SMKN 2 Ponorogo Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp 66 Juta
Pada hari Sabtu (14/2/2026) pagi, SMKN 2 Ponorogo di Jawa Timur menjadi korban pencurian. Pelaku berhasil merusak kunci gembok dan mengacak-acak lima ruangan sekaligus. Total kerugian yang dialami sekolah mencapai Rp 66 juta, termasuk uang unit produksi, uang pribadi guru, dan dana dalam brankas yang terbongkar.
Kronologi Kejadian
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh penjaga malam sekolah pada pukul 06.02 WIB. Informasi tersebut langsung disampaikan kepada Wakil Kepala Sekolah bagian Sarana Prasarana, Ani Dwi Yulianto. Ia kemudian segera ke lokasi bersama rekan guru lainnya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Saya menghubungi teman-teman sesama rekan guru untuk cek ke sekolah. Beberapa ruangan ada pintu terbuka. Ada cacat dibagian pintu. Ada 5 lokasi,” jelas Ani saat ditemui di lokasi kejadian.
Uang Tunai dan Brankas Raib
Berdasarkan hasil pengecekan, pelaku berhasil mengambil uang tunai dari beberapa ruangan penting, seperti ruang Unit Layanan Pariwisata (ULP), ruang kepala sekolah, dan ruang perhotelan. Di ruang ULP, uang hasil usaha sekolah hilang sebesar Rp 900 ribu. Sementara itu, di ruang kepala sekolah, pelaku tidak hanya mengambil uang tetapi juga perangkat elektronik. Meskipun uang inventaris kepala sekolah aman, uang pribadi milik staf hilang sebesar Rp 29 juta.
Kerugian terbesar terjadi di ruang perhotelan. Pelaku berhasil mengambil uang tunai di dalam brankas serta dua buah dompet. Posisi brankas yang semula berada di laci, ditemukan telah berpindah tempat. Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa brankas tersebut ditemukan di ruang belakang dalam kondisi rusak dan terbuka. Uang senilai Rp 30 juta di dalamnya ludes, begitu pula isi dari dua dompet yang ditemukan di dekatnya.
Polisi Buru Pelaku Lewat CCTV
Setelah menerima laporan, jajaran Polres Ponorogo langsung bergerak cepat. Pamapta Polres Ponorogo, Polsek Ponorogo Kota, dan Satreskrim Polres Ponorogo segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus ini.
“Kami sudah melakukan olah TKP. Juga mengambil beberapa cctv untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Total kerugian Rp 66 juta,” pungkasnya.
Tren Pencurian di Sekolah-sekolah Ponorogo
Kasus pembobolan sekolah di Ponorogo ini menambah daftar panjang aksi kriminalitas yang menyasar institusi pendidikan di wilayah tersebut. Berdasarkan catatan, sekolah sering menjadi target empuk para pelaku pencurian, terutama di akhir pekan atau hari libur ketika pengawasan minim.
Hanya berselang tiga hari sebelumnya, tepatnya Rabu (11/2/2026), kasus serupa juga menimpa SMK Al Inabah Ponorogo di Kecamatan Babadan. Dalam kejadian tersebut, pelaku bahkan merusak fasilitas sekolah menggunakan senjata tajam jenis katana dan mencuri kamera sekolah.
Rentetan kejadian ini mengindikasikan adanya tren pencurian yang secara spesifik menargetkan sekolah-sekolah di Bumi Reog dalam sepekan terakhir.
Tips/Imbauan Keamanan Sekolah
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, berikut beberapa langkah pengamanan yang dapat diterapkan oleh pihak sekolah:
-
Pasang CCTV Berkualitas HD:
Pastikan kamera pengawas terpasang di titik vital (gerbang, lorong, ruang penyimpanan uang) dan berfungsi baik dalam kondisi minim cahaya (night vision). -
Jangan Simpan Uang Tunai di Sekolah:
Hindari menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di brankas sekolah semalaman. Setorkan uang ke bank sesegera mungkin. -
Perkuat Pengamanan Fisik:
Gunakan gembok dengan grade keamanan tinggi dan pertimbangkan pemasangan teralis besi pada jendela dan pintu ruangan vital. -
Patroli Rutin:
Optimalkan peran penjaga malam untuk melakukan patroli keliling pada jam-jam rawan (tengah malam hingga subuh), bukan hanya berjaga di pos.











