"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Bisnis  

Akulaku Targetkan Dana Baru Rp8,2 Triliun pada 2026



JAKARTA — PT Akulaku Finance Indonesia memiliki target pembiayaan baru sebesar Rp8,2 triliun pada tahun 2026. Target ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/YoY).

Presiden Direktur Akulaku Finance Perry Barman Slangor menyatakan bahwa perusahaan akan tetap fokus dalam menjaga pertumbuhan yang sehat, terukur, dan berkelanjutan. Dengan fokus tersebut, dia berharap rasio pembiayaan macet atau non-performing financing (NPF) perusahaan tetap berada di tingkat rendah.

“Kami memperkirakan NPF di tahun ini berkisar, dan kami coba menjaga, di sekitar 1,2%. Dan, kami melihat ini penting untuk kami jaga supaya kami tetap tumbuh secara sustainable,” ujarnya dalam acara kumpul media bersama Akulaku di Jakarta, pekan lalu.

Realisasi prospek 2026 tersebut memang akan menjaga keberlanjutan tren positif dari kinerja bisnis Akulaku yang sudah dipertahankan hingga saat ini.

Sepanjang 2025, Akulaku menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp7,44 triliun atau tumbuh 23% (YoY). Sementara itu, rasio NPF bersih perusahaan dapat dijaga di angka 1,1%, yang menandakan adanya aset yang sehat.

Perry mengungkapkan setidaknya ada dua faktor yang bisa membuat perusahaan yang berfokus pada layanan beli sekarang bayar nanti alias buy now pay later (BNPL) atau pay later tersebut bisa mencapai target bisnisnya pada tahun ini.

Pertama, Akulaku dikatakan mempunyai ekosistem digital yang kuat. Pada 2026, dia membeberkan bahwa perusahaan akan makin mendalami perannya dalam berbagai platform belanja daring (e-commerce), baik dengan platform yang sebelumnya sudah bekerja sama maupun dengan platform lain.

Dia pun mengungkapkan bahwa pihaknya menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu mengelola risiko dalam sistem penilaian kredit (credit scoring). Dengan adanya mitigasi terhadap potensi kredit yang bermasalah, hal tersebut dikatakan dapat membantu perusahaan untuk memperluas penyaluran pembiayaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kedua, Perry menyebut bahwa Akulaku memiliki basis jumlah pengguna yang besar dan loyal. Pada 2025, transaksi keuangan yang dilakukan melalui Akulaku mencapai 46,5 juta kali.

“Jadi, dengan begini, kami juga dapat memahami dan menganalisis perilaku konsumen untuk melakukan penetrasi yang lebih dalam dan lebih meaningful,” ujarnya.

Dua Pilar Utama Bisnis Akulaku 2026

Sejalan dengan faktor-faktor tersebut, Perry juga mengungkapkan bahwa pada dasarnya Akulaku bertumpu di dua pilar utama pada 2026, yaitu ekspansi pasar dan integrasi ekosistem yang lebih dalam.

Dia melaporkan bahwa konsentrasi bisnis Akulaku saat ini 68% masih terpusat di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat yang berkontribusi terhadap 7,9 juta pengguna. Dia menilai masih terdapat ruang untuk melakukan ekspansi bisnis dan meningkatkan rasio 32% pengguna di pulau-pulau lain agar penyebaran geografis tersebut dapat lebih berimbang.

Selain isu lokasi, dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan ekspansi bisnis di pasar luring atau offline, yang transaksinya masih berjumlah sekitar 24% dibandingkan dengan pasar daring.

“Kami juga akan memperluas jaringan yang saat ini kami bekerja sama dengan lebih dari 10.000 merchant offline di seluruh Indonesia, sehingga kami hadir juga di toko-toko fisik, seperti ritel, gadget, hingga lifestyle,” jelas Perry.

Dalam hal integrasi ekosistem, dia menyebut bahwa Akulaku terus melakukan kolaborasi dengan institusi-institusi perbankan untuk mengoptimalkan biaya dananya (cost of fund). Optimalisasi tersebut juga akan dilakukan dengan upaya diversifikasi sumber pendanaan, termasuk melalui pinjaman dari luar negeri (offshore borrowing).

Perusahaan juga berencana memperkuat lini bisnis BNPL mereka. Hingga akhir 2025, BNPL masih berkontribusi sebesar 89% dari semua portofolio Akulaku.

Perry menyebut bahwa BNPL Akulaku memiliki ekosistem distribusi yang masif, mulai dari platform belanja daring milik mereka sendiri hingga integrasi di platform besar, seperti TikTok dan Shopee. Perluasan integrasi platform pun akan kembali dilakukan pada tahun ini.

Dengan kinerja dan kepemilikan ekosistem yang tetap baik hingga saat ini, Perry optimistis bahwa Akulaku akan masih bisa bersaing di industri keuangan yang digelutinya.

“Kita memiliki fundamental yang baik untuk terus memimpin inklusi keuangan di Indonesia,” simpulnya.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *