"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Ibunda Refpin Sedih, Anak Dipenjara Karena Cubit Anggota DPRD, Ayah Jualan Siomay

Keluarga Refpin, Asisten Rumah Tangga yang Dipenjara, Mengalami Kesedihan

Keluarga dari Refpin, seorang asisten rumah tangga (ART) yang dipenjara karena cubit anak anggota DPRD Bengkulu, sedang mengalami kesedihan. Mereka telah memohon agar kasus ini diselesaikan melalui jalur damai, tetapi pihak keluarga anggota DPRD tersebut menolak dan tetap ingin memenjarakan Refpin.

Ibunda Refpin, Dedek Tarisna, terus menangis mengingat nasib putrinya. Saat ini, ibunya tinggal di Desa Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas. Meski secara administrasi kependudukan orang tua Refpin masih beralamat di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tepatnya di Desa Trans Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, keluarga tersebut telah pindah ke kawasan tersebut sekitar tujuh bulan lalu.

Berdasarkan keterangan tetangga di tempat tinggalnya, ibunda Refpin hanya tinggal bersama dua anak laki-lakinya yang masih kecil. Sedangkan ayahnya bernama Sugito diketahui masih merantau di Kota Palembang dan berjualan siomay.

Saat ini, di Desa Dharma Sakti, ibu dan kedua adik Refpin menempati rumah milik orang lain dengan sistem kontrak. Pemilik rumah diketahui berada di Ibu Kota Jakarta.

Akses Menuju Rumah Refpin

Untuk menuju rumah Refpin di Dusun 2 Desa Dharma Sakti, membutuhkan perjalanan kurang lebih satu jam dari ibu kota Muara Beliti dengan melewati Jalur Lubuklinggau–Muba. Namun, saat di persimpangan Simpang Semambang, jalur yang dilewati berubah melewati Jalur Alternatif Simpang Semambang–BTS Ulu dan PALI. Kemudian, sekitar perjalanan kurang lebih 15 menit dari Simpang Semambang, selanjutnya harus menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit untuk sampai ke rumah Refpin.

Berdasarkan keterangan warga, ibu Refpin bernama Dedek Tarisna masih bertempat tinggal di Dusun 2 Desa Dharma Sakti. Namun, saat reporter tiba di rumahnya yang sederhana, tak terlihat aktivitas dari keluarga Refpin. Bahkan, setelah diketuk pintu beberapa kali, tak ada respons dari pemilik rumah. Hanya saja, adik laki-laki terakhir Refpin yang masih duduk di bangku TK terlihat bermain bersama teman sebayanya selayaknya anak-anak pada umumnya.

Tetangga Terkejut

Tetangga ibu Refpin mengaku sempat terkejut mendapati kabar Refpin yang tersandung kasus di wilayah Provinsi Bengkulu. Dirinya mengaku tak mengetahui secara pasti kasus tersebut. “Kaget juga pertama dengar. Tahunya dari HP anak saya sekitar bulan Februari kemarin, katanya gara-gara nyubit anak majikannya di Bengkulu,” kata tetangganya di Dusun Desa Dharma Sakti.

Dia juga mengatakan bahwa Refpin dikenal sebagai anak yang baik, begitu juga kedua adiknya yang saat ini tinggal bersama ibunya. “Anak-anaknya baik semua, ramah dengan tetangga. Bahkan adiknya yang paling kecil sering belanja ke warung,” ucapnya. “Kalau ibu Refpin itu jarang keluar dan berbaur dengan tetangga sekitar. Paling keluar rumah kalau ke warung saja,” ucapnya.

Ibu dan kedua adik Refpin diketahui belum lama bertempat tinggal di Dusun 2 Desa Dharma Sakti, kemungkinan baru sekitar tujuh bulan terakhir. “Alamat aslinya masih di Muratara, di sini belum lama mungkin sekitar tujuh bulan ini,” ungkapnya.

Ibunda Refpin Murung

Diungkapkan tetangganya, usai kasus Refpin viral, sang ibu lebih sering murung di dalam rumah dan kurang nafsu makan hingga badannya kurus. “Setelah anaknya kena kasus itu, ibunya jarang keluar, kemudian kondisinya juga kasihan, badannya kurus karena tidak mau makan. Bahkan kalau ada tetangga yang main, dia sering nangis kalau cerita anaknya itu,” katanya.

Sepengetahuannya, Refpin merupakan anak ketiga dari enam bersaudara yang dikenal dengan kemandiriannya. Bahkan, usai tamat SMP, Refpin sudah langsung bekerja. “Mandiri anaknya, setelah tamat SMA diajak bibinya kerja lewat yayasan. Nah bibinya dapat majikan di Jambi dan si Refpin ini dapat majikan di Bengkulu,” katanya.

Namun, berdasarkan informasi Refpin berhenti bekerja di Bengkulu karena tidak betah. Saat itulah Refpin sempat pulang ke rumah. Kemudian tak lama, Refpin kembali bekerja di Palembang. “Jadi sebelum jadi tersangka dan kasusnya dengan majikannya di Bengkulu, dia sempat pulang kemudian kerja lagi di Palembang,” jelasnya.

Setelah kasusnya mencuat, sang ayah beberapa kali terlihat pulang ke rumah dan sering pergi ke Bengkulu sehingga menghabiskan biaya. Bahkan rumah yang dikontraknya sempat menunggak hingga tiga bulan. “Ayahnya yang sering bolak-balik ke Palembang–Bengkulu sampai kehabisan ongkos. Bahkan rumahnya sempat nunggak juga tiga bulan karena uangnya habis untuk biaya itu,” ungkapnya.

Warga Asli Desa Dharma Sakti

Sementara itu, tetangga yang sama juga mengungkapkan bahwa kedua orang tua Refpin merupakan warga asli Desa Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri. Namun, saat ini semuanya pergi merantau ke Palembang. Bahkan harta bendanya di Desa Dharma Sakti habis dijual. “Jadi pas pulang ke sini tidak punya rumah. Dulu mereka kan tinggal di Muratara. Di sana masih punya kebun, tapi habis untuk biaya pengobatan anaknya yang kelima,” katanya.

Di mana anak laki-laki kelima orang tua Refpin pernah terkena air panas saat di tempat hajatan hingga akhirnya harus berobat berkelanjutan. “Nah untuk pengobatan itu mereka habis-habisan, kebunnya habis,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Dharma Sakti mengaku bahwa mereka memang saat ini bertempat tinggal di Dusun 2 Desa Dharma Sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas. Namun, secara administrasi mereka masih merupakan warga Desa Trans Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). “Secara KTP masih warga Muratara, di sini ngontrak. Mungkin baru beberapa bulan. Ibunya yang di sini sama dua anaknya, kalau ayahnya di Palembang. Keseharian ibunya ini menyadap karet,” tutupnya.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *