Kecelakaan Maut di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
Pada Jumat 20 Februari 2026, terjadi kecelakaan maut di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) pada pukul 09.30 WIB. Peristiwa ini terjadi di Jalan Ketapang-Siduk Kilometer 11, Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang, Kalbar. Kecelakaan melibatkan kendaraan truk dengan sepeda motor.
Dalam kejadian tersebut, nenek dan cucu tewas. Korban yang meninggal dunia adalah J (46) dan anak perempuan berusia tiga tahun, yang merupakan cucu dari J. Sementara itu, pengendara sepeda motor, LD (19), mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.
Siti (50), mertua LD yang selamat dalam kecelakaan tersebut, menceritakan bahwa korban bersama ibunya, J, serta cucu dari J, hendak pergi ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Ketapang untuk mengurus perubahan Kartu Keluarga (KK).
“Kami ingin pergi ke Ketapang, mau ke kantor capil untuk rubah KK,” ujarnya saat diwawancarai Tribunpontianak.co.id, Sabtu (21/2/2026). Meski tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian, Siti menyebut bahwa LD sempat menghindari bangkai kucing sebelum kecelakaan terjadi.
Setelah kejadian, J dan cucunya langsung dilarikan ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk dilakukan visum. Usai proses tersebut, jenazah keduanya dibawa ke kampung halaman di Kecamatan Sandai pada hari yang sama untuk dimakamkan.
Saat ini, kondisi LD masih menjalani perawatan tim medis di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Menurut Siti, LD mengalami patah tulang pada tangan kanan, patah empat tulang rusuk di bagian kanan, serta luka pada kaki yang menyebabkan pembengkakan di lutut kanan.
Terkait proses hukum, saat ditanya apakah pihak keluarga akan menuntut pemilik dump truck, Siti menyebut keluarga memilih untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.
“Kami sih keluarga pinginnya berdamai aja,” pungkasnya.
10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara
Untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Gunakan transportasi umum jika memungkinkan. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
- Kurangi potensi distraksi saat berkendara.
- Perhatikan jauh ke depan dan identifikasi potensi bahaya di jalan raya.
- Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah-pindah jalur.
- Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
- Perhatikan blindspot pada kendaraan.
- Teliti setiap persimpangan, gang, atau lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
- Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
- Jangan lawan arus.
- Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











