Kasus Peretasan Bank Jambi yang Menimbulkan Kerugian Besar
Peristiwa peretasan sistem layanan digital Bank Jambi akhirnya mulai terungkap. Dampak dari kejadian ini sangat signifikan, dengan kerugian yang dialami oleh nasabah mencapai angka fantastis sebesar Rp143 miliar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan nasabah dan pihak terkait.
Gubernur Jambi, Al Haris, telah memberikan pernyataan resmi mengenai tindakan yang akan diambil untuk mengganti kerugian nasabah. Ia menegaskan bahwa seluruh dana yang hilang akan diganti secara penuh oleh Bank Jambi. Dana penggantian tersebut berasal dari laba Bank Jambi pada tahun buku 2025, yang diperkirakan mencapai Rp330 miliar.
“Tahun 2025 Bank Jambi ada keuntungan Rp330 miliar, inilah yang akan digunakan untuk mengganti uang nasabah. Intinya, tidak boleh satu rupiah pun ada nasabah yang uangnya hilang, semua harus dibayarkan,” kata Al Haris di Jambi, Jumat (6/3/2026).
Total Kebocoran Dana Akibat Peretasan
Menurut penjelasan Al Haris, total kebocoran dana akibat peretasan pada akhir Februari 2026 mencapai Rp143 miliar. Sebagian dari dana tersebut, yaitu sebesar Rp16 miliar, sudah terlacak dan sedang dalam proses pemulihan. Jika dana tersebut berhasil ditarik kembali, Bank Jambi masih harus menutup sisa kerugian sekitar Rp127 miliar kepada nasabah terdampak.
Kesepakatan penggunaan laba perusahaan untuk menutupi kerugian nasabah telah diputuskan dalam rapat manajemen dan pemegang saham pada 25 Februari. “Kita sudah rapat dengan pemegang saham beberapa waktu lalu, intinya pemegang saham setuju, sambil berjalan dana keuntungan akan digunakan untuk menutupi uang nasabah yang hilang,” tambahnya.
Banyak Nasabah Terdampak
Data sementara menunjukkan lebih dari 6.000 rekening nasabah terdampak peretasan. Bank Indonesia meminta Bank Jambi untuk menutup sementara layanan mobile banking dan penarikan tunai melalui ATM. “BI mengarahkan jangan dulu dibuka untuk sementara dan ada yang perlu diganti. Alatnya sudah diganti tinggal lagi verifikasi oleh Bank Indonesia,” kata Haris.
Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi mencatat kerugian Bank Jambi akibat gangguan sistem layanan digital mencapai Rp143 miliar. Gangguan tersebut menyebabkan lebih dari 6.000 nasabah kehilangan saldo rekening pada 22 Februari.
Kesaksian Nasabah
Izal, salah satu nasabah, mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah nasabah kehilangan saldo di rekeningnya. Setelah itu, ia mencoba mengakses M-Banking miliknya, tetapi akses ditolak. “Bahkan ngecek saldo saja gak bisa,” katanya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Dia juga mencoba mengakses melalui mesin ATM, namun tidak bisa. Kondisi ini membuat Izal khawatir kehilangan saldo yang dia gunakan sebagai modal bisnisnya. “Ya, saldo saya cukup banyak. Tentunya khawatir karena tidak ada kejelasan dari pihak Bank Jambi soal kondisi ini,” jelasnya.
Proses Pengaduan Nasabah
Septa Randika (36) juga mengalami hal serupa. Ia mengatakan terdapat mutasi saldo pada rekening miliknya sebesar Rp24.000.000 dan saat ini tengah menjalani proses pengaduan di Bank Jambi. “Saya baru bisa akses cek saldo di hari ini, dan ketika saya cek memang ada mutasi saldo sekira Rp24.000.000. Terkait ini saya belum mendapatkan informasi pasti mengenai hilangnya saldo saya di-transfer atau bagaimana,” katanya, Senin (23/2/2026).
Ia kemudian diminta mengisi formulir pengaduan nasabah sebagai bagian dari proses administrasi. Saat ini, proses pengaduan disebut masih berjalan. Ia berharap ada kejelasan serta komitmen dari manajemen bank agar dana tersebut dapat dikembalikan dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Insiden Viral di Media Sosial
Insiden ini juga viral di media sosial. Banyak korban datang ke kantor cabang di daerah masing-masing untuk mempertanyakan kejelasan tabungan mereka. Dalam sejumlah video, para korban menyebut kehilangan uang hingga puluhan juta.
Helmi, salah satu nasabah lainnya, mengaku mengalami kejadian serupa. Ia kehilangan uang sebesar Rp25 juta. “Biasanya saldo Rp68 juta, jadi Rp43 juta. Rp25 juta hilang, keterangannya nggak ada, hilang saja. Tarik semua,” ucapnya.











