"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Mahasiswa Teknokrat Bantu Capai SDGs Melalui Proyek Strategis

Pembangunan Infrastruktur sebagai Ruang Belajar bagi Mahasiswa Teknik

Pembangunan infrastruktur tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi generasi muda, khususnya mahasiswa teknik. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, salah satu kampus terbaik di Lampung, melalui program Magang Berdampak yang dilaksanakan di proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Timur yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan industri konstruksi. Melalui magang berdampak, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di lapangan mengenai bagaimana sebuah proyek konstruksi dijalankan secara profesional.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA menekankan bahwa kegiatan magang berdampak merupakan bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. Menurutnya, universitas terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam pengalaman praktik di dunia industri agar kompetensi yang dimiliki tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman nyata di lapangan.

“Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman langsung di proyek nyata agar memiliki kesiapan profesional ketika lulus nanti. Kolaborasi dengan industri menjadi kunci untuk menciptakan lulusan yang unggul dan kompeten,” ujarnya secara tertulis.

Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng menjelaskan, kegiatan magang berdampak direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut, mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

Mahasiswa akan terlibat dalam pengenalan manajemen proyek, pengawasan pekerjaan di lapangan, hingga memahami koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proyek seperti kontraktor, konsultan, dan pemasok material. “Kami ingin mahasiswa benar-benar memahami bagaimana teori yang mereka pelajari di kelas diterapkan secara langsung di lapangan. Pengalaman ini sangat penting untuk membentuk kemampuan teknis dan profesional mereka,” papar dia.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi lokasi magang ini merupakan proyek strategis yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Dengan hadirnya fasilitas pendidikan yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan masyarakat dapat meningkat serta memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda.

Dalam proyek ini, PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor pelaksana memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para profesional yang telah berpengalaman dalam berbagai proyek infrastruktur nasional seperti bendungan, jalan, jembatan, dan bangunan gedung.

Menariknya, proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini juga menghadapi tantangan percepatan waktu pembangunan. Awalnya proyek ditargetkan selesai pada bulan Agustus, namun kemudian diminta untuk dipercepat hingga selesai pada bulan Juni. Bagi mahasiswa yang sedang menjalani magang berdampak, kondisi ini justru menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga.

Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana strategi percepatan proyek dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan serta tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja. Selain aspek teknis, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya komunikasi dan kerja sama tim dalam pelaksanaan proyek konstruksi.

Sebuah proyek tidak hanya melibatkan kontraktor, tetapi juga berbagai pihak lain seperti konsultan perencana, konsultan pengawas, serta pemasok material. Melalui pengalaman ini, mahasiswa juga belajar memahami budaya kerja di lingkungan proyek yang memiliki dinamika berbeda dengan suasana akademik di kampus.

Program magang berdampak ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada tujuan SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran berbasis praktik. Serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat juga mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri seperti ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Universitas Teknokrat Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu kampus terbaik di Lampung yang terus berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, inovatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Melalui berbagai program unggulan seperti magang industri, kolaborasi proyek, hingga kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, universitas ini terus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal.

Bagi para siswa SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dan memiliki cita-cita berkarier di bidang teknik maupun bidang lainnya, Universitas Teknokrat Indonesia menjadi pilihan tepat untuk menempuh pendidikan tinggi berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi website https://teknokrat.ac.id/. Dengan fasilitas modern, dosen profesional, serta jaringan kerja sama industri yang luas, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mendapatkan pengalaman belajar yang komprehensif, baik secara teori maupun praktik.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *