"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Unusa Lantik Prof Budi Santoso Sebagai Dekan Kedokteran 2026–2031

Pelantikan Dekan Fakultas Kedokteran Unusa: Fokus Pada Peningkatan Kualitas Pendidikan

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) telah melantik Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG(K) sebagai Dekan periode 2026–2031. Pelantikan ini dilakukan pada Jumat (13/3/2026) dan diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan kedokteran di lingkungan Unusa agar bisa bersaing dengan fakultas-fakultas lain yang lebih lama berdiri.

Visi Kepemimpinan Baru

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng., menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas institusi melalui pemilihan pemimpin fakultas yang memiliki pengalaman dan kapasitas kuat di bidangnya. Menurutnya, kepemimpinan FK membutuhkan sosok dokter yang memiliki kemampuan, pengalaman, serta rekam jejak panjang di dunia kedokteran.

“Kami melihat Prof. Budi adalah sosok yang tepat untuk menduduki jabatan Dekan FK di Unusa ini agar kita bisa menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Evaluasi Berkelanjutan Hasil Pembelajaran

Dekan FK Unusa yang baru, Prof. Dr. Budi Santoso, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama kepemimpinannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran melalui evaluasi berkelanjutan terhadap hasil pembelajaran mahasiswa. Ia menilai selama ini kesenjangan antara fakultas kedokteran yang baru dan yang telah lama berdiri sering dikaitkan dengan kualitas pendidikan.

Namun, berdasarkan evaluasi terhadap hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), FK Unusa menunjukkan capaian yang baik. “Kalau selama ini ada kesenjangan antara fakultas kedokteran yang baru dengan yang lebih dulu berdiri, itu memang lebih karena perbedaan kualitas pendidikan. Tetapi dari evaluasi outcome melalui UKMPPD, FK Unusa termasuk yang terbaik,” jelasnya.

Kualitas Input Mahasiswa

Menurut Prof. Bus, sapaan karibnya, kualitas hasil pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga dari kualitas input mahasiswa. “Tentu kualitas yang berkaitan dengan outcome harus dimulai dari input. Karena itu kita harus menetapkan standar minimal kemampuan akademik calon mahasiswa kedokteran dengan baik,” katanya.

Proses seleksi mahasiswa akan diperbaiki dengan harapan outcome-nya juga baik. Parameter outcome itu salah satunya UKMPPD.

Pengembangan Kapasitas Dosen

Selain peningkatan kualitas mahasiswa, FK Unusa juga berfokus pada pengembangan kapasitas dosen melalui kerja sama internasional. “Kami sudah menjalin kerja sama dengan partner lama kami, yaitu China Medical University di Taiwan dan Oita University di Jepang. Insyaallah kedua universitas ini bersedia menerima dosen-dosen kami untuk melanjutkan program PhD,” ungkapnya.

Strategi Peningkatan Kualitas Akademik

Kesempatan tersebut nantinya akan ditawarkan kepada para dosen Fakultas Kedokteran Unusa sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas akademik dan penelitian. Ia juga memastikan sistem manajemen fakultas yang selama ini berjalan baik akan terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan untuk mendukung kualitas pendidikan.

“Sistem manajemen yang selama ini sudah bagus akan kita pertahankan dan kita tingkatkan agar semuanya bisa mendukung terhadap kualitas sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara Fakultas Kedokteran Unusa dengan fakultas kedokteran yang boleh kita katakan lebih senior,” katanya.

Berkembang dan Tingkatkan Daya Saing

Prof. Bus menambahkan bahwa Fakultas Kedokteran Unusa yang berdiri sejak 2014 masih tergolong muda dibandingkan sejumlah fakultas kedokteran lain yang telah berusia lebih dari satu abad. Meski demikian, ia optimistis FK Unusa dapat terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya.

“FK Unusa ini baru sekitar 12 tahun sejak berdiri pada 2014, sedangkan ada fakultas kedokteran lain yang sudah lebih dari 100 tahun. Namun dengan peningkatan kualitas dosen, seleksi mahasiswa yang baik, dan sistem pendidikan yang kuat, kami optimistis kualitasnya akan terus meningkat,” pungkasnya.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *