Keterlibatan Taqy Malik dalam Kontroversi di Arab Saudi
Sebuah isu yang mengejutkan muncul dari dunia media sosial terkait keterlibatan influencer Indonesia, Taqy Malik, dalam sebuah kasus hukum di Arab Saudi. Mantan rekan bisnisnya, Randy Permana, mengungkapkan bahwa Taqy sempat menjadi incaran pihak berwajib setempat akibat aktivitasnya yang dianggap melanggar aturan kerajaan.
Pada 2025 lalu, Taqy Malik dituduh melakukan penggalangan dana secara online tanpa izin otoritas setempat. Ia menggalang donasi untuk keperluan makanan dan membagikannya kepada jamaah di area Masjid Quba. Namun, tindakan tersebut menimbulkan permasalahan karena makanan yang dibagikan tidak sesuai dengan selera jamaah, sehingga banyak yang terbuang dan menyebabkan kekotoran.
“Kasusnya dia jual makanan, sedekah makanan. Dan dia Story-nya dia itu tembus dilihat oleh pihak ada beberapa polisi intel di Madinah lah. Karena dia waktu berbagi itu, berbagi makanannya di area Masjid Quba saat itu,” ujar Randy Permana dalam wawancara daring.
Selain itu, Randy juga menunjukkan bukti dokumentasi dari konten yang viral di media sosial. Ia menjelaskan bahwa Taqy akhirnya harus pindah ke Makkah setelah pihak kepolisian mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas pembagian makanan tersebut.
Bukti yang Dikuasai Randy Permana
Randy Permana tidak hanya memberikan pernyataan, tetapi juga menunjukkan bukti fisik seperti nota pembelian atau invoice belanja mushaf Taqy Malik di masa lalu. Ia mengklaim memiliki data yang bisa membungkam segala bantahan dari pihak Taqy Malik.
“Saya punya data. Saya juga punya bukti pembelian mushafnya,” kata Randy Permana dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment.
Ia juga mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa dirinya selama ini membantu Taqy mencarikan toko termurah di Madinah untuk memborong ribuan Al-Qur’an pada program-program sebelumnya. Oleh karena itu, ia merasa aneh jika dituduh berbohong soal harga pasaran.
“Karena kan dia beli mushaf kan sama teman-teman saya yang bantuin. Saya tahu semua. Apa yang saya hoaks-in? Saya kan share data. Fakta lapangan,” tegasnya.
Diduga Mengambil Untung dari Wakaf Al-Qur’an
Lebih lanjut, Taqy diduga melakukan mark up untuk wakaf Al-Qur’an yang dijalankan mantan suami Salmafina Sunan. Ia disebut mengambil keuntungan yang sangat besar dari program wakafnya.
“Dia menjual mushaf dengan harga Rp330.000, padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal. Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya,” ujar Randy Permana.
Menurut Randy, Taqy bukan sebagai penipu, namun mengambil untung dari kegiatan amal ini. “Sebenarnya kalau nipu enggak. Ya dia istilahnya dia membuka harga mushaf Rp330.000 terus dia akhirnya menyalurkan dengan beli mushaf yang murah, maksudnya yang tidak sesuai dengan wakaf.”
Alasan Randy Bongkar Kelakuan Taqy Malik
Randy mengaku memiliki alasan sendiri untuk membongkar kelakuan Taqy di Arab Saudi. Ia merasa dirugikan baik secara personal maupun lingkup komunitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi.
“Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman, dia yang enggak tinggal di sini tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman,” tegas Randy.
“Itulah alasannya kenapa saya mengangkat isu ini seperti itu. Jadi sekalian aja ya udah saya buka, bongkar semua apa yang realitanya tentang mushaf Alquran di Makkah-Madinah,” pungkasnya.
Profil Singkat Taqy Malik
Taqy Malik adalah seorang figur publik Indonesia, dikenal sebagai influencer, pengusaha muda, dan pendakwah. Nama lengkapnya adalah Ahmad Taqiyuddin Malik. Ia sempat menjadi sorotan publik karena pernikahannya dengan Salmafina Sunan. Takdirnya menjadi menantu pengacara Sunan Kalijaga tak lama karena ia akhirnya bercerai dengan Salmafina.
Taqy Malik dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an (hafidz) dan aktif berdakwah di media sosial. Karier: Selain berdakwah, ia juga terjun ke dunia bisnis, termasuk travel umrah dan program wakaf Al-Qur’an. Popularitas: Ia memiliki banyak pengikut di Instagram dan YouTube, menjadikannya salah satu ustaz muda yang cukup berpengaruh di kalangan anak muda.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."









