Kasus Bayi Dibuang di Pasar Minggu: Misteri di Balik Pengakuan Anak 12 Tahun
Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi sehat di atas gerobak nasi uduk di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait identitas pelaku dan alasan dibuangnya bayi tersebut. Awalnya, pengakuan dari secarik kertas yang ditemukan bersama bayi menyebutkan bahwa pelaku adalah kakak berusia 12 tahun. Namun, keterangan saksi justru mengungkap fakta yang berbeda.
Penemuan Bayi dan Surat Pengakuan
Bayi dengan inisial AR ditemukan oleh warga di ujung gang sempit Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu. Di samping tubuh bayi, ditemukan secarik kertas yang berisi pengakuan mengenai alasan bayi dibuang. Dalam surat tersebut, pelaku mengaku sebagai kakak perempuan yang berusia 12 tahun. Ia menjelaskan bahwa ia nekat membuang sang adik karena ibunya meninggal. Pengakuan ini membuat banyak orang merasa sedih dan prihatin.
Namun, setelah penyelidikan dilakukan, pihak kepolisian mulai mencurigai kebenaran pengakuan tersebut. Banyak orang mulai meragukan klaim bahwa pelaku adalah anak berusia 12 tahun. Sebaliknya, ada indikasi kuat bahwa pelaku adalah seorang dewasa.
Keterangan Saksi yang Mencurigakan
Warga bernama Ati (53) mengaku melihat seorang pria mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Menurut Ati, pria tersebut memakai jaket cokelat muda dan membawa tas kain hitam. Ia melihat pria itu melintas di depan rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah beberapa menit, pria tersebut kembali tanpa membawa tas kain tersebut.
Awalnya, Ati tidak merasa curiga dan mengira pria itu adalah kurir yang sedang mengantarkan paket. Namun, setelah mengetahui penemuan bayi viral di media, ia mulai mencurigai sosok pria tersebut. Menurut Ati, pria itu tidak tampak seperti anak-anak, melainkan lebih mirip orang dewasa berusia sekitar 20 hingga 30 tahun.
Investigasi Polisi dan Pemeriksaan Kesehatan Bayi
Keterangan saksi kini menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan polisi. Pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pelaku dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, bayi AR telah menjalani pemeriksaan dan perawatan di Puskesmas Pasar Minggu. Setelah itu, bayi tersebut diserahkan kepada Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dan dibawa ke Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa di Cipayung, Jakarta Timur.

Perawatan Khusus di Panti Sosial
Kepala PSAA Tunas Bangsa, Rida Mufrida, mengatakan bahwa bayi AR tiba di panti pada Kamis (5/3/2026). Ia menyampaikan bahwa kondisi bayi tersebut dalam keadaan sehat walafiat. Meski demikian, kulit bayi tersebut tampak menguning, yang merupakan kondisi umum pada bayi yang baru lahir.
Untuk membantu meningkatkan kesehatannya, bayi AR diberi susu Infantrini secara rutin setiap satu jam sekali. Rida menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk mencegah atau meningkatkan imun tubuh bayi. Berat badan bayi saat ini adalah 2.550 gram. Selain pemberian susu, pihak panti juga akan membawa bayi tersebut ke Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











