Proses Evakuasi Jasad Sahanan yang Dramatis dan Mendebarkan
Proses evakuasi jasad Sahanan (45) yang tewas diterkam harimau di Kabupaten Musi Rawas berjalan dengan penuh tantangan dan ketegangan. Warga yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi menghadapi rasa takut dan kewaspadaan tinggi, mengingat lokasi kejadian berada di dalam Hutan TNKS Sebelat.
Lokasi yang Berbahaya dan Medan Sulit
Lokasi tersebut dikenal sebagai wilayah hutan yang banyak ditemukan jejak kaki harimau serta medan yang berbatu dan terjal. Hal ini menyulitkan warga melakukan proses evakuasi. Pencarian dimulai dari aliran Sungai Bal, tempat korban biasanya mencari ikan. Namun, saat itu korban tidak kunjung pulang ke rumah, sehingga keluarga dan warga segera melakukan pencarian.
Perjalanan Mencari Korban
Warga berangkat dari rumah untuk mencari korban di sekitar Sungai Bal. Beberapa menggunakan sepeda motor, sementara yang lain berjalan kaki. Karena jalan yang tidak memungkinkan, sepeda motor tidak bisa sampai ke lokasi. Pencarian dilanjutkan dengan masuk ke dalam hutan.
Di tengah pencarian, warga menemukan petunjuk keberadaan korban, seperti kaca mata dan jala miliknya, serta ceceran darah. Setelah yakin bahwa korban berada di dalam hutan, warga memasuki wilayah Hutan TNKS. Di sana, mereka melihat jejak kaki harimau dan bekas darah yang menunjukkan bahwa korban telah diserang.
Penemuan Kepala Korban
Di dalam hutan, warga menemukan kepala korban yang sangat mengenaskan. Awalnya, sang kakak tidak menyadari bahwa itu adalah kepala adiknya. Ia menendangnya pelan dengan kaki, lalu mengangkatnya dan menyadari bahwa itu adalah kepala korban.
Selain kepala, warga juga menemukan ikan sebanyak 20 ekor di dalam tempat yang diduga merupakan lokasi penangkapan korban. Dengan bantuan senter, mereka terus mencari bagian tubuh lainnya. Akhirnya, tubuh korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, dengan posisi telentang dan tangan yang sudah rusak.
Kesulitan dalam Mengevakuasi Jenazah
Karena jalannya sempit dan medan yang sulit, warga kesulitan membawa tubuh korban keluar dari hutan. Rasa takut dan khawatir akan kemungkinan kembali serangan harimau membuat mereka waspada. Akhirnya, sebagian warga membuka jalan agar evakuasi dapat dilakukan.
Setelah jenazah sampai ke tepi Sungai Bal, warga kembali menghadapi tantangan dalam membawanya ke rumah duka. Medan yang terjal dan batu-batu besar menyulitkan proses pengangkatan. Akhirnya, jenazah dikemas dalam kain dan dipikul dua orang menggunakan kayu.
Proses Evakuasi yang Penuh Kekhawatiran
Selama proses evakuasi, warga saling menjaga satu sama lain. Jenazah ditempatkan di tengah, dengan warga berjaga di sekelilingnya. Perjalanan dari lokasi ke rumah duka memakan waktu sekitar 3 jam. Sekira pukul 04.00 WIB pagi, jenazah akhirnya tiba di rumah duka.
Tantangan dan Keberanian Warga
Proses evakuasi ini menjadi bukti keberanian dan komitmen warga dalam menghadapi situasi yang sangat berbahaya. Meskipun penuh ketakutan, mereka tetap bertekad untuk menemukan dan membawa jenazah korban ke tempat yang lebih aman.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











