"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Isu BBM Langka, Pemerintah dan Pertamina Angkat Bicara: Antrean Panjang di Jember

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU Akibat Kekhawatiran Kelangkaan BBM

Beberapa titik strategis di Jember, seperti SPBU Jalan Gajah Mada dan Jalan Ahmad Yani, mengalami antrean panjang kendaraan sejak pukul 05.30 WIB hingga sore hari. Fenomena ini terjadi akibat kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Area Manager Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa distribusi BBM ke SPBU tidak mengalami kendala meskipun situasi geopolitik global memanas. Ia menekankan bahwa rantai pasokan energi nasional tetap dalam kondisi aman. Pihak otoritas juga meminta warga untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang dapat memperparah kepadatan antrean di SPBU.

Antrean BBM di Berbagai Daerah

Medan

Di Medan, Sumatera Utara, antrean panjang mulai terlihat sejak Kamis (5/3/2026) sore di sejumlah SPBU. Warga rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi. Pantauan di beberapa lokasi menunjukkan antrean kendaraan bahkan meluber hingga keluar area SPBU. Sejumlah warga mengaku sengaja mengisi bahan bakar lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan BBM akibat dampak geopolitik global.

Jember

Fenomena serupa juga terjadi di Jember, Jawa Timur. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Kendaraan yang mengantre bahkan sampai memadati badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Di SPBU Jalan Ahmad Yani, antrean warga juga mengular hingga ke jalan raya sejak pukul 05.30 WIB hingga 14.00 WIB.

Sisil, konsumen mengaku tidak mengetahui penyebab warga antre, namun kabarnya, mereka takut tidak kebagian BBM pasca-Israel dan Amerika Serikat (AS) menyerang Iran hingga terjadi penutupan Selat Hormuz. Sisil sendiri mengaku terpaksa mengantre karena stok BBM Pertamax di tangki sepeda motornya hanya tinggal dua strip.

Aceh

Tidak hanya di Pulau Jawa dan Sumatera bagian utara, antrean juga terpantau di beberapa SPBU Banda Aceh, Aceh. Sejak Kamis siang hari, kendaraan roda dua dan roda empat mulai memadati SPBU hingga mengganggu arus lalu lintas. Di SPBU Jalan Syiah Kuala, kendaraan roda empat terlihat mengantre dua baris hingga ke badan jalan. Sementara di SPBU Gampong Mulia, antrean kendaraan membentuk satu baris panjang.

Penjelasan dari Pertamina

Di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pihak Pertamina memastikan ketersediaan BBM di berbagai wilayah tetap aman dan distribusi berjalan normal. Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan global yang berpotensi memengaruhi distribusi energi di dalam negeri.

Rahedi menegaskan, distribusi BBM hingga ke lembaga penyalur atau SPBU saat ini tidak mengalami kendala. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Rahedi mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying yang dapat memicu kepadatan antrean di SPBU.

Penjelasan dari Pemerintah

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan konflik di Timur Tengah tidak akan memengaruhi harga BBM bersubsidi di dalam negeri, khususnya Pertalite. Menurut Bahlil, Pertalite termasuk BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah sehingga harga jualnya tidak mengikuti langsung fluktuasi harga minyak dunia.

Hingga rapat terakhir pemerintah, belum ada pembahasan terkait kenaikan harga Pertalite maupun solar bersubsidi. Pemerintah pun meminta masyarakat tetap tenang, terutama selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Di sisi lain, harga BBM non-subsidi seperti produk dengan RON lebih tinggi maupun merek swasta akan tetap mengikuti dinamika pasar global.

Potensi Penimbunan Akibat Kepanikan

Hal senada disampaikan Ketua Hiswana Migas DPC Besuki, Ikbal Wilda Fardana. Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah SPBU terkait kondisi stok BBM. Menurut Ikbal, persediaan BBM di sejumlah SPBU dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Cadangan BBM di beberapa SPBU masih tersedia hingga sekitar 14.000 liter,” kata Ikbal. Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan BBM karena stok masih dalam kondisi aman. Akan tetapi, ia mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam menyikapi situasi dan tidak terpancing melakukan pembelian secara berlebihan.

Ikbal menilai fenomena antrean panjang di SPBU menunjukkan adanya kepanikan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum yang ingin melakukan penimbunan BBM. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola SPBU diminta lebih selektif dalam melayani pembelian BBM, terutama terhadap pihak-pihak yang diduga membeli dalam jumlah besar untuk ditimbun.






Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *