"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

10 bank terbesar di Indonesia: Mandiri unggul, BNI naik daun

, JAKARTA — Sejumlah bank umum mencatatkan peningkatan aset sepanjang tahun 2025. Lantas, siapa saja yang masuk dalam daftar 10 bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset?

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset perbankan pada kuartal IV/2025 mencapai Rp13.646,41 triliun, meningkat 9,51% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan kuartal IV/2024 yang sebesar Rp12.460,95 triliun.

Adapun bank umum yang masuk dalam daftar ini merupakan penghuni Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 dan KBMI 4. Untuk diketahui, OJK mengelompokkan bank berdasarkan KBMI. Hal itu tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Perincian aturan KBMI yaitu KBMI 1 untuk bank dengan modal inti kurang dari Rp6 triliun, KBMI 2 untuk bank dengan modal inti Rp6 triliun—Rp14 triliun, KBMI 3 untuk bank dengan modal inti Rp14 triliun—Rp70 triliun, dan KBMI 4 untuk bank dengan modal inti lebih dari Rp70 triliun.

OJK mencatat hingga kuartal IV/2025, total aset KBMI 1 mengalami penurunan sebesar 9,55% YoY menjadi Rp1.309,08 triliun dibandingkan kuartal IV/2024 yang mencapai Rp1.447,34 triliun.

Penurunan aset juga terjadi pada KBMI 2 yang menyusut 4,41% YoY, dari Rp1.674,82 triliun pada kuartal IV/2024 menjadi Rp1.600,99 triliun pada kuartal IV/2025.

Sebaliknya, aset KBMI 3 dan KBMI 4 mencatatkan pertumbuhan pada kuartal IV/2025. Otoritas mengungkapkan, total aset KBMI 3 mencapai Rp3.725,44 triliun, meningkat 19,52% YoY dari kuartal IV/2024 sebesar Rp3.117,10 triliun. Aset KBMI 4 juga tercatat tumbuh 12,69% YoY dari kuartal IV/2024 sebesar Rp6.221,68 triliun menjadi Rp7.010,90 triliun pada kuartal IV/2025.



Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) di Jakarta, Selasa (22/7/2025). / Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Dari sisi pemain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menempati posisi teratas dalam raihan aset tertinggi, dengan membukukan aset Rp2.829,94 triliun sepanjang 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memimpin di posisi kedua dengan total aset Rp2.135,37 triliun, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan aset Rp1.586,82 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebesar Rp1.362,05 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dengan total aset mencapai Rp527,79 triliun hingga akhir 2025.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menyusul dengan total aset Rp456,19 triliun, diikuti PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) sebesar Rp372,69 triliun, PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) Rp308,14 triliun, PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) Rp275,71 triliun pada 2025, dan PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Rp268,34 triliun.

Apabila menilik dari sisi pertumbuhan, BNI mencatat pertumbuhan aset paling tinggi pada 2025 yakni sebesar 20,52% YoY dibanding 2024. Peringkat selanjutnya ditempati oleh Bank Mandiri yang tumbuh 16,59% YoY, diikuti BTN sebesar 12,39% YoY, BSI 11,64% YoY, dan Bank Danamon yang tumbuh 11,19% YoY.

OCBC NISP berada di urutan selanjutnya dengan pertumbuhan aset 9,66% YoY dibanding tahun sebelumnya, BCA tumbuh sebesar 9,49% YoY, aset BRI naik 7,19% YoY, Permata Bank sebesar 3,58% YoY, dan CIMB Niaga naik 3,46% YoY.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, aset BNI yang tumbuh melesat pada 2025 dibanding bank-bank lainnya dikarenakan ekspansi kredit yang lebih agresif terutama dari segmen produktif dan juga ditopang penguatan pendanaan.

Untuk tahun ini, dia melihat aset bank umum berpotensi tumbuh kendati cukup menantang jika melihat perkembangan situasi global yang dapat mendorong peningkatan harga minyak dan potensi inflasi yang kembali naik.

“Faktor pendorong pertumbuhan [aset bank umum] adalah segmen terkait pangan dan infrastruktur yang masih berpotensi tumbuh di tahun ini,” kata Trioksa kepada Bisnis, Senin (2/3/2026).

Berikut daftar 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia:

Bank Mandiri (BMRI)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) berada di posisi puncak dalam raihan aset tertinggi, dengan membukukan aset Rp2.829,94 triliun sepanjang 2025. Realisasi itu meningkat 16,59% YoY dibandingkan Rp2.427,22 triliun pada 2024.

Peningkatan aset bank dengan logo pita emas itu didukung oleh penyaluran kredit yang hingga akhir 2025 mencapai Rp1.849,96 triliun, tumbuh 13,97% YoY dibandingkan tahun sebelumnya Rp1.623,21 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 23,95% YoY, dari 2024 sebesar Rp1.698,89 triliun menjadi Rp2.105,76 triliun hingga akhir 2025. Sepanjang 2025, bank dengan kode emiten BMRI itu meraup laba bersih konsolidasian sebesar Rp61,34 triliun, naik tipis 0,30% YoY dari perolehan 2024 sebesar Rp61,16 triliun.

BRI (BBRI)

Urutan selanjutnya ditempati oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan total aset mencapai Rp2.135,37 triliun, naik 7,19% YoY dibanding 2024 yang sebesar Rp1.992,18 triliun.

Sepanjang 2025, total penyaluran kredit bank spesialis wong cilik itu mencapai Rp1.460,72 triliun, tumbuh 12,51% YoY dari tahun sebelumnya Rp1.298,31 triliun. Terkait pendanaan, BRI membukukan DPK senilai Rp1.466,84 triliun alias naik 7,43% YoY dari 2024 yang sebesar Rp1.365,45 triliun.

Pada periode tersebut, BRI tercatat meraup laba bersih konsolidasian senilai Rp57,13 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan meraih laba bersih Rp60,30 triliun sehingga terjadi koreksi 5,26% YoY.

BCA (BBCA)

Posisi ketiga ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan perolehan aset sebesar Rp1.586,82 triliun hingga akhir 2025. Raihan itu meningkat 9,49% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1.449,30 triliun.

Pada 2025, bank swasta terbesar di Indonesia ini membukukan laba bersih konsolidasian senilai Rp57,56 triliun. Raihan itu meningkat 4,94% YoY dibandingkan 2024 yang sebesar Rp54,85 triliun.

Dari sisi intermediasi, total kredit perseroan mencapai Rp979,69 triliun, meningkat 7,53% YoY dari realisasi 2024 yang sebesar Rp911,10 triliun. Pada saat yang sama, DPK BCA tumbuh 10,18% YoY dari Rp1.133,61 triliun pada 2024 menjadi Rp1.249,04 triliun.

BNI (BBNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menduduki posisi keempat dengan total aset sebesar Rp1.362,05 triliun pada 2025. Capaian itu meningkat 20,52% YoY dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1.130,12 triliun.

Aset bank yang tumbuh melesat pada 2025 didorong oleh pertumbuhan kredit perseroan sebesar 15,94% YoY menjadi Rp899,53 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp775,87 triliun.

DPK perseroan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 29,21% YoY menjadi Rp1.040,83 triliun dari 2024 yang sebesar Rp805,51 triliun. Laba bersih konsolidasian tercatat mencapai Rp20,11 triliun, menyusut 7,19% YoY dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp21,66 triliun.

BTN (BBTN)

Peringkat selanjutnya ditempati oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dengan total aset mencapai Rp527,79 triliun hingga akhir 2025, meningkat 12,39% YoY dari 2024 sebesar Rp469,61 triliun.

BTN mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp345,70 triliun sepanjang 2025, meningkat 10,07% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp314,08 triliun. Pada saat yang sama DPK perseroan tumbuh 12,77% YoY menjadi Rp430,39 triliun hingga akhir 2025.

Bank pelat merah itu juga mencatatkan pertumbuhan pada laba bersih konsolidasian yakni sebesar 16,42% YoY menjadi Rp3,50 triliun hingga akhir 2025. Tahun sebelumnya, BTN membukukan laba bersih senilai Rp3,00 triliun.

BSI (BRIS)

Urutan keenam ditempati oleh PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) dengan total aset pada 2025 sebesar Rp456,19 triliun, tumbuh 11,64% YoY dari 2024 yang senilai Rp408,61 triliun.

Pertumbuhan aset sepanjang 2025 itu didukung oleh penyaluran pembiayaan perseroan yang tumbuh 26,16% YoY dari Rp117,12 triliun pada 2024 menjadi Rp147,76 triliun.

Pada saat yang sama, DPK bank syariah terbesar di Indonesia itu mencapai Rp289,38 triliun, tumbuh 14,37% YoY dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp253,02 triliun. Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp7,56 triliun, meningkat 8,02% YoY dibanding periode yang sama tahun lalu Rp7,00 triliun.

CIMB Niaga (BNGA)

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) dengan total aset sebesar Rp372,69 triliun sepanjang 2025, meningkat 3,46% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp360,22 triliun.

Laba bersih konsolidasian perseroan tumbuh tipis 0,53% YoY dari 2024 sebesar Rp6,89 triliun menjadi Rp6,93 triliun pada 2025. Dari sisi intermediasi, total kredit CIMB Niaga meningkat 8,87% YoY menjadi Rp182,58 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp167,71 triliun.

Pada saat yang sama, DPK CIMB Niaga meningkat 3,79% YoY dari 2024 sebesar Rp260,63 triliun menjadi sebesar Rp270,52 triliun hingga akhir 2025.

OCBC NISP (NISP)

PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) berada di urutan kedelapan dalam daftar ini dengan total aset mencapai Rp308,14 triliun sepanjang 2025. Perolehan aset tersebut meningkat 9,66% YoY dibandingkan 2024 yang sebesar Rp281,00 triliun.

Kinerja positif juga terlihat dari raihan laba bersih konsolidasian OCBC NISP yang tumbuh 3,92% YoY menjadi Rp5,05 triliun pada 2025. Pada tahun sebelumnya, perseroan meraup laba senilai Rp4,86 triliun.

Sepanjang 2025, kredit yang disalurkan bank dengan kode emiten NISP ini mencapai Rp167,21 triliun, naik 2,03% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp163,89 triliun. Pada saat yang sama, DPK perseroan tumbuh signifikan 18,25% YoY menjadi Rp243,51 triliun hingga akhir 2025.

Bank Danamon (BDMN)

PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) mencatatkan total aset senilai Rp275,71 triliun, menempatkannya sebagai bank dengan aset terbesar kesembilan dalam daftar ini. Total aset tersebut meningkat 11,19% YoY dibandingkan 2024 yang sebesar Rp247,96 triliun.

Salah satu pendorong pertumbuhan aset yakni penyaluran kredit yang tumbuh 10,21% YoY menjadi Rp159,28 triliun hingga akhir 2025. Pada tahun sebelumnya, total kredit Bank Danamon mencapai Rp144,53 triliun.

Dari sisi penghimpunan dana, BDMN membukukan pertumbuhan DPK sebesar 15,76% YoY menjadi Rp174,17 triliun. Sepanjang 2025, Bank Danamon meraup laba bersih konsolidasian senilai Rp4,19 triliun, naik 13,51% YoY dari tahun sebelumnya Rp3,69 triliun.

Permata Bank (BNLI)

PT Bank Permata Tbk. (BNLI) meraup total aset senilai Rp268,34 triliun hingga akhir 2025. Dengan total aset tersebut, Permata Bank berada di posisi kesepuluh dalam daftar ini. Raihan aset itu tumbuh 3,58% YoY dari tahun sebelumnya Rp259,06 triliun.

Sepanjang 2025, perseroan meraup laba bersih senilai Rp3,58 triliun, naik tipis 0,59% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp3,56 triliun. Dari sisi intermediasi, total kredit Permata Bank tumbuh 8,37% YoY menjadi Rp139,48 triliun hingga akhir 2025.

Pada saat yang sama, DPK Permata Bank mencapai Rp192,81 triliun, meningkat 3,93% YoY. Pada 2024, total DPK yang dihimpun perseroan sebesar Rp185,52 triliun.

Berikut tabel perbandingan aset bank antara tahun 2024 dan 2025:

  • Bank Mandiri
  • Aset 2024 (Triliun): Rp2.427,22
  • Aset 2025 (Triliun): Rp2.829,94
  • % (YoY): 16,59%

  • BRI

  • Aset 2024 (Triliun): Rp1.992,18
  • Aset 2025 (Triliun): Rp2.135,37
  • % (YoY): 7,19%

  • BCA

  • Aset 2024 (Triliun): Rp1.449,30
  • Aset 2025 (Triliun): Rp1.586,82
  • % (YoY): 9,49%

  • BNI

  • Aset 2024 (Triliun): Rp1.130,12
  • Aset 2025 (Triliun): Rp1.362,05
  • % (YoY): 20,52%

  • BTN

  • Aset 2024 (Triliun): Rp469,61
  • Aset 2025 (Triliun): Rp527,79
  • % (YoY): 12,39%

  • BSI

  • Aset 2024 (Triliun): Rp408,61
  • Aset 2025 (Triliun): Rp456,19
  • % (YoY): 11,64%

  • CIMB Niaga

  • Aset 2024 (Triliun): Rp360,22
  • Aset 2025 (Triliun): Rp372,69
  • % (YoY): 3,46%

  • OCBC NISP

  • Aset 2024 (Triliun): Rp281,00
  • Aset 2025 (Triliun): Rp308,14
  • % (YoY): 9,66%

  • Bank Danamon

  • Aset 2024 (Triliun): Rp247,96
  • Aset 2025 (Triliun): Rp275,71
  • % (YoY): 11,19%

  • Permata Bank

  • Aset 2024 (Triliun): Rp259,06
  • Aset 2025 (Triliun): Rp268,34
  • % (YoY): 3,58%
Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *