Penemuan Jenazah di Atap Masjid yang Menyedihkan
Di Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, sebuah tragedi memilukan terjadi. Dua pria, Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44), ditemukan meninggal dunia di bagian atap atau dak masjid Miftahul Jannah. Kejadian ini mengejutkan seluruh warga setempat dan menjadi perhatian besar dari berbagai pihak.
Petunjuk Awal dari Aroma Busuk
Keberadaan jenazah pertama kali diketahui melalui aroma busuk yang menyengat. Warga mulai curiga ketika melihat belatung berjatuhan dari sela-sela plafon area wudhu perempuan. Awalnya mereka mengira ada hewan mati, namun bau yang semakin tajam membuat mereka merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk mengecek lebih lanjut.
Setelah dilakukan pengecekan ke lantai tiga atau bagian dak atap, warga dan marbot masjid terkejut menemukan dua sosok manusia yang sudah membusuk. Kondisi jenazah menunjukkan bahwa keduanya telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Kecurigaan Keluarga dan Pencarian yang Berlangsung
Iwantoro dan Bambang Suherman sempat hilang secara misterius sejak persiapan Lebaran. Pada Jumat (20/3/2026), saat warga sedang melakukan persiapan teknis menjelang Hari Raya Idulfitri, Marhadi (37), sepupu salah satu korban, berada di atap masjid untuk memasang lampu hias. Di tempat itulah, ia terakhir kali berinteraksi dengan Iwantoro dan Bambang Suherman.
Iwantoro meminta tolong untuk ditemani pulang ke rumah istrinya, tetapi karena pekerjaan yang belum selesai, Marhadi menolak ajakan tersebut. Setelah itu, ia beralih ke lantai dua untuk memasang kipas angin. Ia mengira kedua pria tersebut sudah turun dan pergi ke rumah masing-masing.
Namun, kecurigaan keluarga mulai muncul ketika hingga larut malam, Iwantoro dan Bambang tak kunjung kembali. Kekhawatiran memuncak pada hari Sabtu (21/3/2026), saat warga lain bersuka cita merayakan Idulfitri. Keluarga korban justru dirundung kebingungan luar biasa.
Upaya pencarian mandiri dilakukan ke berbagai tempat, tetapi tidak membuahkan hasil. Keluarga bahkan menempelkan selebaran orang hilang di berbagai titik strategis di Kecamatan Tanjung. Informasi kehilangan juga disebarkan secara masif melalui media sosial. Akhirnya, laporan resmi dilayangkan ke Polsek Tanjung untuk bantuan pencarian dari pihak berwajib.
Petunjuk dari Langit-langit Masjid
Misteri hilangnya mereka akhirnya terpecahkan pada Rabu sore melalui kesaksian warga yang hendak berwudhu. Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto, membenarkan bahwa belatung yang jatuh di area wudhu putri adalah “pesan” alamiah yang mengakhiri pencarian.
Marbot masjid yang menerima laporan warga segera memanjat tangga menuju dak lantai tiga untuk memastikan sumber aroma busuk. Setelah dicek, marbot menemukan dua jenazah tergeletak berdampingan dengan kondisi tubuh yang sudah membengkak.
Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz, segera memimpin tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan hasil visum di RSUD Brebes, ditemukan luka bakar yang signifikan pada sekujur tubuh kedua korban. Polisi menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian adalah sengatan listrik bertegangan tinggi.
Di lokasi penemuan, ditemukan kabel listrik PLN yang menjuntai di lantai dak masjid yang diduga menjadi sumber setruman. “Kematian murni kecelakaan akibat sengatan listrik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” tegas AKP Farid. Estimasi waktu kematian diperkirakan sudah terjadi empat hingga lima hari sebelum jenazah ditemukan.
Kini, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tragis ini sebagai musibah dan takdir yang tak terelakkan.











