Anggota DPRD Muara Enim Terjaring OTT, Harta Kekayaan yang Menggegerkan
Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Kholizol Tamhullis, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejati Sumsel bersama anaknya, RA. Kasus ini menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat dan pihak berwenang. Sebelum terjun ke dunia politik, Kholizol memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia dikenal memiliki banyak aset yang cukup bernilai.
Modus Korupsi yang Terungkap
Kasus yang melibatkan Kholizol Tamhullis dan anaknya RA berkaitan dengan dugaan pemberian uang sekitar Rp1,6 miliar dari seorang pengusaha. Uang tersebut diduga berasal dari pencairan uang muka kegiatan pengembangan jaringan irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung, Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim. Dari jumlah tersebut, sebagian besar digunakan untuk membeli 1 unit mobil Alphard berwarna putih dengan plat nomor B 2451 KYR.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (18/2/2026), malam hari. Penyidik Kejati Sumsel kemudian melakukan penggeledahan di kediaman tersangka dan tempat lain yang diduga terkait kasus ini.
Laporan Harta Kekayaan Kholizol Tamhullis
Berdasarkan laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), harta kekayaan milik Kholizol Tamhullis mencapai total senilai Rp8,4 miliar. Berikut rincian harta kekayaannya:
A. Tanah dan Bangunan
Rp5.840.000.000
1. Tanah seluas 95 m² di Muara Enim, hasil sendiri: Rp700.000.000
2. Tanah seluas 10 m² di Muara Enim, hasil sendiri: Rp2.000.000.000
3. Tanah seluas 576 m² di Banyuasin, hasil sendiri: Rp1.500.000.000
4. Tanah seluas 258 m² di Lahat, hasil sendiri: Rp200.000.000
5. Tanah seluas 395 m² di Lahat, hasil sendiri: Rp300.000.000
6. Tanah seluas 199 m² di Muara Enim, hasil sendiri: Rp140.000.000
7. Tanah dan bangunan seluas 120 m²/54 m² di Muara Enim, hasil sendiri: Rp400.000.000
8. Bangunan seluas 130 m² di Muara Enim, hasil sendiri: Rp600.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
Rp659.000.000
1. Mobil Mitsubishi Pajero tahun 2019, hasil sendiri: Rp380.000.000
2. Mobil Toyota Inova tahun 2012, hasil sendiri: Rp250.000.000
3. Motor Honda Beat tahun 2015, hasil sendiri: Rp9.000.000
4. Motor Kawasaki KLX tahun 2016, hasil sendiri: Rp20.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Rp326.000.000
D. Surat Berharga
Rp0
E. Kas dan Setara Kas
Rp341.390.543
F. Harta Lainnya
Rp1.302.000.000
Sub Total: Rp8.468.390.543
Profil Kholizol Tamhullis
Kholizol Tamhullis lahir di Pajar Bulan dan tinggal di Kabupaten Muara Enim. Ia menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di PKBM Serasan antara 2013 hingga 2016. Sebelum masuk dunia politik, ia pernah menjadi kontraktor dari tahun 2019 hingga 2023. Di dunia organisasi, ia memiliki posisi penting di tingkat lokal, seperti Wakil Ketua GLPK (2019–2024) dan Pimpinan Kecamatan Semende Darat Ulu – Partai Golkar (2022–2025).
Ia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Muara Enim melalui Partai Golkar untuk daerah pemilihan (Dapil) Muara Enim 5 dengan nomor urut 4. Kholizol dikenal memiliki basis massa yang kuat di wilayah Semende.
Terjerat Kasus Korupsi
Nama Kholizol Tamhullis kini menjadi sorotan nasional setelah dikabarkan terjaring OTT oleh Kejati Sumsel. Sang anak kandung, RA, juga turut terseret dalam kasus ini. Menurut Kepala Kejati Sumatera Selatan, Ketut Sumendana, penangkapan keduanya terkait dugaan pemberian uang sebesar Rp1,6 miliar dari pengusaha terkait pencairan uang muka proyek pengembangan jaringan irigasi Ataran Air Lemutu.
Selain itu, penyidik juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk rumah Kholizol dan saksi MH. Sampai saat ini, tim penyidik telah memeriksa 10 orang saksi. Uang sebesar Rp1,6 miliar tersebut ternyata digunakan untuk membeli mobil Alphard berwarna putih.
Lebih lanjut, Ketut Sumedana menyebut bahwa penyidik juga menyita 1 unit mobil Alphard, dokumen, barang elektronik, dan surat yang dianggap relevan. Perkara ini akan terus dikembangkan, dan tidak menutup kemungkinan akan memeriksa pihak-pihak lain termasuk Bupati.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











