Pengalaman Novi dalam Berinvestasi di Pasar Saham
Novi, seorang warga Kota Pontianak, awalnya mempertimbangkan untuk membuka usaha. Namun karena kesibukan bekerja, ia memilih berinvestasi sebagai alternatif untuk mengelola keuangan secara lebih efektif. Ketertarikannya pada investasi bermula dari berbagai pembahasan yang ia temui di internet dan media sosial.
Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah mengembangkan uang yang dimilikinya agar tidak hanya disimpan di tabungan. “Sayang juga kalau uang hanya ditabung tanpa digunakan untuk usaha maupun investasi,” ujarnya saat diwawancarai.
Sebelum memutuskan membeli saham, Novi terlebih dahulu mempelajari berbagai instrumen investasi seperti saham, reksadana, dan deposito. Dari semua pilihan tersebut, saham menjadi instrumen yang paling menarik baginya.
“Ternyata saya lebih tertarik di saham karena selain bisa jual-beli, ternyata ada juga saham yang bisa memberikan dividen,” jelasnya. Ketertarikannya juga dipengaruhi oleh kisah para investor sukses yang berhasil membangun kekayaan melalui investasi jangka panjang.
“Saya melihat banyak orang yang berhasil membangun kekayaan melalui investasi saham dalam jangka panjang, salah satunya seperti Pak Lo Kheng Hong,” katanya.
Novi mulai mengenal dunia saham sekitar tahun kedua dirinya bekerja, ketika sering menemukan konten edukasi investasi di internet dan media sosial. Dari situ ia mulai mempelajari cara kerja saham hingga akhirnya membuka akun di salah satu platform investasi pada tahun 2023.
Ia kemudian mencoba membeli saham dari sektor transportasi, khususnya perusahaan perkapalan, berdasarkan analisis sederhana yang ia pelajari dari berbagai sumber.
“Saya mencoba membeli saham dari sektor transportasi di perusahaan perkapalan karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan kapal memiliki daya tampung besar untuk pengiriman barang,” ungkapnya.
Selain itu, Novi juga mencoba mempelajari laporan keuangan perusahaan sebelum memutuskan membeli saham. Ia menahan saham tersebut hingga tahun berikutnya dan akhirnya mendapatkan dividen dari investasinya.
“Ternyata saya mendapat dividen. Dari situ saya mulai berpikir ternyata ada juga investasi yang tidak perlu menjual aset atau bekerja terus, cukup melihat laporan keuangan dan menganalisisnya tetapi bisa mendapatkan keuntungan,” tuturnya.
Menurutnya, memulai investasi sejak usia muda sangat penting karena memberikan waktu yang lebih panjang untuk mengembangkan uang melalui efek compounding sekaligus melatih pengelolaan keuangan sejak dini.
“Saya memilih saham karena potensi keuntungannya relatif lebih besar dibandingkan tabungan atau deposito, meskipun risikonya juga lebih tinggi karena harga saham bisa naik dan turun,” katanya.
Dalam mempelajari investasi, Novi mengaku memanfaatkan berbagai sumber seperti buku, artikel di internet, video edukasi di YouTube, serta diskusi dengan teman yang telah lebih dahulu berinvestasi.
Ia juga menilai tantangan terbesar bagi investor pemula adalah memahami cara menganalisis saham serta mengendalikan emosi ketika harga saham mengalami fluktuasi.
“Tantangan terbesar adalah memahami cara menganalisis saham dan mengontrol emosi ketika harga saham naik atau turun. Selain itu, pada awalnya cukup sulit membedakan informasi yang benar dan yang hanya spekulasi,” pungkasnya.
Keuntungan dari investasinya mulai terlihat setelah beberapa waktu berinvestasi. “Tapi kalau pertama kali sekitar 4,3 persen dari saham perusahaan kapal tersebut. Sekarang kalau dihitung dari modal, keuntungan saham saya kisarannya sekitar 10 persen per tahun dari modal yang saya tanamkan,” pungkasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











