"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Pemilik Temukan Mayat Karyawan Ayam Geprek di Freezer, Tak Tahan Lihat Korban Tanpa Tangan dan Kaki

Misteri Mayat di Dalam Freezer Kios Ayam Geprek Terungkap

Sebuah kisah misterius yang terjadi di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi akhirnya terungkap. Mayat yang ditemukan di dalam freezer sebuah kios ayam geprek diketahui adalah Abdul Hamid, seorang penjaga kios yang dikenal ramah dan mudah bergaul dengan warga sekitar.

Pemilik usaha, AL, menjadi orang pertama yang menemukan kondisi mengenaskan korban pada hari Minggu (30/3/2026). Awalnya, AL tidak tahu secara pasti penyebab kematian Abdul Hamid. Ia sempat pulang ke kampung halaman saat momen Lebaran 2026. Karena sedang mudik, AL menugaskan Abdul Hamid untuk menjaga kios selama liburan tersebut.

“Jadi saya punya dua karyawan laki-laki, mereka juga mudik saat lebaran, dan saya ada satu petugas keamanan kios, yakni Abdul ini, dia pekerja lepas (freelance), jadi dia sendirian,” ujar AL saat berada di lokasi kejadian, Minggu (29/3/2026).

AL mencoba menghubungi Abdul Hamid melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (27/3/2026) untuk memastikan persiapan jualan ayam yang akan dimulai kembali pada Sabtu (28/3/2026). Ia juga memberitahu kedua karyawannya bahwa dirinya sedang dalam perjalanan dari kampung menuju kios. Namun, pesan tersebut tidak mendapatkan respons sama sekali.

Karena cemas, AL memutuskan kembali ke kios. Ia tiba di kios pada dinihari Sabtu (28/3/2026) dan langsung menuju lokasi karena khawatir tidak ada jawaban dari karyawan.

Sesampainya di kios, AL melihat rolling door dalam kondisi sedikit terbuka. Ia mencoba mengintip dari celah tersebut dan melihat kondisi di dalam nampak sepi. Setelah memanggil tukang yang memiliki kunci, AL berhasil masuk ke dalam kios.

Tidak melihat dua karyawan dan Abdul Hamid, AL langsung memutuskan untuk mengolah daging ayam yang akan dijual. Ketika membuka freezer untuk mengambil daging, ia kaget melihat gulungan selimut menggumpal di dalam. Untuk memastikan isi selimut tersebut, ia mencoba mengirisnya menggunakan pisau.

“Waktu saya iris buat lihat isinya itu selimut, isinya kayak kulit manusia, langsung saya laporan ke Polsek sekitar,” ujarnya. Saat polisi tiba dan membuka selimut tersebut, ternyata benar itu jenazah Abdul Hamid.

AL mengaku tidak sanggup melihat kondisi jenazah tanpa tangan dan kaki. Ia hanya sempat melihat bagian wajah korban sebelum menutup kembali freezer tersebut. Jenazah kemudian dibawa oleh pihak kepolisian ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan autopsi.

Menurut keterangan AL, jenazah diduga telah berada di dalam freezer selama empat hingga lima hari dalam kondisi dibungkus selimut dan pakaian. Pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, Tim Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di lokasi, terdapat empat personel dari Tim Identifikasi yang kompak mengenakan sarung tangan berwarna biru. Selama proses olah TKP berlangsung, tim didampingi oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota.

Penemuan jenazah tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Ali, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa jenazah yang ditemukan pada Sabtu (28/3/2026) diketahui merupakan pegawai di kios tersebut.

“Saya tahu sudah ramai sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi kemudian membawa jenazah menggunakan kantong mayat,” kata Ali, dikutip Minggu (29/3/2026). Ia menjelaskan bahwa yang bersangkutan dikenal dengan panggilan Pak Bedul. Meski identitas lengkapnya belum diketahui, diperkirakan korban berusia sekitar 45 tahun dan dikenal ramah serta mudah bergaul.

Elin, warga lainnya, menyampaikan bahwa ia terakhir kali melihat korban pada malam takbiran menjelang Idul Fitri. Saat itu, korban masih beraktivitas seperti biasa di depan kios.

“Terakhir saya lihat malam takbiran, masih di depan kios,” ujarnya singkat.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *