ketua Program Studi Fakultas Hukum Unibos (2018–sekarang)

Beberapa Karya Buku:

– Hak Kekayaan Intelektual

– Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional Upaya Pengelolaan Aset Kekayaan Intelektual Bangsa

– Pemajuan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Kekayaan Intelektual

– Peningkatan Kualitas Pedesaan Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat

– Hak Ekonomi Pencipta Lagu dan Musik

Prof Mas’ud Muhammadia

Nama: Mas’ud Muhammadia

Tempat lahir: Bojo, Kabupaten Barru

Istri: Almarhumah Syamrina Karim dan Taty Mustafa

Pendidikan:

– SD 11 Bojo (1976)

– SMP 3 Parepare (1979)

– SMAN 2 Parepare (1982)

– IKIP Ujung Pandang (1982–1983)

– S-1 Bahasa dan Sastra Universitas Hasanuddin (1989)

– S-2 Komunikasi Massa Universitas Hasanuddin (2002)

– S-3 Ilmu Bahasa Indonesia Universitas Negeri Makassar (2015)

Jabatan:

– Kepala Humas Fakultas Sastra Universitas 45

– Kepala Humas Universitas 45

– Wakil Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan Universitas Bosowa

– Dekan Fakultas Universitas Bosowa

– Wakil Rektor II Unibos

Beberapa Karya Buku:

– Linguistik Korpus: Pendekatan Modern dalam Analisis Bahasa

– Semiotika Media dan Interaksi

– Filsafat Ilmu Pendidikan

– Teori dan Desain Pembelajaran Bahasa dan Seni


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *