JAKARTA — Gunungan sampah yang berada di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, dilaporkan mengalami longsor pada hari Ahad (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya, terdapat sejumlah orang yang meninggal dunia di tempat yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa hingga Ahad pukul 21.00 WIB, total korban yang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia berjumlah empat orang. Namun, proses evakuasi masih terus dilakukan karena diduga masih ada korban yang tertimbun.
“Sementara empat orang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia, dua wanita dan dua laki-laki,” ujar Isnawa melalui keterangannya, Ahad malam.
Empat korban meninggal dunia tersebut masing-masing adalah seorang pemilik warung bernama Sumini (60 tahun), pemulung atas nama Enda Widayanti (25), serta dua sopir truk yaitu Dedi Sutrisno dan Irwan Supriatain (42).
Isnawa menjelaskan, diduga ada 10 orang warga yang tertimbun akibat longsoran sampah itu. Dari jumlah tersebut, dua orang yaitu Jonan dan Risno berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dua sopir truk juga telah mendapatkan penanganan medis.
“Dugaan sementara korban yang tertimbun 10 orang, yaitu lima warga dan lima driver truk sampah,” jelasnya.
Peristiwa longsor itu bermula ketika sejumlah truk sampah sedang antri untuk melakukan pembongkaran muatan sampah di TPST Bantargabang. Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah dan satu warung di sekitar lokasi. Diduga, penyebab longsoran tersebut adalah hujan lebat dengan durasi lama.
Menurut Isnawa, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Proses pencarian juga melibatkan 20 unit ekskavator.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan pihaknya telah mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama lintas instansi. Prioritas utama penanganan adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat,” kata dia, Ahad malam.
Dalam operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi.
Asep memastikan, seluruh petugas yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan. Sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemprov Jakarta.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan memberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya. Termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP.
Untuk mendukung operasi tersebut, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator. Tak hanya itu, pihaknya juga menyiagakan dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi yang bekerja secara simultan membuka timbunan material longsor guna mempercepat proses evakuasi.
Di saat yang sama, langkah stabilisasi area juga langsung dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali stabil dan aman bagi operasional di lapangan.
“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” kata Asep.
Meski proses penanganan masih berlangsung, DLH juga memastikan pelayanan publik pengelolaan sampah tetap berjalan. Untuk itu, satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari guna menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta. Sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.
“Saat ini kami meminta kepada jajaran Sudin LH Provinsi DKI Jakarta untuk menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sampai selesainya evakuasi,” kata dia.
Menurut Asep, langkah itu diambil untuk memastikan sistem pengangkutan sampah Jakarta tetap berjalan. Hal itu juga untuk meminimalkan antrean truk selama proses evakuasi dan penanganan di area terdampak.
“Pemprov Jakarta berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” kata Asep.











